Contoh Frasa, Pengertian, dan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh frasa menjadi salah satu bagian dalam materi pelajaran Bahasa Indonesia. Frasa sangat penting untuk dipelajari. Karena akan terikat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam suatu kalimat yang digunakan berkomunikasi, tentunya mengandung frasa di dalamnya.
Mengutip dari Jurnal Arkhais, Khumairoh, dkk. (2022), Frasa ialah satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa, maksudnya adalah frasa itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa, yaitu S, P, O, dan Ket.
Frasa menjadi satuan sintaksis terendah atau terkecil. sintaksis sendiri adalah sebuah cabang ilmu linguistik yang membahas mengenai struktur internal kalimat. Frasa sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi sering kali tidak menyadarinya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Frasa dan Jenis-Jenisnya dalam Suatu Kalimat
Berikut adalah contoh frasa dan jenis-jenisnya dalam bahasa Indonesia yang perlu diketahui:
1. Frasa Verba
Frasa verba merupakan frasa yang memiliki verab inti atau inti kata kerja dalam unsur pembentukannya. Selain itu, frasa verba juga dapat difungsikan sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam sebuah kalimat.
Frasa verba mempunyai inti verba dan kata lain sebagai modifikator. Perlu diketahui bahwasannya unsur yang mengisi subjek, objek dan pelengkap tidak termasuk dalam frasa verba.
Dalam ilmu sintaksis, frasa verba bisa diberi kata “sedang” untuk verba aktif, dan kata “sudah” untuk verba keadaan.
Adapun jenis-jenis dari frasa verba antara lain sebagai berikut:
Frasa verba koordinatif
Frasa verba modifikatif
Frasa frasa verba apositif
Di bawah ini adalah contoh frasa verba:
Seorang siswa sedang menulis puisi di ruang kelas
Seorang siswa menulis puisi di ruang kelas
Frasa sedang menulis dalam kalimat di atas adalah gabungan dari kata sedang dan verba menulis. Maka, frasa sedang menulis termasuk kategori frasa verba.
Contoh frasa verba dengan lebih dari dua kata namun merupakan satuan bahasa dengan verba sebagai intinya sebagai berikut:
Matahari itu sudah tenggelam
Bapak saya sedang menanam padi
2. Frasa Nomina
Frasa nomina adalah frasa yang memiliki inti kata benda dalam unsur pembentukannya.
Selain itu frasa nomina juga dapat difungsikan sebagai pengganti dari kata benda. Frasa nominal bisa terdiri dari beberapa kata benda, akan tetapi ada jula frasa nomina yang terdiri dari kata benda dan kata dari kelas kata lain.
Inti dari frasa nomina adalah kata benda sedangkan kata lain yang menyertainya merupakan pewatas atau penjelas dari kata benda tersebut.
Tak hanya itu, frasa nomina dapat terdiri dari nomina dengan nomina maupun nomina dengan kata dari kelas kata lain.
Berikut adalah bentuk-bentuk frasa nomina:
Nomina + Nomina yaitu seluruh kata yang terdapat pada frasa berupa kata dari kelas kata nomina. Contohnya:
Kakakku tidak tahu dimana kamar tamu berada.
Aril mencari kertas kado.
Nomina + Verba berarti frasa nomina disusun dari kata benda yang didampingi kata kerja sebagai modifikatornya. Contohnya:
Irwan membawa kotak bekal.
Nabila merupakan siswa baru di sekolahnya.
Nomina + Adjektiva yakni frasa nomina yang dibentuk dari kata benda yang diikuti kata sifat sebagai modifikatornya. Contohnya:
Anto rajin belajar agar tidak menjadi anak bodoh.
Tante datang bersama anak perempuannya.
Nomina + Numeralia yakni frasa nomina yang dibentuk dari kata benda yang didampingi kata bilangan. Contohnya:
Arty membawa lima permen.
Nita merupakan orang pertama yang masuk final.
Nomina didahului kata sandang si atau sang. Contohnya:
Si Rambut gondrong adalah tokoh favoritku.
Sang permaisuri telah tiba.
3. Frasa Adjektiva
Frasa adjektiva adalah frasa yang memiliki inti berupa kata sifat dalam unsur pembentukannya. Frasa ini terdiri dari inti dan pewatas atau penjelas.
Inti dari frasa adjektiva berupa adjektiva atau kata sifat dan pewatas atau penjelas berupa kelas kata lain, biasanya adverbia atau kata keterangan, verba atau kata kerja, dan nomina atau kata benda.
Berikut adalah jenis-jenis dari frasa adjektiva:
Frasa Adjektiva koordinatif
Frasa adjektiva koordinatif tersusun atas dua kata inti yang saling melengkapi.
Adjektiva + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘pilihan’.
Hitam putih
Jauh dekat
Adjektiva + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘sangat’.
Tua renta
Muda belia
Adjektiva + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘himpunan’.
Tinggi kurus
Aman dan tentram
Adjektiva + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna ‘berkebalikan’ sehingga dapat disisipkan kata tetapi.
Repot tetapi menyenangkan
Murah tetapi bagus
Frasa Adjektiva Subordinatif
Frasa adjektiva subordinatif tersusun atas dua kata yang masing-masing katanya berfungsi sebagai inti dan pewatas atau penjelas.
