Contoh Soal dan Jawaban Tes Sumatif dan Tes Formatif

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh soal dan jawaban tes sumatif dan tes formatif perlu dipelajari oleh para siswa. Di masa sekarang, seluruh sekolah di Indonesia telah menerapkan kurikulum Merdeka. Di dalam penerapan kurikulum merdeka, terdapat istilah tes sumatif dan juga tes formatif.
Mengutip dari website resmi jurnal.unimed.ac.id, kurikulum Merdeka mengutamakan pentingnya keterkaitan proses pembelajaran dengan tes, terutama tes formatif dan sumatif, untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kemajuan peserta didik dalam menerima materi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Soal dan Jawaban Tes Sumatif dan Tes Formatif dalam Kurikulum Merdeka
Contoh soal dan jawaban tes sumatif dan tes formatif sangat diperlukan dalam pembelajaran yang menerapkan kurikulum Merdeka. Sebelum mempelajari tentang contoh soal, ada baiknya jika mengetahui pengertian tes sumatif dan tes formatif terlebih dahulu.
1. Tes Formatif
Tes formatif merupakan sebuah tes yang dilaksanakan oleh pendidik untuk melihat kebutuhan belajar peserta didik di awal pembelajaran, dan melihat kemajuan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran.
Tes ini bisa memberikan informasi atau umpan balik bagi guru pendidik dan peserta didik untuk merubah proses belajar serta mengetahui seberapa jauh para peserta didik mengerti akan materi yang diberikan oleh pendidik.
Tes formatif bertujuan untuk memberikan feedback atau umpan balik ke para siswa. Tes ini dilakukan pada saat sedang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di setiap akhir suatu topik atau pokok bahasan.
Selain itu, tes formatif juga bertujuan untuk memantau sampai sejauh mana para peserta didik mencapai kemajuannya selama proses belajar.
Hal yang paling penting dari tes formatif ini adalah untuk mengetahui kelemahan yang terjadi selama proses belajar mengajar berlangsung, sehingga kedepannya dapat memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan guru dan hasil belajar peserta didik dapat lebih baik lagi. Manfaat tes formatif:
Untuk mengatahui siswa sudah memahami dan menguasai materi dengan baik atau belum, supaya bisa melanjutkan ke materi program berikutnya.
Untuk mengetahui presentasi siswa yang telah memahami pelajaran secara menyeluruh dalam mengerjakan soal. Melalui angka persen kegagalan dan tingkat keberhasilan.
Membantu guru untuk menentukan cara mengajar, perlu merubah atau melanjutkannya.
Sebagai bahan evaluasi apakah materi yang diajarkan sudah sesuai kapasitas dan keterampilan siswa.
Memantau kemajuaan proses belajar mengajar.
Dapat dijadikan umpan balik.
Tidak hanya tes formatif yang bisa dilakukan untuk menentukan kemampuan peserta didik, dalam sebuah program pembelajaran juga harus dilakukan tes sumatif.
2. Tes Sumatif
Tes sumatif merupakan tes yang memperoleh hasil belajar peserta didik setelah melaksanakan satuan program pembelajaran yang telah diberikan oleh pendidik.
Tes sumatif ini sama dengan ulangan harian atau ulangan umum yang biasanya dilakukan para peserta didik di setiap akhir pembelajaran.
Tes sumatif juga dikenal dengan istilah summative test, yaitu tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah sekumpulan materi pelajaran atau satuan program pengajaran selesai diberikan.
Pelaksanaan tes sumatif ini bertujuan untuk menentukan nilai yang menjadi lambang keberhasilan siswa setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Adapun manfaat tes sumatif yaitu:
Penentuan rangking siswa di kelas.
Kelayakan siswa untuk naik kelas atau tidak.
Pemberitauan kepada orang tua melalui tes sumatif ini terkait perkembangan anak.
Sebagai alat ukur hasil pembelajaran siswa secara kuantitatif.
Sebagai penentu apakah siswa layak untuk naik ke jenjang kelas berikutnya.
Sebagai alat ukur keberhasilan pembelajaran yang digunakan dalam satu semester atau periode tertentu.
Untuk mengukur pemahaman dan kompetensi akademik peserta didik.
Pengukuran kemampuan dan pemahaman siswa.
Mendapatkan nilai pencapaian yang konkrit.
Sarana untuk memotivasi siswa.
Semua tes memiliki tujuan yang sama yakni memberikan nilai terhadap keberhasilan program pembelajaran yang telah dilakukan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mempelajari materi tes sumatif dan tes formatif.
Pada contoh penilaian formatif, guru dapat memberikan tugas kepada siswa berupa projek dengan materi yang diajarkan. Projek ini bisa dilakukan berkelompok maupun sendiri.
Setelah projek atau tugas selesai, guru bisa mengecek dan memberikan tanggapan mengenai tugas tersebut. Apabila tugas tersebut belum sesuai dengan harapan guru, maka berikan saran dalam penyusunan laporannya.
