Cerita di Balik Mural Terowongan Dukuh Atas yang Menjadi Daya Tarik Baru Jakarta

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mural di terowongan Dukuh Atas itu karya siapa ya? Ada cerita apa di baliknya? Sertakan juga fotonya, pertanyaan tersebut mungkin pernah terlintas di benak banyak orang yang melintas atau sengaja berkunjung ke kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Dengan warna-warna cerah dan ilustrasi yang menarik perhatian, mural yang menghiasi Terowongan Kendal ini memang berhasil menjadi salah satu spot favorit masyarakat untuk berfoto sekaligus menikmati suasana perkotaan yang modern.
Mural Terowongan Dukuh Atas, Daya Tarik Kota Jakarta
Mural di terowongan Dukuh Atas itu karya siapa ya? Ada cerita apa di baliknya? Sertakan juga fotonya, mural tersebut merupakan karya seniman visual Indonesia, Mohammad Taufiq, yang lebih dikenal dengan nama Emte dikutip dari situs YouTube @MRTJakarta.
Kehadirannya merupakan hasil kolaborasi antara MRT Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan sang seniman dalam rangka memeriahkan peringatan HUT DKI Jakarta ke-495 pada tahun 2022.
Melalui proyek ini, kawasan Terowongan Kendal tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga menjadi ruang publik yang menghadirkan karya seni bagi masyarakat.
Dalam proses kreatifnya, Emte mengangkat tema besar “Jakarta Kota Global”. Tema tersebut dipilih untuk menggambarkan transformasi Jakarta yang terus berkembang menjadi kota modern dengan sistem transportasi yang semakin terintegrasi dan berstandar internasional.
Melalui mural ini, masyarakat diajak melihat Jakarta dari sudut pandang yang lebih optimistis, yaitu sebagai kota yang terus bergerak maju mengikuti perkembangan zaman.
Inspirasi utama mural ini berasal dari kehidupan sehari-hari yang berlangsung di kawasan Dukuh Atas.
Sebagai salah satu pusat Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta, area ini setiap hari dipenuhi aktivitas masyarakat yang datang dan pergi menggunakan berbagai moda transportasi.
Kesibukan para komuter, mobilitas warga, hingga interaksi yang terjadi di ruang publik menjadi gambaran yang kemudian dituangkan ke dalam ilustrasi mural tersebut. Karena itulah, karya ini terasa dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.
Selain menggambarkan aktivitas kota, mural ini juga merefleksikan keberagaman Jakarta. Emte melihat ibu kota sebagai ruang pertemuan bagi orang-orang dari berbagai latar belakang, profesi, dan budaya.
Keragaman tersebut kemudian diterjemahkan melalui karakter-karakter yang muncul dalam mural, sehingga menciptakan visual yang hidup dan penuh cerita.
Pilihan warna yang cerah juga bukan tanpa alasan. Warna-warna terang digunakan untuk merepresentasikan Jakarta sebagai kota yang dinamis, penuh energi, dan selalu bergerak.
Kombinasi warna tersebut membuat mural terlihat mencolok sekaligus memberikan kesan positif bagi siapa saja yang melintas.
Tak heran jika mural terowongan Dukuh Atas kini menjadi salah satu daya tarik baru Jakarta yang tidak hanya mempercantik ruang publik, tetapi juga menyimpan cerita tentang kehidupan, keberagaman, dan semangat sebuah kota yang terus berkembang.
Cerita di balik mural terowongan Dukuh Atas menunjukkan bahwa sebuah karya seni tidak hanya berfungsi sebagai penghias ruang publik, tetapi juga dapat menjadi media untuk merekam kehidupan sebuah kota. (shr)
Baca juga: Lokasi La Vela Green Lake City, Daftar Tenant, dan Cara ke Sananya
