Cara Wukuf di Arafah dan Waktu Pelaksanaannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wukuf di Padang Arafah merupakan puncak rukun haji. Artinya, wukuf ini tidak boleh ditinggalkan. Apabila tidak dilaksanakan maka hajinya pun tidak sah. Untuk itu para jamaah harus mengetahui tata cara wukuh di Arafah yang baik dan benar.
Perlu diketahui, wukuf secara Bahasa Arab artinya adalah berhenti. Maksudnya, para jamaah haji akan berhenti dari aktivitas lain dan berdiam diri di Padang Arafah dengan memperbanyak zikir, selawat, dan berdoa yang disunahkan oleh Rasulullah saw.
Karena pentingnya wukuf di Arafah, maka para wanita yang misalnya sedang haid maka diperbolehkan untuk melaksanakan wukuf. Termasuk juga orang-orang yang sedang sakit pun diusahakan untuk hadir di Padang Arafah untuk berwukuf.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Wukuf
Maksud wukuf adalah hadir dan berada di bagian mana pun di Arafah, walaupun dalam keadaan tidur, terjaga, di atas kendaraan, duduk, berbaring, berjalan, dalam keadaan suci ataupun tidak seperti orang yang sedang haid, nifas, atau junub.
Para ulama berbeda pendapat mengenai wukuf orang yang pingsan dan pingsannya itu berlangsung hingga keluar dari Arafah. Menurut Abu Hanifah dan Malik, hajinya sah.
Sementara menurut Syafi'i, Ahmad, Hasan, Abu Tsaur, Ishak dan Ibnu Mundzir, hajinya tidak sah karena wukuf merupakan salah satu rukun haji, maka wukuf dan rukun lainnya tidak sah dilakukan oleh orang yang pingsan.
Tirmidzi setelah meriwayatkan hadis Ibnu Umar, mengatakan:
"Dari hadis Abdurrahman bin Ya'mur, para ulama dari kalangan sahabat dan selain mereka sepakat bahwa orang yang tidak melaksanakan wukuf di Arafah sebelum fajar terbit, hajinya tidak sah. Jika ia melakukan wukuf setelah fajar terbit, maka juga tidak sah. Hendaknya ia menjadikannya sebagai umrah saja. Ia wajib mengulangi haji pada kesempatan berikutnya. Hal itu merupakan pendapat Tsauri, Syafi'i, Ahmad, dan Ishak."
Hukum Wukuf
Para ulama telah sepakat bahwa wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling besar. Hal itu berdasarkan sebuah hadis; Abdurrahman bin Ya'mur meriwayatkan bahwa Rasulullah saw memerintahkan kepada seseorang untuk menyerukan,
"Haji (yang memenuhi syarat) adalah (wukuf di) Arafah. Siapa saja yang datang (di Arafah) pada hari Nahar (sepuluh Zulhijah) malam sebelum fajar terbit, ia terhitung melakukan wukuf."
Tempat Wukuf di Arafah yang Disunahkan
Wukuf sah dilakukan di tempat mana pun di Arafah karena semua Arafah adalah tempat wukuf, kecuali lembah di arah barat Arafah karena wukuf di tempat ini tidak sah menurut kesepakatan ulama.
Jamaah disunahkan melakukan wukuf di Shakhrat atau tempat yang dekat dengannya semampu mungkin karena Rasulullah saw melakukan wukuf di tempat ini. Beliau bersabda yang artinya:
"Aku wukuf di sini, dan seluruh Arafah adalah tempat wukuf. "
Naik di Gunung Rahmah dan berkeyakinan bahwa wukuf di tempat itu lebih utama adalah suatu kekeliruan dan bukan bagian dari sunnah.
Waktu Pelaksanaan
Dikutip dari buku Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari, K.H. Muhammad Habibillah, (267), wukuf di Arafah adalah berdiam diri di Padang Arafah sejak mulai tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah sampai terbitnya fajar pada tanggal 10 Zulhijah.
Para jumhur ulama sepakat bahwasanya wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun dari ibadah haji, tetapi tidak dalam ibadah umrah.
Jadi, bagi jamaah yang tidak melaksanakan wukuf di Arafah berarti hajinya tidak sah, karena Nabi Muhammad saw. telah menegaskannya dalam hadis yang artinya:
"Haji adalah wukuf di Arafah." (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud).
