Konten dari Pengguna

Contoh Jurnal Pembelajaran Sosial Emosional sebagai Referensi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh jurnal Pembelajaran Sosial Emosional, foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya: Unsplash/Annika Gordon
zoom-in-whitePerbesar
Contoh jurnal Pembelajaran Sosial Emosional, foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya: Unsplash/Annika Gordon

Pembelajaran Sosial Emosional menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, contoh jurnal Pembelajaran Sosial Emosional perlu diketahui agar bisa mengimplementasikannya dengan baik di sekolah.

Dikutip dari jurnal di situs journal3.um.ac.id, Pembelajaran Sosial Emosional adalah kerangka kerja yang dikembangkan oleh Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning (CASEL). Kerangka ini menjadi refleksi guru tentang pembelajaran yang dilakukan.

Contoh Jurnal Pembelajaran Sosial Emosional

Ilustrasi contoh jurnal Pembelajaran Sosial Emosional, foto bukan yang sebenarnya: Unsplash/Dan Dimmock

Agar lebih mudah memahami Pembelajaran Sosial Emosional, maka penting untuk mengetahui contoh jurnalnya. Berdasarkan informasi dari situs guru.kemdikbud.go.id, berikut adalah contoh jurnal Pembelajaran Sosial Emosional yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Jurnal Pembelajaran Sosial Emosional

Disusun oleh:

Nama: Citra Wulandari, S.Pd.

Nomor UKG: 201800348314

Instansi: SMP Negeri 9 Talang Ubi

Refleksi Pengalaman Bermakna dalam Pembelajaran Sosial Emosional

Setelah enam tahun menjadi guru, salah satu pengalaman bermakna yang pernah dialami adalah memiliki siswa yang termasuk ke dalam kategori siswa nakal. Ia kerap bolos sekolah, berkelahi, hingga tidak mengerjakan tugas. Seluruh guru sudah turun tangan memberikan hukuman, tetapi tidak ada yang memberikan efek jera.

Akhirnya, saya selaku wali kelas mencoba melakukan pendekatan. Dengan berbicara secara pribadi, saya menanyakan berbagai mengenai dirinya. Meski awalnya sulit, akhirnya ia mau menceritakan tentang dirinya.

Diketahui ia adalah seorang anak dengan kondisi broken home dan tinggal bersama ayahnya yang tegas. Ia juga tidak diperhatikan dan kurang mendapat kasih sayang dari keluarganya.

Usai mendengar cerita siswa tersebut, saya pun ikut merasa sedih. Ternyata tingkah lakunya tersebut karena mencari perhatian dari guru di sekolah. Saya pun memberikan pemahaman kepadanya bahwa perbuatan yang dilakukannya bukanlah perbuatan yang baik.

Dengan hati-hati saya mencoba memberikan pemahaman dan membantunya untuk mempelajari emosi diri. Saya juga mengajaknya untuk bergaul dengan teman-teman yang membawa pengaruh positif.

Selain itu, saya juga menceritakan permasalahan tersebut kepada guru-guru lainnya untuk mengajak para guru turut memberikan perhatian. Perlahan, siswa tersebut mulai mengubah tingkah lakunya hingga rajin ke sekolah.

Melalui pengalaman tersebut, saya mengetahui bahwa lingkungan tempat tinggal siswa dapat berpengaruh kepada tingkah laku di sekolah. Selain itu, peran guru sebagai orang tua di sekolah juga diperlukan untuk memperbaikinya.

Umpan Balik Pembelajaran Sosial Emosional

1. Menurut Bapak/Ibu, apakah peran dan didikan orang tua di rumah berpengaruh besar terhadap pengendalian emosi anak?

2. Dari pengalaman yang telah diuraikan, apakah tindakan yang dilakukan benar atau salah? Mohon berikan alasan.

3. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu mengenai seberapa penting penerapan pembelajaran sosial emosional di sekolah?

Nama Guru: Dwi Stiyo Hadi, S.Pd., Gr.

NIP: 198811142019021001

Jawaban:

1. Peran dan didikan orang tua di rumah sangat berpengaruh besar terhadap pengendalian emosi anak. Karena didikan orang tua yang baik bisa memengaruhi emosi dan anak menjadi orang yang cenderung bahagia.

2. Benar. Sebagai guru saya bisa bertindak sebagai fasilitator dalam mendampingi siswa, sehingga siswa didengarkan dan mendapat perhatian.

3. Sangat penting, karena pengelolaan emosi berperan penting bagi siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan belajar di sekolah.

Kesimpulan Pembelajaran Sosial Emosional

Berikut ini beberapa hal yang dapat disimpulkan dari Pembelajaran Sosial Emosional (PSE), yakni sebagai berikut.

1. Setiap anak memiliki ciri khas emosional dari lahir.

2. Orang tua berperan penting dalam pembentukan sosial emosional anak.

3. Guru menjadi teladan pembentukan sosial emosional anak.

4. Peningkatan keterampilan sosial.

5. Persiapan untuk masa depan.

Setelah mengetahui contoh jurnal Pembelajaran Sosial Emosional di atas, maka bisa merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan begitu, proses pembelajaran di sekolah dapat ditingkatkan sehingga hasil belajar siswa bisa semakin baik. (Prima)

Baca juga: Contoh Jurnal Modul 3 Topik 3 Kode Etik Guru