Konten dari Pengguna

Contoh Frasa, Pengertian, dan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Frasa. Foto: Unsplash/Brett Jordan
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Frasa. Foto: Unsplash/Brett Jordan

Contoh frasa menjadi salah satu bagian dalam materi pelajaran Bahasa Indonesia. Frasa sangat penting untuk dipelajari. Karena akan terikat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam suatu kalimat yang digunakan berkomunikasi, tentunya mengandung frasa di dalamnya.

Mengutip dari Jurnal Arkhais, Khumairoh, dkk. (2022), Frasa ialah satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa, maksudnya adalah frasa itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa, yaitu S, P, O, dan Ket.

Frasa menjadi satuan sintaksis terendah atau terkecil. sintaksis sendiri adalah sebuah cabang ilmu linguistik yang membahas mengenai struktur internal kalimat. Frasa sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi sering kali tidak menyadarinya.

Daftar isi

Contoh Frasa dan Jenis-Jenisnya dalam Suatu Kalimat

Contoh Frasa. Foto: Unsplash/Leonardo Toshiro Okubo.

Berikut adalah contoh frasa dan jenis-jenisnya dalam bahasa Indonesia yang perlu diketahui:

1. Frasa Verba

Frasa verba merupakan frasa yang memiliki verab inti atau inti kata kerja dalam unsur pembentukannya. Selain itu, frasa verba juga dapat difungsikan sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam sebuah kalimat.

Frasa verba mempunyai inti verba dan kata lain sebagai modifikator. Perlu diketahui bahwasannya unsur yang mengisi subjek, objek dan pelengkap tidak termasuk dalam frasa verba.

Dalam ilmu sintaksis, frasa verba bisa diberi kata “sedang” untuk verba aktif, dan kata “sudah” untuk verba keadaan.

Adapun jenis-jenis dari frasa verba antara lain sebagai berikut:

  • Frasa verba koordinatif

  • Frasa verba modifikatif

  • Frasa frasa verba apositif

Di bawah ini adalah contoh frasa verba:

  1. Seorang siswa sedang menulis puisi di ruang kelas

  2. Seorang siswa menulis puisi di ruang kelas

Frasa sedang menulis dalam kalimat di atas adalah gabungan dari kata sedang dan verba menulis. Maka, frasa sedang menulis termasuk kategori frasa verba.

Contoh frasa verba dengan lebih dari dua kata namun merupakan satuan bahasa dengan verba sebagai intinya sebagai berikut:

  1. Matahari itu sudah tenggelam

  2. Bapak saya sedang menanam padi

2. Frasa Nomina

Frasa nomina adalah frasa yang memiliki inti kata benda dalam unsur pembentukannya.

Selain itu frasa nomina juga dapat difungsikan sebagai pengganti dari kata benda. Frasa nominal bisa terdiri dari beberapa kata benda, akan tetapi ada jula frasa nomina yang terdiri dari kata benda dan kata dari kelas kata lain.

Inti dari frasa nomina adalah kata benda sedangkan kata lain yang menyertainya merupakan pewatas atau penjelas dari kata benda tersebut.

Tak hanya itu, frasa nomina dapat terdiri dari nomina dengan nomina maupun nomina dengan kata dari kelas kata lain.

Berikut adalah bentuk-bentuk frasa nomina:

  • Nomina + Nomina yaitu seluruh kata yang terdapat pada frasa berupa kata dari kelas kata nomina. Contohnya:

  1. Kakakku tidak tahu dimana kamar tamu berada.

  2. Aril mencari kertas kado.

  • Nomina + Verba berarti frasa nomina disusun dari kata benda yang didampingi kata kerja sebagai modifikatornya. Contohnya:

  1. Irwan membawa kotak bekal.

  2. Nabila merupakan siswa baru di sekolahnya.

  • Nomina + Adjektiva yakni frasa nomina yang dibentuk dari kata benda yang diikuti kata sifat sebagai modifikatornya. Contohnya:

  1. Anto rajin belajar agar tidak menjadi anak bodoh.

  2. Tante datang bersama anak perempuannya.

  • Nomina + Numeralia yakni frasa nomina yang dibentuk dari kata benda yang didampingi kata bilangan. Contohnya:

  1. Arty membawa lima permen.

  2. Nita merupakan orang pertama yang masuk final.

  • Nomina didahului kata sandang si atau sang. Contohnya:

  1. Si Rambut gondrong adalah tokoh favoritku.

  2. Sang permaisuri telah tiba.

3. Frasa Adjektiva

Frasa adjektiva adalah frasa yang memiliki inti berupa kata sifat dalam unsur pembentukannya. Frasa ini terdiri dari inti dan pewatas atau penjelas.

Inti dari frasa adjektiva berupa adjektiva atau kata sifat dan pewatas atau penjelas berupa kelas kata lain, biasanya adverbia atau kata keterangan, verba atau kata kerja, dan nomina atau kata benda.

Berikut adalah jenis-jenis dari frasa adjektiva:

  1. Frasa Adjektiva koordinatif

    Frasa adjektiva koordinatif tersusun atas dua kata inti yang saling melengkapi.

    • Adjektiva + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘pilihan’.

      Hitam putih

      Jauh dekat

    • Adjektiva + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘sangat’.

      Tua renta

      Muda belia

    • Adjektiva + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘himpunan’.

      Tinggi kurus

      Aman dan tentram

    • Adjektiva + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna ‘berkebalikan’ sehingga dapat disisipkan kata tetapi.

      Repot tetapi menyenangkan

      Murah tetapi bagus

  2. Frasa Adjektiva Subordinatif

    Frasa adjektiva subordinatif tersusun atas dua kata yang masing-masing katanya berfungsi sebagai inti dan pewatas atau penjelas.

