Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Buaya serta Klasifikasi dan Jenis-Jenisnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buaya. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Buaya. Foto: Freepik

Seluruh buaya secara ilmiah termasuk ke dalam jenis hewan suku Crocodylidae. Ciri-ciri buaya umumnya adalah bertubuh besar serta dapat hidup di dua alam, yakni air dan darat.

Penasaran dengan ciri-ciri buaya lainnya? Artikel di bawah ini akan membahas lebih lanjut mengenai ciri, klasifikasi, hingga jenis makanan buaya yang menarik untuk dipelajari.

Ciri-Ciri Buaya

Menurut para peneliti arkeologi, buaya atau dalam bahasa Inggris disebut Crocodile adalah salah satu hewan yang sudah ada sejak zaman dinosaurus. Habitat buaya sebagian besar berada di air, tetapi hewan ini juga dapat hidup di darat.

Dikutip dari Buku Pintar Hewan karya Jumanta, ada pun ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh buaya di antaranya adalah sebagai berikut:

Buaya. Foto: Freepik
  • Panjang tubuh buaya rata-rata 5-7 m dengan berat melebihi 1.200 kg. Walaupun demikian, bayi-bayi buaya hanya berukuran sekitar 20 cm ketika menetas dari telur.

  • Memilki ekor yang panjang dan kuat, yang dapat membantunya berenang cepat untuk mengejar mangsanya.

  • Hidungnya memiliki katup dan akan menutup ketika berenang.

  • Memiliki rahang yang kuat, gigi taring yang tajam, dan moncong yang panjang untuk menangkap mangsa dan merobek daging.

  • Gigi buaya bisa mencapai 30-40 buah pada setiap rahangnya dan dapat tersambung ketika menutup mulut.

  • Kulit pada bagian atas tubuh buaya dilapisi oleh sisik yang kasar serta keras seperti batu.

  • Spesies buaya terbesar adalah buaya muara, yang hidup di wilayah Asia Tenggara hingga ke Australia Utara.

Selain ciri di atas, Dhiyaulhaq juga menjelaskan dalam buku RPAL Plus SD Kelas 3, 4, 5, & 6 bahwa ciri-ciri buaya, yakni:

1. Hewan berdarah dingin

Buaya merupakan hewan berjenis poikiloterm atau berdarah dingin. Bahkan, buaya kerapkali disebut sebagai hewan reptil berdarah dingin yang paling kuat. Karenanya, buaya memiliki suhu badan yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

2. Hewan karnivora

Buaya termasuk hewan karnivora atau pemakan daging. Inilah alasan kenapa perilaku buaya dikategorikan sebagai hewan buas. Jenis makanan buaya di antaranya adalah burung, mamalia, atau bahkan hewan melata lain yang berada di area tempat tinggalnya.

3. Berkembang biak dengan bertelur

Buaya adalah jenis reptil yang berkembang biak dengan cara bertelur. Biasanya, sebelum buaya betina mengeluarkan telurnya, hewan ini akan membuat sarang terlebih dahulu. Kedalaman sarangnya bisa mencapai 10 kaki.

Hal tersebut dilakukan olehnya karena selain jumlah telur cukup banyak, juga untuk mencegah pencurian dari predator pemangsa. Meski demikian, tidak semua telur buaya dapat bertahan hidup hingga sukses menetas.

Bahkan menurut para peneliti, telur yang akhirnya dapat berubah menjadi anak buaya hanya mencapai 20% saja dari jumlah 100 telur. Sebab, perkembangbiakan ini sangat ditentukan oleh suhu di lingkungan tersebut. Jika di sekitar sarang telur buaya suhunya terlalu dingin, penetasan tidak maksimal, begitu juga sebaliknya.

4. Bernapas menggunakan paru-paru

Meski sebagian besar hidupnya berada di air, buaya merupakan hewan yang bernapas dengan paru-paru dan tidak memiliki insang. Selain itu, hewan buas ini juga hanya mampu bernapas di dalam air selama dua jam.

Hal ini disebabkan oleh posisi langit-langit mulut buaya yang letaknya di perbatasan antara tenggorokan dengan kerongkongan. Maka tak heran, buaya dapat berenang walau dengan mulut terbuka, dan air yang masuk ke dalam mulut pun tidak akan tertelan.