Berkenaan dengan masalah waktu, Imam Hambali berpendapat bahwasanya wukuf di Arafah dapat dimulai sejak mulai terbitnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah sampai fajar 10 Zulhijah (hari qurban).
Namun, para ulama mutakhir berpendapat bahwa jikalau ada hambatan yang tidak bisa dihindari, maka jamaah boleh melakukannya pada malam tanggal 10 Zulhijah sampai sebelum terbit fajar tanggal 10 Zulhijah.
Pendapat ini berdasarkan pada hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ashhabus Sunan dari Abdurrahman bin Ya'mur, yang artinya:
"Bahwa Rasulullah saw menyuruh seseorang menyeru haji itu Arafah. Barang siapa datang pada malam tanggal 10 (Zulhijah) sebelum fajar terbit, berarti dia telah mendapat Arafah."
Bagi para jamaah haji yang datang pada siang hari, para ulama berpendapat bahwa wajib bagi mereka untuk menunggu sampai malam hari. Sedangkan, Imam Syafi'i berpendapat bahwa diam diri (menunggu) sampai malam adalah sunah hukumnya.
Ada beberapa yang disunahkan dalam melakukan wukuf, seperti mandi terlebih dahulu bagi orang yang datang sesudah tergelincir matahari, melakukan wukuf dekat batu besar di bawah Jabal Rahmah, para imam/pemimpin untuk berpidato atau berceramah.
Dan, kemudian, dilanjutkan dengan salat berjamaah jamak taqdim Zuhur dengan Asar disertai dengan qasar.
Cara Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah termasuk salah satu rukun haji yang paling utama. Wukuf di Arafah dapat dilakukan secara berjemaah atau sendiri- sendiri. Selama wukuf di Arafah, jemaah haji disunahkan untuk memperbanyak zikir, istigfar, doa, dan ibadah lainnya.
Untuk wukuf, jamaah haji tidak disyaratkan suci dari hadis kecil atau hadas besar. Berikut adalah cara wukuf di Arafah:
Setelah selesai melaksanakan salat Subuh, ketika matahari terbit, bertolak menuju Arafah sambil bertalbiyah dan bertakbir.
Seluruh lokasi Arafah adalah tempat wuquf, bila memungkinkan hendaklah menjadikan Jabal Rahmah antara dirinya dan kiblat, karena itulah yang paling baik
Memasuki Arafah (hendaklah meneliti dan memastikan keberadaanya dalam lokasi Arafah) karena Wadi Uranah bukan termasuk Arafah.
Dimakruhkan berpuasa pada hari ini, Rasulullah saw melaksanakan wuquf dalam kondisi tidak berpuasa, dimana beliau dikirimi secangkir susu lalu meminumnya.
Melaksanakan salat Zuhur dan Asar dijama' kemudian menghadap kiblat, memperbanyak istighfar, berzikir dan berdoa baik untuk diri pribadi maupun orang lain, mengenai kepentingan agama atau dunia disertai takwa dan perhatian penuh, sambil mengangkat kedua tangan. Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.
Disunahkan berada di Namirah sesuai dengan kemampuan hingga matahari tergelincir.
Tidak disunahkan mendaki gunung Arafah
Mengkhususkan diri untuk zikir dengan penuh ketundukan kepada Allah, berdoa dengan hati yang khusyu', menghadirkan hati, mengangkat kedua tangan dan menghadap kiblat hingga terbenamnya matahari.
Memperbanyak bacaan Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lah, Lahul Mulk Wa Lahul Hamd Wahuwa 'Alaa Kulli Syai'in Qadiir. Artinya: "Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Pemilik kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Memperbanyak selawat dan salam untuk nabi saw.
Tidak keluar dari Arafah kecuali setelah matahari terbenam.
Bertolak ke Muzdalifah dengan tenang setelah matahari terbenam, dan bila menemukan kelonggaran hendaklah mempercepat jalan-nya.
Sunah Wukuf
Selain melaksanakan cara wukuf di Arafah, terdapat sunah dan adab yang dianjurkan bagi jamaah haji:
Mandi di Namirah.