Adjektiva + Nomina, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘seperti’. Unsur pertama mempunyai komponen makna (+warna), sedangkan unsur kedua mempunyai komponen makna (+perbandingan).
Merah hati
Biru laut
Adjektiva + Verba, unsur pertama mempunyai komponen makna (+sikap batin) dan unsur kedua mempunyai komponen makna (+tindakan atau kejadian).
Malu bertanya
Berani mati
Adverbia + Adjektiva, konstruksi ini mempunyai makna gramatikal ‘ingkar’. Unsur pertama memiliki komponen makna (+ingkar), sedangkan unsur kedua mempunyai komponen makna (+keadaan atau sikap batin).
Tidak takut
Bukan marah
Adverbia + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘derajat’. Unsur pertama mempunyai komponen makna (+derajat atau tingkat),(+keharusan), (+keselesaian), (+pembatasan), atau (+pengingkaran), sedangkan unsur kedua mempunyai komponen makna (+keadaan atau sifat).
Kurang bagus
Lebih pandai
Cukup baik
Agak pintar
Semakin muak
Harus sembuh
Belum siap
Hanya sedih
Tidak suka
Adjektiva + Adverbia, konstruksi ini mempunyai makna gramatikal ‘sangat’. Unsur pertama memiliki komponen makna (+keadaan), sedangkan unsur kedua mempunyai komponen makna (+paling), (+perulangan), (+penyertaan), atau (+pembatasan).
Lama sekali
Sakit lagi
Bagus juga
Malas saja
Konstruksi frasa adjektiva yang berupa idiom tidak bermakna leksikal dan juga tidak bermakna gramatikal. Beberapa idiom frasa adjektiva, antara lain:
Keras kepala
Keras hati
Tebal muka
Panjang tangan
Buah bibir
4. Frasa Adverbial
Frasa adverbial adalah frasa yang di dalamnya terkandung unsur inti kata keterangan dan juga dapat digunakan sebagai substitusi kata keterangan dalam suatu kalimat.
Frasa adverbia bertujuan untuk memodifikasi kalimat atau ekspresi lain yang didalamnya termasuk kata kerja atau verba, kata sifat atau adjektiva dan kata keterangan atau adverbia.
Terdapat dua jenis frasa adverbial, yaitu adverbia pelengkap dan adverbia pengubah. Contohnya:
Jono berlari dengan sangat lambat, keterangan sangat lambat adalah frasa adverbia yang memodifikasi kata kerja berlari. Jika dipelajari lebih dalam, kata sangat lambat juga terdiri dari dua adverbia yaitu sangat dan lambat.
Kata lambat sendiri memodifikasi kata kerja untuk menyampaikan informasi tentang cara berlari (misalnya, dia berlari dengan lambat atau dia berlari dengan cepat).
Sedangkan kata sangat mengubah tingkat informasi yang disampaikan, mengenai sejauh mana kegiatan berlari dengan lambat itu dilakukan (misalnya, Jono tidak hanya berlari dengan lambat, tetapi Jono terlihat seperti berjalan).
5. Frasa Numeralia
Frasa numeralia adalah frasa yang tersusun dari kata bilangan. Frasa numeralia menjelaskan jumlah, kuantitas, dan urutan dalam suatu deret.
6. Frasa Preposisional
Frasa preposisional adalah frasa yang di dalamnya terkandung preposisi dan objek preposisional yang bisa berperan menjadi kata keterangan dalam sebuah kalimat.
Pada dasarnya, frasa preposisional menunjukkan beberapa makna, antara lain:
‘Tempat’, seperti di sekolah, ke pasar dan pada tembok.
‘Asal arah’, seperti dari desa dan dari sungai
‘Asal bahan, seperti (cincin) dari perak, (kue) dari tepung gandum
‘Tujuan arah’, seperti ke Semarang, ke kota
‘Menunjukkan peralihan’, seperti kepada saya, (percaya) terhadap Tuhan
‘Perihal’, seperti tentang ekonomi, (terkenang) akan kebaikannya
‘Tujuan’, seperti untuknya, buatku
‘Sebab’, seperti karena, lantaran, sebab, gara-gara (kamu)
‘Penjadian, seperti oleh sebab, untuk itu
‘Kesertaan’, seperti denganmu’, dengannya
‘Cara', seperti dengan baik, dengan senang
‘Alat’, seperti dengan cangkul dan dengan traktor
‘Keberlangsungan’, seperti sejak kemarin, dari tadi, sampai besok, sampai nanti
‘Penyamaan’, seperti selaras dengan, sesuai dengan, sejalan dengan
‘Perbandingan’, seperti seperti dia, sebagai bandingan.
8. Frasa Endosentrik
Frasa endosentrik merupakan frasa yang mempunyai distribusi sama atau setara. Oleh karena itu, apabila salah satu unsur dihilangkan, frasa tersebut akan tetap dapat digunakan.
Contoh: Elsa mengendarai mobil Avanza
Frasa mobil Avanza pada kalimat di atas, meskipun salah satu unsurnya dihilangkan menjadi, "Elsa mengendarai mobil," maka makna dari kalimatnya tidak akan mengalami perubahan.
Demikian adalah penjelasan mengenai contoh frasa, pengertian, dan jenis-jenisnya dalam bahasa Indonesia yang dapat menambah informasi dan wawasan. (Nisa)
Baca juga: Kata Kerja Mental: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya
