Conditional Sentence dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Tipe, dan Comtohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak jenis teks dan kalimat dalam bahasa Inggris yang perlu diketahui dengan baik fungsi dan penggunaannya. Salah satunya adalah conditional sentence.
Terdapat 4 jenis yang masing-masing jenisnya menggunakan bentuk tenses yang berbeda. Namun, pada dasarnya semua jenis tersebut terdiri atas if clause dan main clause.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Conditional Sentence
Dikutip dari buku Intisari Lengkap English Grammar; Panduan Memahami Grammar Bahasa Inggris, Nur Rosita, S.Pd., (131), pengertian conditional sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupa condition (syarat) dan main clause berupa result atau consequence (hasil).
Secara sederhana dalam Bahasa Indonesia, jenis kalimat ini disebut juga sebagai kalimat pengandaian.
Ada empat tipe yang biasa digunakan, yaitu: tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan tipe 0. Condition pada conditional tipe 1 mungkin terjadi jika syarat dipenuhi (possibility), tipe 2 tidak atau hampir tidak mungkin dipenuhi (unreal in the present), tipe 3 tidak mungkin dipenuhi (unreal in the past), sedangkan tipe 0 selalu terwujud karena merupakan scientific fact atau kebenaran ilmiah.
Pola umum if conditional ini adalah sebagai berikut.
If + condition, result/ consequence (if berada di awal kalimat dan diikuti oleh tanda koma)
Result/consequence + if + condition (if berada di tengah kalimat dan tidak diikuti oleh tanda koma)
Tipe/Jenis
Berikut adalah tipe atau jenis kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris.
1. Zero Conditional atau Type 0
Zero conditional adalah conditional yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) selalu terwujud karena merupakan scientific fact (kebenaran ilmiah) atau general truth (kebenaran umum) yang merupakan habitual activity (kebiasaan). Bagian dependent clause (if + clause) dapat diawali oleh kata if atau when.
1. If ketika berada di awal kalimat, maka harus mengikuti rumus berikut.
if/when + condition, result/consequence
if/when + simple present, simple present
2. If ketika berada di tengah kalimat, maka harus mengikuti rumus berikut.
Result/consequence + if/when + condition
Simple present + if/when + simple present
Contoh Kalimat Type 0
If I sleep late, I am sleepy at work. (Jika saya tidur larut malam, saya mengantuk di tempat kerja)
If you dry fruits or vegetables, they lose their nutrient and calorie. (Jika kamu mengeringkan buah atau sayuran, mereka kehilangan nutrisi dan kalori.)
If one doesn't drink after doing exercise, one gets dehydrated. (Jika orang tidak minum setelah berolahraga, orang bakal dehidrasi.)
If we burn paper, does it become ash? (Jika kita membakar kertas, apakah kertas itu menjadi abu?)
2. Type 1
Pada conditional type 1, dapat mengungkapkan kondisi yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Kalimat ini familiar juga dengan sebutan future conditional type 1 karena menggunakan pola simple future tense.
Rumus conditional type 1 adalah If + Subject + Verb 1, Subject + Will + verb 1 + Complement.
Sebagai catatan, conditional type 1 ini bisa menggunakan selain will untuk mengungkapkan kondisi yang mungkin terjadi. Selain itu, juga bisa memakai can, may, atau shall.
Jadi, rumus conditinal sentence yang digunakan adalah subject + modal (will, can, may, shall) + verb 1.
Contoh Kalimat Type 1
If it rains tomorrow, we will stay at home. (Jika besok hujan, kami akan tinggal di rumah).
If she studies hard, she will pass the exam. (Jika dia belajar dengan giat, dia akan lulus ujian)
If you finish your homework early, we can go to the movies tonight. (Jika kamu menyelesaikan pekerjaan rumahmu lebih awal, kita bisa pergi ke bioskop malam ini.)
If you drink a glass of milk before sleep, you sleep well. (Jika kamu minum segelas susu sebelum tidur, kamu akan tidur nyenyak).
If it rains, the road gets wet. (Jika hujan, jalanan menjadi basah).
If you stare at the sun too long, your eyes damage. (Jika kamu menatap matahari terlalu lama, maka matamu akan rusak).
When she goes on a trip, she always takes a lot of videos. (Ketika dia melakukan perjalanan, dia selalu mengambil banyak video).