    • Adjektiva + Nomina, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘seperti’. Unsur pertama mempunyai komponen makna (+warna), sedangkan unsur kedua mempunyai komponen makna (+perbandingan).

      Merah hati

      Biru laut

    • Adjektiva + Verba, unsur pertama mempunyai komponen makna (+sikap batin) dan unsur kedua mempunyai komponen makna (+tindakan atau kejadian).

      Malu bertanya

      Berani mati

    • Adverbia + Adjektiva, konstruksi ini mempunyai makna gramatikal ‘ingkar’. Unsur pertama memiliki komponen makna (+ingkar), sedangkan unsur kedua mempunyai komponen makna (+keadaan atau sikap batin).

      Tidak takut

      Bukan marah

    • Adverbia + Adjektiva, konstruksi ini memiliki makna gramatikal ‘derajat’. Unsur pertama mempunyai komponen makna (+derajat atau tingkat),(+keharusan), (+keselesaian), (+pembatasan), atau (+pengingkaran), sedangkan unsur kedua mempunyai komponen makna (+keadaan atau sifat).

      Kurang bagus

      Lebih pandai

      Cukup baik

      Agak pintar

      Semakin muak

      Harus sembuh

      Belum siap

      Hanya sedih

      Tidak suka

    • Adjektiva + Adverbia, konstruksi ini mempunyai makna gramatikal ‘sangat’. Unsur pertama memiliki komponen makna (+keadaan), sedangkan unsur kedua mempunyai komponen makna (+paling), (+perulangan), (+penyertaan), atau (+pembatasan).

      Lama sekali

      Sakit lagi

      Bagus juga

      Malas saja

    Konstruksi frasa adjektiva yang berupa idiom tidak bermakna leksikal dan juga tidak bermakna gramatikal. Beberapa idiom frasa adjektiva, antara lain:

    • Keras kepala

    • Keras hati

    • Tebal muka

    • Panjang tangan

    • Buah bibir

4. Frasa Adverbial

Frasa adverbial adalah frasa yang di dalamnya terkandung unsur inti kata keterangan dan juga dapat digunakan sebagai substitusi kata keterangan dalam suatu kalimat.

Frasa adverbia bertujuan untuk memodifikasi kalimat atau ekspresi lain yang didalamnya termasuk kata kerja atau verba, kata sifat atau adjektiva dan kata keterangan atau adverbia.

Terdapat dua jenis frasa adverbial, yaitu adverbia pelengkap dan adverbia pengubah. Contohnya:

Jono berlari dengan sangat lambat, keterangan sangat lambat adalah frasa adverbia yang memodifikasi kata kerja berlari. Jika dipelajari lebih dalam, kata sangat lambat juga terdiri dari dua adverbia yaitu sangat dan lambat.

Kata lambat sendiri memodifikasi kata kerja untuk menyampaikan informasi tentang cara berlari (misalnya, dia berlari dengan lambat atau dia berlari dengan cepat).

Sedangkan kata sangat mengubah tingkat informasi yang disampaikan, mengenai sejauh mana kegiatan berlari dengan lambat itu dilakukan (misalnya, Jono tidak hanya berlari dengan lambat, tetapi Jono terlihat seperti berjalan).

5. Frasa Numeralia

Frasa numeralia adalah frasa yang tersusun dari kata bilangan. Frasa numeralia menjelaskan jumlah, kuantitas, dan urutan dalam suatu deret.

6. Frasa Preposisional

Frasa preposisional adalah frasa yang di dalamnya terkandung preposisi dan objek preposisional yang bisa berperan menjadi kata keterangan dalam sebuah kalimat.

Pada dasarnya, frasa preposisional menunjukkan beberapa makna, antara lain:

  1. ‘Tempat’, seperti di sekolah, ke pasar dan pada tembok.

  2. ‘Asal arah’, seperti dari desa dan dari sungai

  3. ‘Asal bahan, seperti (cincin) dari perak, (kue) dari tepung gandum

  4. ‘Tujuan arah’, seperti ke Semarang, ke kota

  5. ‘Menunjukkan peralihan’, seperti kepada saya, (percaya) terhadap Tuhan

  6. ‘Perihal’, seperti tentang ekonomi, (terkenang) akan kebaikannya

  7. ‘Tujuan’, seperti untuknya, buatku

  8. ‘Sebab’, seperti karena, lantaran, sebab, gara-gara (kamu)

  9. ‘Penjadian, seperti oleh sebab, untuk itu

  10. ‘Kesertaan’, seperti denganmu’, dengannya

  11. ‘Cara', seperti dengan baik, dengan senang

  12. ‘Alat’, seperti dengan cangkul dan dengan traktor

  13. ‘Keberlangsungan’, seperti sejak kemarin, dari tadi, sampai besok, sampai nanti

  14. ‘Penyamaan’, seperti selaras dengan, sesuai dengan, sejalan dengan

  15. ‘Perbandingan’, seperti seperti dia, sebagai bandingan.

8. Frasa Endosentrik

Frasa endosentrik merupakan frasa yang mempunyai distribusi sama atau setara. Oleh karena itu, apabila salah satu unsur dihilangkan, frasa tersebut akan tetap dapat digunakan.

Contoh: Elsa mengendarai mobil Avanza

Frasa mobil Avanza pada kalimat di atas, meskipun salah satu unsurnya dihilangkan menjadi, "Elsa mengendarai mobil," maka makna dari kalimatnya tidak akan mengalami perubahan.

Demikian adalah penjelasan mengenai contoh frasa, pengertian, dan jenis-jenisnya dalam bahasa Indonesia yang dapat menambah informasi dan wawasan. (Nisa)

Baca juga: Kata Kerja Mental: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya