Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Teks Prosedur Lengkap dengan Pengertiannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Prosedur. Foto: Unsplash/pashapixel.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Prosedur. Foto: Unsplash/pashapixel.

Teks prosedur adalah jenis teks yang berfungsi untuk memberikan panduan atau instruksi tentang cara melakukan suatu kegiatan atau mencapai suatu tujuan secara berurutan. Salah satu ciri-ciri teks prosedur adalah menggunakan kalimat imperatif atau perintah.

Dalam kehidupan sehari-hari, mudah sekali menemukan teks prosedur. Seperti pada setiap bungkus makanan ada teks prosedurnya. Selain itu juga pada resep masakan, petunjuk penggunaan obat, dan lain sebagainya, terdapat teks prosedural.

Daftar isi

Ciri-ciri Teks Prosedur

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Prosedur, Foto: Unsplash/grivina.

Dikutip dari buku Teks Prosedur dan Teks Eksposisi karya Arnia Aulia (2022: 7), teks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk atau instruksi secara jelas dan sistematis untuk melakukan atau cara membuat sesuatu.

Teks ini menyusun langkah-langkah secara berurutan agar prosesnya dapat diikuti dengan tepat dan efisien. Biasanya, teks prosedur digunakan untuk menjelaskan cara mengoperasikan alat, memasak, atau melaksanakan suatu aktivitas.

Untuk mengetahui mana teks prosedur atau bukan, inilah ciri-ciri teks prosedur:

1. Menggunakan Pola Kalimat Perintah (Imperatif)

Kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung makna meminta atau memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu. Misalnya:

  • Tolong matikan keran air itu!

  • Jangan membuat ribut, anak-anak!

  • Saya minta kerjakan tugasmu tepat waktu!

Contohnya, dalam resep masakan, instruksi seperti "tumis bawang hingga harum" atau "rebus air hingga mendidih" menggunakan kata kerja imperatif. Kata-kata ini digunakan agar pembaca tahu tindakan apa yang harus diambil tanpa keraguan.

Dalam teks prosedur, penggunaan kata kerja imperatif sangat penting karena berfungsi sebagai panduan utama bagi pembaca untuk mengikuti setiap langkah dengan benar.

2. Menggunakan Kalimat yang Jelas dan Langsung

Teks prosedur menggunakan kalimat yang jelas, langsung, dan mudah dipahami. Hal ini bertujuan agar instruksi dapat diikuti tanpa kebingungan.

Kalimat dalam teks prosedur cenderung singkat dan to the point agar pembaca tidak bingung dengan penjelasan yang terlalu panjang atau kompleks.

Misalnya, kalimat seperti "Potong sayuran menjadi ukuran kecil" lebih mudah dipahami daripada kalimat yang panjang dan berbelit-belit.

Kalimat yang langsung memberikan instruksi membantu pembaca untuk lebih cepat memahami langkah-langkah yang harus diambil tanpa perlu memproses informasi yang terlalu banyak atau rumit.

3. Menggunakan Kata Penghubung (Konjungsi Kronologis)

Teks prosedur juga menggunakan kata penghubung atau konjungsi kronologis untuk menunjukkan urutan langkah-langkah yang harus diikuti.

Kata penghubung ini membantu menyusun instruksi secara logis dan berurutan, sehingga pembaca dapat mengikuti alur dengan benar.

Beberapa contoh konjungsi kronologis yang sering digunakan dalam teks prosedur adalah "pertama," "kemudian," "setelah itu," "selanjutnya," dan "terakhir."

Kata penghubung ini sangat penting karena teks prosedur berfokus pada urutan langkah-langkah. Tanpa konjungsi kronologis, pembaca akan kesulitan menentukan langkah mana yang harus dilakukan terlebih dahulu dan mana yang dilakukan berikutnya.

Misalnya, dalam panduan memasak, konjungsi seperti "setelah itu" atau "lalu" digunakan untuk menunjukkan urutan yang tepat, sehingga masakan yang dihasilkan sesuai dengan harapan.

