Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Filum Coelenterata, Klasifikasi, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Filum Coelenterata. Unsplash/Travis Beck
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Filum Coelenterata. Unsplash/Travis Beck

Ciri-ciri filum Coelenterata adalah salah satu topik penting dalam dunia biologi yang perlu dipahami.

Coelenterata, juga dikenal sebagai hewan berongga, memiliki beberapa karakteristik unik yang membedakan mereka dari filum lainnya.

Artikel ini akan membahas secara mendalam ciri-ciri filum Coelenterata, termasuk struktur tubuh, cara reproduksi, klasifikasi, dan contohnya.

Daftar isi

Apa itu Filum Coelenterata

Ilustrasi Ciri-Ciri Filum Coelenterata. Unsplash/Sebastian Pena Lambarri

Berdasarkan laman ugm.ac.id, Coelenterata yang sekarang dikenal sebagai Cnidaria adalah filum hewan invertebrata yang hidup terutama di lingkungan perairan, baik di laut maupun air tawar.

Hewan dalam filum ini memiliki tubuh yang simetris radial, artinya bagian-bagian tubuh mereka tersusun seimbang di sekitar titik pusat.

Struktur tubuh Coelenterata terdiri dari dua lapisan sel, yaitu epidermis (lapisan luar) dan gastrodermis (lapisan dalam), dengan mesoglea yang merupakan zat seperti jeli di antara keduanya.

Ciri utama dari Coelenterata adalah adanya cnidocytes, yaitu sel khusus yang digunakan untuk menangkap mangsa dan mempertahankan diri.

Cnidocytes mengandung nematosista, struktur yang dapat menyengat atau melumpuhkan mangsa dengan cepat. Filum ini mencakup beberapa bentuk organisme, seperti ubur-ubur, anemon laut, dan karang.

Coelenterata memiliki dua bentuk tubuh dasar, yakni: polip dan medusa. Polip umumnya melekat pada substrat dan hidup menetap, sedangkan medusa berbentuk seperti payung dan dapat bergerak bebas di air.

Selain itu, Coelenterata dikenal memiliki kemampuan untuk bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual, tergantung pada jenis spesiesnya.

Hewan dalam filum ini memiliki rongga gastrovaskular, yang berfungsi untuk mencerna makanan dan menyebarkan nutrisi ke seluruh tubuh.

Hewan Coelenterata tidak memiliki sistem organ yang kompleks seperti jantung atau otak, tetapi tetap mampu menjalankan fungsi vital melalui jaringan saraf yang sederhana.

Ciri-Ciri Filum Coelenterata (Cnidaria)

Ilustrasi Ciri-Ciri Filum Coelenterata. Unsplash/NOAA

Ciri-ciri filum Coelenterata sangat mudah dipahami dan dikenal. Coelenterata atau Cnidaria adalah kelompok hewan invertebrata sederhana yang hidup di lingkungan perairan.

Kelompok ini mencakup sekitar 9.000 spesies yang tersebar di lautan dan beberapa di perairan tawar. Meskipun mereka sederhana dalam struktur, mereka memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya unik dibandingkan dengan filum lain.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri Coelenterata:

1. Simetri Radial

Coelenterata memiliki tubuh yang simetris radial, artinya bagian-bagian tubuh mereka tersusun seimbang di sekitar titik pusat.

Hal ini memungkinkan mereka merespons rangsangan dari segala arah secara efisien. Simetri ini juga mendukung gaya hidup mereka yang sering kali stasioner atau bergerak perlahan di air.

2. Dua Bentuk Tubuh: Polip dan Medusa

Coelenterata memiliki dua bentuk tubuh utama:

  • Polip: bentuk tubuh yang berdiri tegak, melekat pada substrat, dan biasanya hidup menetap. Contohnya adalah anemon laut dan karang. Polip memiliki mulut di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel.

  • Medusa: bentuk tubuh yang menyerupai payung dan bebas berenang di air. Ubur-ubur adalah contoh bentuk medusa. Mulutnya berada di bagian bawah dan dikelilingi oleh tentakel.