5. Mempunyai tiga kelopak mata

Ciri yang unik dari buaya, yakni memiliki tiga kelopak mata. Dua lapisan pertama kelopak mata berfungsi untuk melihat ketika buaya sedang berada di daratan, sedangkan kelopak pada lapisan ketiga digunakan ketika buaya sedang di dalam air.

Klasifikasi Buaya

Buaya. Foto: Freepik

Secara ilmiah, klasifikasi buaya menurut buku Rahasia Buaya terbitan Elex Media Komputindo adalah sebagai berikut:

  • Kerajaan: Animalia.

  • Filum: Chordata.

  • Kelas: Sauropsida.

  • Ordo: Crocodilia.

  • Famili: Crocodylidae.

  • Genera: Mecistops, Crocodylus, dan Osteolaemus.

Jenis-Jenis Buaya

Di bawah ini adalah beberapa jenis buaya paling berbahaya di dunia bagi manusia, sebagaimana disadur dari laman Britannica:

1. Buaya Nil

Buaya nil atau yang memiliki nama latin Crocodylus niloticus sebagian besar hidupnya berada di wilayah Afrika (kecuali Sahara) dan sebagian Madagaskar. Buaya nil termasuk salah satu jenis buaya yang paling berbahaya di dunia.

Keganasan Buaya nil dibuktikan oleh data yang menyebutkan bahwa hewan ini telah melakukan lebih dari 300 serangan terhadap manusia per tahunnya. Buaya ini dapat ditemukan di danau serta perairan air tawar atau payau. Ukuran tubuhnya juga terbilang besar, yakni bisa mencapai 5-6 meter.

2. Buaya Air Asin

Nama latin buaya ini adalah Crocodylus porosus. Tak hanya ganas memangsa, Buaya air asin juga menjadi salah satu hewan reptil terbesar di dunia. Diketahui bahwa panjang buaya air asin bisa mencapai 6,5-7 meter dengan berat hingga 1.000 kg lebih.

Buaya air asin dapat ditemukan di wilayah India Timur, Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Australia Utara. Meski disebut buaya air asin, spesies ini juga kerap ditemukan hidup di perairan payau dan aliran air tawar serta rawa-rawa.

Maka dari itu, buaya air asin di Indonesia juga dikenal dengan nama buaya muara. IUCN melaporkan bahwa pada 2000 dan 2007, buaya air asin telah melakukan hampir 30 serangan terhadap manusia.

Buaya. Foto: Freepik

3. Alligator Amerika

Alligator Amerika atau Alligator mississippiensis berasal dari wilayah Gulf Coast, Amerika Serikat. Buaya jenis ini biasanya dapat ditemukan di lingkungan air tawar.

Meski terbilang berbahaya, kebanyakan buaya ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari buaya pada umumnya, yakni sekitar 4-4,5 meter. Pada 2000 dan 2007, disebutkan bahwa serangan alligator Amerika kepada manusia rata-rata di bawah 11 persen per tahun dengan kematian kurang dari 10 persen.

4. Gharial Buaya

Gharial atau Gavialis gangeticus adalah buaya yang mendiami sungai-sungai di wilayah India utara dan Nepal. Ciri buaya jenis ini dapat dilihat dari bentuk rahangnya yang panjang, sangat ramping, dan bergigi tajam.

Tidak hanya menyerang manusia, Buaya Gharial diketahui juga pernah memakan mayat yang mengapung saat upacara pemakaman di Sungai Gangga.

5. Buaya Amerika

Sesuai namanya, Buaya Amerika atau Crocodylus acutus berhabitat di perairan wilayah Amerika, seperti Florida selatan, Meksiko selatan, pulau-pulau Karibia, hingga Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara.

Pada 2008 dan 2013, menurut catatan CrocBITE, setidaknya terdapat 90 serangan buaya Amerika terhadap manusia dan mengakibatkan 20 kematian.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Buaya adalah binatang apa?

chevron-down

Ciri-ciri buaya umumnya adalah bertubuh besar serta dapat hidup di dua alam, yakni air dan darat.

Apa ciri-ciri dari buaya?

chevron-down

Ciri-ciri buaya, yaitu hewan berdarah dingin, karnivora, berkembang biak dengan bertelur, bernapas menggunakan paru-paru, dan mempunyai tiga kelopak mata.

Apa fungi tiga kelopak mata buaya?

chevron-down

Dua lapisan pertama kelopak mata berfungsi untuk melihat ketika buaya sedang berada di daratan, sedangkan kelopak pada lapisan ketiga digunakan ketika buaya sedang di dalam air.