Konten dari Pengguna

Contoh Instrumen Penilaian Kurikulum Merdeka untuk Berbagai Jenjang Pendidikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Instrumen Penilaian Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/ochimax studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Instrumen Penilaian Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/ochimax studio

Perbincangan soal contoh instrumen penilaian Kurikulum Merdeka semakin relevan di kalangan pendidik di seluruh Indonesia seiring pelaksanaan kurikulum ini di berbagai jenjang sekolah.

Guru berperan dalam menyusun materi ajar dan bertanggung jawab mengembangkan instrumen penilaian yang selaras dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Lantas, seperti apa instrumen penilaian yang tepat dan sesuai prinsip penerapannya?

Contoh Instrumen Penilaian Kurikulum Merdeka

Ilustrasi Contoh Penerapan Instrumen Penilaian Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/ Husniati Salma

Berikut ini contoh instrumen penilaian Kurikulum Merdeka yang dapat digunakan sebagai acuan oleh pendidik dalam merancang dan menerapkan penilaian sesuai tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta prinsip asesmen yang berlaku:

Mengutip jurnal Pelaksanaan Penilaian Pendidikan Pancasila Berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 5 Kendari oleh Desinta, dkk (2025), dalam Kurikulum Merdeka, instrumen penilaian terdiri atas 3 ranah, yaitu penilaian diagnostik, formatif, dan sumatif.

Ketiga ranah penilaian ini memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Penilaian Diagnostik

Penilaian diagnostik digunakan untuk mendiagnosis kemampuan dasar dan kondisi awal peserta didik. Penilaian ini membantu guru memahami bakat, kompetensi, serta kelemahan peserta didik beserta faktor penyebabnya.

Melalui hasil penilaian diagnostik, guru dapat menentukan media, model, dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik.

Penilaian Formatif

Penilaian formatif ditekankan sebagai bagian penting dalam Kurikulum Merdeka. Penilaian ini digunakan selama proses pembelajaran untuk memantau perkembangan peserta didik dan merancang pembelajaran sesuai tahap capaian belajar.

Kurikulum Merdeka juga menguatkan penggunaan penilaian autentik, terutama dalam pelaksanaan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dalam penilaian formatif, tidak ada pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Penilaian Sumatif

Penilaian sumatif dilakukan pada akhir suatu periode pembelajaran untuk mengevaluasi pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian ini digunakan untuk melihat ketercapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan.

Dalam konteks Merdeka Belajar, penilaian sumatif juga mempertimbangkan kemampuan peserta didik dalam belajar mandiri serta inisiatif yang ditunjukkan selama proses pembelajaran.

Berikut contoh konkret instrumen penilaian Kurikulum Merdeka yang disusun berdasarkan tiga ranah penilaian, yakni diagnostik, formatif, dan sumatif, sesuai prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik:

Jenjang Sekolah Dasar (SD/MI)

Contoh instrumen penilaian diagnostik, yaitu:

  • Guru memberikan pertanyaan sederhana untuk mengetahui kemampuan dasar membaca, menulis, atau memahami materi awal.

  • Guru mengamati kondisi awal peserta didik, seperti kesiapan belajar dan minat terhadap pembelajaran.

  • Hasil penilaian digunakan untuk menyesuaikan media dan model pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik.

Contoh instrumen penilaian formatif, yaitu:

  • Guru melakukan pengamatan selama proses belajar untuk melihat keaktifan dan keterlibatan peserta didik.

  • Guru memberikan tugas sederhana untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari.

  • Penilaian dilakukan secara terpadu tanpa memisahkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  • Hasil penilaian digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran berikutnya.

Contoh instrumen penilaian sumatif, yaitu:

  • Guru memberikan tugas akhir atau evaluasi sederhana di akhir periode pembelajaran.

  • Penilaian digunakan untuk melihat ketercapaian kompetensi peserta didik secara umum.

  • Hasil penilaian menjadi gambaran perkembangan belajar peserta didik.

Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs)

Contoh instrumen penilaian diagnostik, yaitu:

  • Guru memberikan soal awal untuk mengetahui pemahaman dasar peserta didik terhadap materi.

  • Guru mengidentifikasi bakat, kompetensi, dan kelemahan peserta didik.

  • Hasil penilaian digunakan sebagai dasar perancangan pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik.

Contoh instrumen penilaian formatif, yaitu:

  • Guru melakukan penilaian selama proses pembelajaran melalui tugas, diskusi, dan pengamatan.

  • Penilaian digunakan untuk memantau perkembangan belajar peserta didik secara berkelanjutan.

  • Penilaian autentik mulai diterapkan, termasuk dalam kegiatan berbasis projek.

  • Penilaian dilakukan secara terpadu tanpa memisahkan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Contoh instrumen penilaian sumatif, yaitu:

  • Guru melaksanakan evaluasi pada akhir unit atau akhir periode pembelajaran.

  • Penilaian digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik.

  • Hasil penilaian menjadi dasar tindak lanjut pembelajaran.

Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA)

Contoh instrumen penilaian diagnostik, yaitu:

  • Guru melakukan penilaian awal untuk mengetahui kemampuan dasar dan kompetensi peserta didik.

  • Penilaian digunakan untuk memetakan potensi dan kebutuhan belajar peserta didik.

  • Hasil penilaian membantu guru menyesuaikan pendekatan pembelajaran.

Contoh instrumen penilaian formatif, yaitu:

  • Guru memantau perkembangan belajar peserta didik selama proses pembelajaran.

  • Penilaian digunakan untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik.

  • Penilaian autentik diperkuat, terutama melalui kegiatan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila.

  • Guru mendorong peserta didik untuk belajar mandiri dan menunjukkan inisiatif dalam proses belajar.

Contoh instrumen penilaian sumatif, yaitu:

  • Guru melakukan penilaian pada akhir periode pembelajaran untuk mengevaluasi pencapaian kompetensi.

  • Penilaian mempertimbangkan hasil belajar serta kemampuan peserta didik dalam belajar mandiri.

  • Hasil penilaian digunakan sebagai gambaran capaian akhir pembelajaran.

Contoh instrumen penilaian Kurikulum Merdeka di atas, yang menunjukkan bahwa asesmen dirancang secara berkelanjutan dan fleksibel untuk menyesuaikan kebutuhan, perkembangan, serta karakteristik peserta didik di setiap jenjang pendidikan. (Fikah)

Baca juga: Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Perlu Dipahami Pendidik