3. Diploblastik dengan Lapisan Tubuh Sederhana

Coelenterata merupakan hewan diploblastik, artinya tubuh mereka terbentuk dari dua lapisan sel utama:

  • Epidermis: Lapisan luar yang melindungi tubuh.

  • Gastrodermis: Lapisan dalam yang melapisi rongga pencernaan (gastrodermis).

Di antara kedua lapisan ini terdapat mesoglea, suatu zat seperti jeli yang berfungsi sebagai penyangga dan memberikan bentuk pada tubuh.

4. Rongga Gastrovaskular

Salah satu ciri utama Coelenterata adalah adanya rongga gastrovaskular. Rongga ini berfungsi ganda sebagai saluran pencernaan dan tempat distribusi nutrisi ke seluruh tubuh.

Coelenterata tidak memiliki sistem pencernaan yang kompleks seperti hewan tingkat tinggi, sehingga pencernaan makanan terjadi baik di luar sel (ekstraseluler) di dalam rongga ini, maupun di dalam sel (intraseluler).

5. Cnidocytes dan Nematocysts

Ciri khas Coelenterata yang paling mencolok adalah keberadaan cnidocytes, yaitu sel penyengat yang terdapat pada tentakel dan digunakan untuk menangkap mangsa atau mempertahankan diri.

Cnidocytes mengandung organel khusus yang disebut nematosista, yang dapat melontarkan racun atau filamen yang lengket ketika disentuh.

Nematocysts sangat penting untuk melumpuhkan atau menangkap mangsa, serta sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator.

6. Sistem Saraf Sederhana

Coelenterata memiliki sistem saraf yang sangat sederhana, berupa jaringan saraf difus tanpa adanya otak atau pusat kendali utama.

Sistem saraf ini terdiri dari sel-sel saraf yang tersebar di seluruh tubuh, terutama di sekitar mulut dan tentakel, yang memungkinkan untuk merespons rangsangan dari lingkungan.

7. Tidak Memiliki Sistem Respirasi, Ekskresi, dan Sirkulasi

Karena struktur tubuh yang sederhana, filum Coelenterata tidak memiliki sistem organ seperti sistem pernapasan, ekskresi, atau sirkulasi. Sebagai gantinya, proses pertukaran gas dan ekskresi produk sisa terjadi melalui difusi langsung melalui dinding tubuh mereka yang tipis.

8. Reproduksi Seksual dan Aseksual

Coelenterata memiliki siklus hidup yang unik, yang melibatkan reproduksi seksual dan aseksual. Polip biasanya bereproduksi secara aseksual melalui pembentukan tunas (budding), di mana tunas kecil berkembang menjadi individu baru yang menempel pada induk.

Bentuk medusa, di sisi lain, lebih sering melakukan reproduksi seksual, di mana menghasilkan gamet (sel kelamin) yang dilepaskan ke air. Fertilisasi biasanya terjadi di air, dan hasilnya adalah larva yang disebut planula.

9. Polimorfisme

Beberapa spesies Coelenterata menunjukkan polimorfisme, yaitu kemampuan untuk memiliki lebih dari satu bentuk tubuh selama siklus hidupnya.

Contohnya, beberapa spesies karang dapat hidup sebagai polip, sementara ubur-ubur memiliki siklus hidup yang melibatkan perubahan antara bentuk polip dan medusa.

10. Miliki Peran Ekologi

Coelenterata, khususnya karang, berperan penting dalam ekosistem laut. Terumbu karang, yang dibentuk oleh koloni karang, menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut dan merupakan salah satu ekosistem yang paling produktif di dunia.

Namun, terumbu karang saat ini berada dalam ancaman akibat pemanasan global dan polusi laut, yang menyebabkan fenomena pemutihan karang.

Dengan berbagai ciri ini, Coelenterata adalah kelompok hewan yang sederhana namun memiliki adaptasi yang luar biasa untuk hidup di lingkungan perairan. Kelompok ini memainkan peran penting dalam ekologi laut dan memberikan wawasan penting dalam studi biologi evolusioner.