Tidak masuk ke kawasan Arafah sebelum matahari condong dan menunaikan salat Zuhur dan Asar.
Imam menyampaikan dua khutbah dan menjamak kedua salat tersebut.
Wukuf lebih afdhal dikerjakan di sekitar batu besar yang berada di bawah gunung Ar-Rahmah.
Dianjurkan untuk tetap berada di tempat wukuf sampai matahari terbenam.
Daripada berjalan kaki, wukuf lebih afdal ditunaikan sambil berkendaraan, sebab dengan begitu jemaah lebih mudah berdoa.
Menghadap kiblat, suci, dan menutup aurat.
Wukuf lebih afdal dilakukan langsung di bawah terik matahari, kecuali jika ada uzur tertentu.
Tidak berpuasa.
Mengonsentrasikan pikiran untuk berdoa.
Menjauhi pertengkaran, caci maki, dan perkataan keji.
Memperbanyak perbuatan baik di hari Arafah dan pada hari-hari Zulhijah lainnya.
Memperbanyak doa, tahlil, istighfar, dan bacaan Al-Quran sambil bersikap khusyuk dan menampakkan kondisi lemah.
Mengulang-ulang doa sebanyak tiga kali, membaca tasbih, tahmid, dan takbir.
Keutamaan Wukuf
Terdapat beberapa keutaman dari wukuf, yaitu sebagai berikut:
Hari pada saat wukuf merupakan hari yang paling utama dan pada saat itu Allah turun ke bumi, membanggakan penduduk bumi terhadap isi langit. Pada hari itu banyak orang dibebaskan dari neraka.
Dalam hadis diriwayatkan bahwasanya musuh Allah (Iblis) ketika ia mengetahui bahwasanya Allah telah mengabulkan doa nabi, dan Allah mengampuni dosa-dosa umat umatnya, Iblis mengambil debu ditaburkannya di atas kepalanya seraya histeris celaka, dan sangat menyesal.
Membaca tasbih sebanyak 100 kali di pagi dan sore hari, maka akan diberi pahala sebagaimana 100 kali naik haji. Bacaan tasbihn yaitu: Subhaanallaahi Artinya: "Maha Suci Allah"
Membaca tahmid 100 kali di pagi dan sore hari, maka diberi pahala sebagaimana orang yang telah menyerahkan 100 ekor unta ke dalam sabilillah atau sebgaimana pahalanya 100 kali dalam sabilillah. Bacaan tahmid yaitu: Alhamdu Lillaahi Artinya: "Segala puji milik Allah"
Mengucapkan tahlil 100 di pagi dan sore hari, pahalanya bagaikan memerdekaan 100 orang budak dari keturunan Ismail. Bacaan tahlil yaitu: Laa Ilaaha Illallaahu Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah"
Membaca takbir 100 kali di pagi dan sore hari, maka tidak seorangpun yang mampu menandingi pahala orang tersebut kecuali orang yang sama-sama bertakbir kepada Allah. Bacaan takbir yaitu: Allaahu Akbar Artinya: "Allah Maha Besar"
Mengucapkan Subhaanallaah Wabihamdih 100 kali di pagi hari dan sore ahri, maka tidak ada seorang pun yang dapat menadingi pahala orang tersebut di hari kiamat, melainkan orang yang sama-sama mengamalkannya. Apabila membaca kalimat ini 100 kali dalam sehari, maka pahala yang didapat sama dengan memerdekakan 10 orang budak dan ditulis baginya 100 kebaikan serta dihapus 100 kejelakannya dan ia dijaga dari gangguan syaitan dari pagi hingga sore hari, dan dari sore hingga pagi hari, dan akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih lautan. "
Manfaat berdoa di padang Arafah adalah akan dikabulkan semua doa yang panjatkan kepada Allah. Hanya, ada yang akan dikabulkan secara tunai, ada yang ditunda dan ada yang diganti dengan hal lain yang lebih baik.
Baca Juga: Apa yang Dilakukan Saat Wukuf di Arafah? Ini Sunnahnya Menurut Rasulullah SAW
Itulah penjelasan mengenai cara wukuf di Arafah. Wukuf di Padang Arafah merupakan salah satu dari rukun haji. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan mengenai wukuf bagi umat muslim yang akan melaksanakan ibadah haji. (glg)
