Ciri-Ciri Hidup Rukun: Tolong Menolong hingga Menjalin Tali Silaturahmi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hidup rukun dapat diartikan sebagai hidup saling menghormati dan tidak ada perselisihan di dalamnya. Menciptakan kehidupan yang rukun merupakan sebuah keharusan bagi setiap kalangan, tanpa pengecualian.
Hidup rukun harus dibiasakan melalui perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Melalui hidup rukun, kehidupan manusia menjadi lebih aman, nyaman, dan damai.
Ketika antarmanusia mampu hidup rukun, tidak ada ketakutan yang menghampiri ketika mereka harus beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain.
Lantas, apa saja ciri-ciri hidup rukun yang tercipta dalam kehidupan bermasyarakat? Apa saja contoh hidup rukun yang dapat tercermin melalui perilaku sehari-hari? Selengkapnya ada di penjelasan berikut ini.
Ciri-Ciri Hidup Rukun
Mengutip buku Cara Mudah Menghadapi Ujian Akhir Sekolah Sekolah Dasar oleh Tim Matrix Media Literata (2007: 03), ciri-ciri hidup rukun, yaitu:
1. Sikap Saling Tolong Menolong
Menolong orang lain bukan hanya dalam bentuk harta atau materi saja, tetapi bisa dalam bentuk tenaga dan pikiran. Selain mendapatkan pahala, menolong orang lain juga akan memberikan kesenangan bagi diri sendiri.
Ini karena merasa sudah bermanfaat bagi orang lain. Demikian juga dengan orang yang ditolong, mereka akan merasa senang karena kebutuhannya dapat terpenuhi.
2. Saling Menghormati dan Menghargai
Sikap saling menghormati dan menghargai dalam kehidupan bermasyarakat penting dilakukan, supaya tidak ada perpecahan di dalamnya.
Contoh sikap saling menghormati dan menghargai yang paling mudah dilaksanakan, yaitu menjunjung tinggi toleransi terhadap orang lain yang memiliki perbedaan suku, ras, agama, dan adat istiadat.
3. Mengutamakan Kepentingan Umum
Penting untuk mendahulukan kepentingan orang banyak dan masyarakat di atas kepentingan diri sendiri/golongan. Sebab, konflik akan mudah muncul jika masing-masing orang masih mementingkan dirinya sendiri daripada orang lain.
Individu harus membuang jauh-jauh egonya, sebab manusia tidak akan dapat hidup sendirian. Manusia hidup berdampingan dengan manusia lainnya agar kehidupannya berjalan dengan penuh kerukunan.
4. Menjalin Tali Silaturahmi
Ketika menjalin silaturahmi, seseorang akan bertemu orang lain yang memiliki perbedaan latar belakang. Hal ini yang melatih seseorang untuk lebih mengerti dan memahami perbedaan itu.
Bagaimana seseorang bisa membaur dan hidup berdampingan dengan perbedaan tersebut, hingga akhirnya menciptakan kehidupan yang rukun, damai, dan sentosa.
Contoh Hidup Rukun
Mengutip buku Pintar Sekolah Dasar Kelas 2 terbitan Divisi Terpadu (2008: 10), berikut contoh perilaku yang mencerminkan hidup rukun di lingkungan rumah, sekolah, hingga masyarakat.
Hidup Rukun di Rumah
Bermain dengan kakak dan adik
Makan bersama keluarga
Meminjamkan adik mainan
Membantu meringankan pekerjaan rumah
Belajar bersama anggota keluarga
Hidup Rukun di Sekolah
Melaksanakan piket secara bersama
Bermain dengan teman
Berbagi kue dengan teman
Membantu teman yang kesulitan saat bekerja kelompok
Menghormati sesama teman dengan cara tidak memusuhi, tidak mengejek, dan tidak mengganggunya
Hidup Rukun di Masyarakat
Kerja bakti di kampung
Mengikuti kegiatan rapat RT
Membantu tetangga yang terkena musibah
Menjenguk tetangga yang sakit
Jika berbuat salah, segera meminta maaf
Menghormati orang yang lebih tua
Menghargai warga yang memiliki perbedaan suku dan agama
(VIO)