Contoh dan Klasifikasi Filum Coelenterata

Ilustrasi Ciri-Ciri Filum Coelenterata. Unsplash/NOAA

Coelenterata diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas utama berdasarkan ciri-ciri morfologi dan siklus hidupnya. Berikut adalah penjelasan lebih mendalam tentang klasifikasinya beserta contoh hewan dari masing-masing kelas:

1. Hydrozoa

Hydrozoa adalah kelas yang mencakup hewan-hewan yang memiliki bentuk tubuh polip dan medusa dalam siklus hidupnya.

Beberapa spesies dari Hydrozoa dapat hidup dalam bentuk koloni, sementara yang lain hidup secara soliter.

Hewan dalam kelas ini dapat ditemukan di laut dan air tawar. Contoh terkenal dari kelas Hydrozoa adalah hydra yang hidup di air tawar, dan Physalia physalis, yang dikenal sebagai ubur-ubur api atau Portuguese man o’ war.

Physalia memiliki polip dan medusa yang hidup dalam koloni terapung di atas permukaan air, dengan tentakel panjang beracun yang digunakan untuk menangkap mangsa dan melindungi diri dari pemangsa.

Kebanyakan Hydrozoa dapat bergerak melalui kontraksi tubuh yang berfungsi seperti jet, sementara beberapa spesies lainnya menetap di dasar laut. Mereka juga memiliki kemampuan regenerasi yang cukup baik, terutama pada spesies hydra.

2. Scyphozoa

Scyphozoa sering disebut sebagai “ubur-ubur sejati” karena hampir sepenuhnya hidup dalam bentuk medusa, yang mendominasi dalam siklus hidupnya.

Organisme dalam kelas ini semuanya hidup di laut, dan mereka terkenal dengan tubuh berbentuk payung atau lonceng yang besar.

Scyphozoa biasanya berenang bebas di laut terbuka, dan beberapa spesies dapat menyebabkan sengatan yang berbahaya bagi manusia. Contoh dari kelas ini adalah Aurelia aurita (ubur-ubur bulan) dan Rhizostoma.

Pada Scyphozoa, tahap polip biasanya singkat atau bahkan tidak ada. Tubuh mereka dilengkapi dengan mesoglea, lapisan gelatin di antara lapisan tubuh, yang memberi mereka kemampuan untuk berenang dengan kontraksi tubuh yang lembut.

3. Anthozoa

Kelas Anthozoa hanya memiliki bentuk tubuh polip dan tidak mengalami tahap medusa dalam siklus hidupnya.

Sebagian besar spesies dalam kelas ini hidup secara soliter atau dalam koloni, dan mereka semua tinggal di habitat laut.

Anthozoa terkenal dengan kemampuannya membentuk terumbu karang melalui sekresi kalsium karbonat, seperti yang ditemukan pada koral batu.

Selain itu, beberapa spesies, seperti anemon laut adalah contoh hewan soliter yang tidak membentuk koloni. Contoh dari kelas ini termasuk Metridium (anemon laut), Tubipora (karang pipa organ), dan Xenia.

Anthozoa adalah kelas yang sangat penting dalam ekosistem laut karena kontribusinya terhadap pembentukan terumbu karang, yang berperan sebagai habitat bagi banyak organisme laut lainnya.

Sebagai tambahan, banyak spesies Anthozoa memiliki warna yang mencolok dan beragam, dari merah, biru, hingga ungu, yang membuatnya menjadi pemandangan menarik di lautan.

Kesimpulannya, klasifikasi Coelenterata dibagi menjadi tiga kelas utama berdasarkan bentuk tubuh dan siklus hidupnya: Hydrozoa yang dapat memiliki bentuk polip dan medusa, Scyphozoa yang sebagian besar berada dalam bentuk medusa, dan Anthozoa yang hanya memiliki bentuk polip.

Setiap kelas memiliki peran penting dalam ekosistem laut, baik sebagai predator, pemangsa, atau pembentuk habitat penting seperti terumbu karang.

Baca juga: Ciri-Ciri Filum Mollusca, Pengertian, dan Contohnya

Itulah penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri filum Coelenterata yang menjadi pembahasan menarik pada pelajaran biologi. (Andi)