Sedangkan contoh penilaian sumatif dapat dilakukan dengan memberikan kuis atau ujian harian untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para siswa dalam memahami materi yang sudah disampaikan.
Setelah tes selesai, guru menganalisis hasil tes tersebut dan memberikan nilai akhir bagi setiap siswa. Nilai akhir tersebut akan menjadi acuan untuk menentukan kelulusan siswa pada semester tersebut.
Berikut adalah beberapa contoh tes sumatif dan tes formatif:
Perhatikan teks berikut ini!
……. aku turun dari jungkat jungkit?
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah….
a. Apakah
* b. Bolehkah
c. Mengapa
Apakah kamu sudah makan (..)
Tanda baca yang tepat adalah…
a. tanda seru (!)
* b. tanda tanya (?)
c. tanda titik (.)
Jangan berlari(...)
Tanda baca yang tepat adalah….
* a. tanda seru (!)
b. tanda tanya (?)
c. tanda titik (.)
Tanda seru digunakan untuk kalimat….
a. tanya
*b. perintah atau larangan
c. permintaan
a-d-i-a-h-h
Susunlah abjad tersebut menjadi sebuah kata yang tepat.
a. adiah
*b. hadiah
c. iahdah
Ketika bermain kita harus sabar dan….
a. berebutan
* b. bergantian
c. memaksa
Saat bermain perosotan lebih aman naik dari….
* a. depan
b. samping
c. belakang
Jika ingin turun dari jungkat jungkit kita harus…. supaya teman tidak jatuh.
* a. minta izin
b. langsung turun
c. diam saja
Conton tes formatif sama dengan tes sumatif, hanya yang membedakannya dari pelaksanaannya yang dilakukan setiap akhir seperti ulangan harian atau tes di akhir sesi pembelajaran.
Langkah-langkah Melakukan Tes Sumatif dan Tes Formatif
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin memulai melakukan tes sumatif dan tes formatif. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Menentukan tujuan penilaian.
Pilih indikator penilaian yang akan digunakan untuk menilai hasil belajar siswa.
Tentukan instrumen atau teknik yang digunakan untuk penilaian. Setelah memilih instrumen yang digunakan, guru harus menjelaskan terlebih dahulu cara pengerjaan instrumen tersebut.
Analisis dan evaluasi hasil dari tugas yang sudah diberikan berdasarkan tujuan penilaian yang sudah diberikan.
Berikan tanggapan dan saran mengenai hasil akhirnya. Umpan balik dari penilaian formatif dapat berupa pujian dan saran perbaikan.
Sedangkan penilaian sumatif bisa menggunakan sistem peringkat. Apabila siswa tidak berhasil menyelesaikan ujian dengan baik, guru dapat memberikan remedial.
Evaluasi. Setelah semua penilaian selesai, guru dapat melakukan evaluasi dengan memperbaiki materi atau teknik pengajaran jika hasilnya tidak sesuai harapan.
Instrumen yang Digunakan Untuk Melakukan Tes Sumatif dan Tes Formatif
Berikut adalah beberapa instrumen formatif dan sumatif yang bisa digunakan oleh guru, yakni:
1. Melakukan Observasi
Dalam asesmen formatif, instrumen observasi sangat penting dilakukan untuk mengetahui perilaku peserta didik secara bertahap. Observasi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tugas kelompok maupun individu.
Dengan cara ini, seorang guru bisa menganalisis bagaimana sifat peserta didik dalam bekerjasama maupun menyelesaikan tugas seorang diri.
2. Projek atau Penugasan
Instrumen penilaian selanjutnya adalah memberikan proyek atau tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dalam waktu tertentu. Projek tersebut dapat berupa hasil karya seni, penelitian di bidang sains, atau projek kelompok pentas teater.
Hasil dari penilaiannya ini dapat berupa angka dan perkembangan siswa dalam menyelesaikan suatu tantangan.
3. Tes tertulis dan Tes Lisan
Untuk mengukur pemahaman siswa lebih lanjut dan sifatnya akurat, tentu saja menggunakan tes dengan soal tertulis dan tes lisan.
Kedua tes ini dapat mengukur kompetensi siswa dan menjadi rujukan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi selama satu semester. Adapun bentuk-bentuk tes yang bisa dipilih yakni dengan soal pilihan ganda, esai, atau hafalan.
4. Portofolio
Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, semua tugas-tugas yang diberikan dapat dikumpulkan dan dijadikan portofolio. Bisa dikatakan bahwa portofolio tersebut sebagai bentuk apresiasi atau pencapaian siswa dalam menyelesaikan semua tugas dalam kurun waktu tertentu.
Demikian adalah ulasan mengenai contoh soal dan jawaban tes sumatif dan tes formatif yang perlu diketahui. (Nisa)
Baca juga: 20 Contoh Soal Penata Layanan Operasional PPPK dan Kunci Jawabannya