If you heat the water to 110 degrees, it boils. (Jika kamu memanaskan air sampai 110 derajat, airnya akan mendidih).
3. Type 2
Conditional tipe 2 digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak realistis atau sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.
1. If ketika berada di awal kalimat, maka harus mengikuti rumus berikut.
If + condition, result/consequence
If + simple past, past future
2. If ketika berada di tengah kalimat, maka harus mengikuti rumus berikut.
Result/consequence + if + condition
Past future + if + simple past
Pada type 2, were digunakan menggantikan was meskipun subjek yang digunakan merupakan 3rd person pronoun (she, he, it) maupun kata benda tunggal.
Hal ini untuk menunjukkan bahwa pengandaiannya benar-benar hanya berupa khayalan semata karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi (present unreal situation).
Contoh Kalimat Type 2
If it rained tomorrow, I would sleep all day. (Jika besok hujan, saya akan tidur sepanjang hari.) Fakta: But I don't have much hope it will rain (tapi saya tidak punya cukup keyakinan bahwa besok akan hujan)
If Nisa studied hard, she would pass. (Jika Nisa belajar keras, dia akan lulus.) Fakta: But Nisa doesn't study hard (tetapi Nisa tidak belajar keras.)
If I had much money, I would buy a sport car. (Jika saya punya banyak uang, saya akan membeli sebuah mobil sport.) Fakta: But I don't have much money (tetapi saya tidak punya banyak uang)
If I were a millionaire, I would donate my money to charity. (Jika saya seorang millionaire, saya akan mendonasikan uang saya untuk amal.) Fakta: But I'm not a millionaire (tetapi saya bukan seorang milioner).
If Nisa studied hard, she wouldn't fail. (Jika Nisa belajar keras, dia tidak akan gagal.)
If Nisa didn't study hard, she would fail. atau Unless Nisa studied hard, she would fail. (Jika Nisa tidak belajar keras, dia akan gagal.)
If I were a millionaire, I wouldn't donate my money to charity. (Jika saya seorang jutawan, saya tidak akan menyumbangkan uang saya untuk amal).
If Nisa studied hard, would she pass? (Jika Nisa rajin belajar, apakah dia akan lulus?)
If you had much money, would you buy a sport car? (Jika Anda punya banyak uang, apakah Anda akan membeli mobil sport?)
If you were a millionaire, would you donate my money to charity? (Jika Anda seorang jutawan, apakah Anda akan menyumbangkan uang untuk amal?)
4. Type 3
Conditional type 3 adalah conditional yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak ada kemungkinan terwujud karena condition-nya harus sudah dipenuhi di masa lalu.
Syaratnya tidak mungkin terpenuhi karena terjadi di masa lampau, sehingga peristiwanya tidak mungkin terjadi. Kalimat ini digunakan untuk membicarakan harapan yang tidak terwujud di masa lalu.
1. If ketika berada di awal kalimat, maka harus mengikuti rumus berikut.
If + condition, result/consequence
If + past perfect, past future perfect
2. If ketika berada di tengah kalimat, maka harus mengikuti rumus berikut.
Result/consequence + if + condition
Past future perfect + if + past perfect
Contoh Kalimat Type 3
If you had remembered to invite me, I would have attended your party. (Jika kamu ingat mengundang saya, saya akan hadir di pestamu.) Fakta: But you didn't remember (tetapi kamu tidak ingat)
If I had given the interviewer really good answers, I might have got a higher position than you. (Jika saya memberi jawaban yang benar- benar bagus ke pewawancara, saya mungkin mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari kamu.) Fakta: But I didn't give really good answers. (tetapi saya tidak memberikan jawaban yang benar- benar bagus)
If the waitress had been careful, she wouldn't have broken many plates. (Jika pelayan tersebut hati-hati, dia tidak akan memecahkan banyak piring.) Fakta: But the waitress wasn't careful (tapi pelayan tersebut tidak hati-hati)
If he had asked you for forgiveness, would you have forgiven him? (Jika dia meminta maaf kepadamu, akankah kamu memaafkannya?) Fakta: But he didn't ask you for forgiveness (tetapi dia tidak meminta maaf)
Baca Juga: Conditional Sentence Type 3: Struktur dan Contoh Kalimatnya
Itulah penjelasan tentang conditional sentence. Semoga membantu dalam mempelajari salah satu pembelajaran bahasa Inggris yang satu ini. (glg)