4. Terdapat Tujuan yang Jelas

Teks prosedur selalu memiliki tujuan yang jelas. Tujuan ini biasanya dijelaskan di bagian awal teks, agar pembaca mengetahui hasil apa yang diharapkan setelah mengikuti seluruh langkah.

Misalnya, dalam resep masakan, tujuan bisa berupa "Cara Membuat Kue Cokelat yang Lembut dan Enak." Dengan mengetahui tujuan sejak awal, pembaca dapat memahami konteks dari langkah-langkah yang disediakan.

Tujuan yang jelas juga membantu membatasi ruang lingkup teks prosedur, sehingga langkah-langkah yang diberikan tidak keluar dari konteks. Hal ini penting agar pembaca tetap fokus pada tujuan dan tidak teralihkan oleh informasi yang tidak relevan.

5. Menggunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Bahasa yang digunakan dalam teks prosedur biasanya sederhana dan mudah dipahami oleh khalayak umum.

Penggunaan istilah teknis atau bahasa yang sulit hanya akan mempersulit pembaca dalam mengikuti instruksi. Oleh karena itu, teks prosedur cenderung menggunakan bahasa yang langsung, sederhana, dan tidak ambigu.

Selain itu, jika teks prosedur memang membutuhkan istilah teknis, maka penjelasan tambahan sering kali disertakan agar pembaca lebih mudah memahaminya.

Misalnya, dalam instruksi penggunaan alat elektronik, istilah seperti "kalibrasi" mungkin disertai dengan penjelasan agar pembaca yang tidak akrab dengan istilah tersebut dapat memahaminya.

6. Menyertakan Detail untuk Setiap Langkah

Setiap langkah dalam teks prosedur diberikan secara rinci agar pembaca memahami dengan jelas apa yang harus dilakukan. Detail ini mencakup informasi yang relevan, seperti waktu, ukuran, atau kondisi yang diperlukan untuk setiap langkah.

Contohnya, "Rebus air hingga mendidih selama 10 menit" memberikan informasi mengenai durasi yang dibutuhkan untuk merebus air.

Detail yang jelas membantu memastikan bahwa hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Jika langkah-langkah disajikan secara ambigu atau kurang rinci, pembaca mungkin salah menafsirkan instruksi dan menyebabkan hasil yang tidak sesuai.

Kaidah Bahasa Teks Prosedur

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Prosedur, Foto: Unsplash/lemono.

Teks prosedur memiliki kaidah bahasa yang khas yang membedakannya dari jenis teks lainnya.

Kaidah bahasa ini penting untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang disajikan dalam teks dapat dipahami dan diikuti dengan mudah. Berikut adalah kaidah bahasa teks prosedur:

1. Menggunakan Tiga Jenis Kalimat

Teks prosedur memiliki kaidah bahasa yang spesifik, dan salah satu aspek pentingnya adalah jenis kalimat yang digunakan. Ada tiga jenis kalimat yang digunakan, yaitu kalimat deklaratif, imperatif, dan interogatif.

a. Kalimat deklaratif adalah kalimat yang menyatakan informasi atau fakta. Dalam teks prosedur, kalimat ini digunakan untuk memberikan penjelasan atau keterangan mengenai langkah-langkah yang harus diambil. Kalimat ini biasanya berbentuk pernyataan.

b. Kalimat imperatif adalah kalimat yang digunakan untuk memberikan instruksi atau perintah. Dalam teks prosedur, kalimat ini langsung mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan tertentu.

Penggunaan kalimat imperatif sangat penting untuk menyampaikan langkah-langkah dengan jelas dan tegas.

c. Kalimat interogatif digunakan untuk mengajukan pertanyaan. Dalam teks prosedur, kalimat ini dapat berfungsi untuk menggugah pemikiran pembaca atau untuk memastikan bahwa langkah-langkah tertentu telah dilakukan dengan benar.

2. Menggunakan Konjungsi

Dalam teks prosedur, konjungsi berfungsi untuk menghubungkan antar kalimat atau langkah, sehingga instruksi yang disampaikan menjadi lebih jelas dan mudah diikuti.

Konjungsi dapat membantu mengatur alur dan menunjukkan hubungan antara tindakan atau informasi.

3. Numeralia

Numeralia, atau kata bilangan, adalah komponen penting dalam teks prosedur karena berfungsi untuk mengurutkan langkah-langkah dalam suatu proses. Dengan menggunakan numeralia, penulis dapat memberikan instruksi yang terstruktur dan jelas.

4. Pronomina dan Verba

Pronomina adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan nama benda, orang, atau kelompok agar tidak terulang-ulang. Pronomina dapat mengacu pada subjek, objek, atau kepemilikan.

Sedangkan verba adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan, keadaan, atau peristiwa. Verba sangat penting dalam kalimat karena berfungsi sebagai predikat.

Contoh Teks Prosedur

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Prosedur. Foto: Unsplash/lemono.

Agar lebih paham mengenai teks prosedur, berikut adalah contoh yang bisa digunakan sebagai referensi.

Contoh 1: Cara Membuat Telur Dadar Sederhana

Tujuan: Membuat telur dadar yang lezat dan sederhana.

Bahan-bahan:

  • 2 butir telur,

  • 1/4 sendok teh garam,

  • 1/4 sendok teh merica bubuk,

  • 1 sendok makan bawang bombay, cincang halus (opsional),

  • 1 sendok makan daun bawang, iris tipis (opsional),

  • Minyak goreng secukupnya.

Alat-alat:

  • Mangkuk,

  • Garpu atau pengocok telur,

  • Wajan,

  • Spatula.

Langkah-langkah:

  • Pecahkan telur ke dalam mangkuk.

  • Tambahkan garam dan merica bubuk ke dalam mangkuk.

  • Kocok telur menggunakan garpu atau pengocok telur hingga berbuih dan semua bahan tercampur rata.

  • Panaskan sedikit minyak di atas wajan dengan api sedang.

  • Jika menggunakan, masukkan bawang bombay dan daun bawang ke dalam telur kocok, lalu aduk rata.

  • Tuang adonan telur ke dalam wajan yang sudah dipanaskan. Ratakan adonan agar menyebar ke seluruh permukaan wajan.

  • Masak telur hingga bagian bawahnya berwarna kecokelatan, kemudian balik dengan menggunakan spatula.

  • Masak hingga kedua sisi telur matang sempurna.

  • Angkat telur dadar dari wajan dan sajikan di piring.

Contoh 2: Cara Membuat Jus Alpukat Segar

Tujuan: Membuat jus alpukat yang segar dan nikmat.

Bahan-bahan:

  • 2 buah alpukat matang,

  • 2 sendok makan gula pasir,

  • 200 ml susu cair,

  • Es batu secukupnya.

Alat-alat:

  • Blender,

  • Sendok,

  • Gelas saji.

Langkah-langkah:

  • Belah alpukat menjadi dua dan keluarkan bijinya.

  • Kerok daging alpukat menggunakan sendok dan masukkan ke dalam blender.

  • Tambahkan gula pasir dan susu cair ke dalam blender.

  • Masukkan es batu secukupnya untuk memberikan sensasi dingin pada jus.

  • Blender semua bahan hingga halus dan tercampur rata.

  • Tuang jus alpukat ke dalam gelas saji dan siap dinikmati.

Baca Juga: Apa Itu Deflasi dalam Ekonomi? Ini Pengertian dan Pengaruhnya

Jadi, ciri-ciri teks prosedur yaitu menggunakan kalimat perintah atau imperatif, menggunakan konjungsi atau kata penghubung, kalimatnya harus jelas, dan lain sebagainya. (Umi)