Contoh Soal TKA Kimia SMA 2025 dan Kunci Jawabannya untuk Latihan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 12 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh soal TKA Kimia SMA 2025 dapat digunakan untuk berlatih. Bagi siswa yang sedang mempersiapkan diri, mengerjakan soal tahun sebelumnya bisa jadi salah satu cara untuk membiasakan diri dengan bentuk pertanyaan yang mungkin ditemui saat tes.
Daripada hanya membaca materi berulang kali, siswa bisa mencoba mengerjakan soal terlebih dahulu untuk mengukur pemahamannya. Hasil latihan kemudian dapat dijadikan bahan evaluasi sebelum kembali mempelajari topik yang dirasa masih sulit.
Mengutip situs https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id, TKA Kimia mengukur kemampuan murid dalam memahami konsep kimia, menerapkannya untuk menyelesaikan masalah, serta menganalisis persoalan kimia yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Latihan Mandiri dengan Soal TKA Kimia SMA 2025
Contoh soal TKA Kimia SMA 2025 berikut dapat digunakan sebagai bahan latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Materinya mencakup stoikiometri, asam basa, kesetimbangan kimia, laju reaksi, ikatan kimia, elektrokimia, hingga senyawa organik.
Soal-soal berikut terdiri atas pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, serta pernyataan benar atau salah yang dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan singkat.
Contoh Soal Pilihan Ganda
Berikut contoh soal pilihan ganda:
1. Rumus Empiris dan Rumus Molekul
Sebuah senyawa organik tersusun atas 40% karbon, 6,67% hidrogen, dan 53,33% oksigen. Jika massa molar senyawa tersebut adalah 180 g/mol, dengan Ar C = 12, H = 1, dan O = 16, rumus molekul senyawa tersebut adalah ....
A. CH2O
B. C2H4O2
C. C3H6O3
D. C6H12O6
E. C4H8O4
Kunci jawaban: D. C6H12O6
Pembahasan: Rumus empiris senyawa tersebut adalah CH2O dengan massa rumus empiris 30 g/mol. Faktor pengalinya adalah 180 dibagi 30, yaitu 6. Dengan demikian, rumus molekulnya adalah C6H12O6.
2. Teori Asam Basa Bronsted-Lowry
Perhatikan reaksi berikut.
H2PO4- + H2O ⇌ HPO4^2- + H3O+
Berdasarkan teori asam basa Bronsted-Lowry, pernyataan yang tepat adalah ....
A. H2O bertindak sebagai asam karena menerima proton.
B. H3O+ bertindak sebagai basa karena melepaskan proton.
C. H2PO4- bertindak sebagai asam karena memberikan proton.
D. HPO4^2- bertindak sebagai asam karena menerima proton.
E. H2O bertindak sebagai basa karena memberikan proton.
Kunci jawaban: C. H2PO4- bertindak sebagai asam karena memberikan proton.
Pembahasan: Menurut teori Bronsted-Lowry, asam merupakan zat yang memberikan proton, sedangkan basa menerima proton. Dalam reaksi tersebut, H2PO4- memberikan proton kepada H2O.
3. Pergeseran Kesetimbangan Kimia
Dalam proses pembuatan asam sulfat, terjadi reaksi kesetimbangan berikut.
2SO2(g) + O2(g) ⇌ 2SO3(g)
Perubahan entalpi reaksi adalah -197 kJ. Untuk meningkatkan jumlah SO3 yang terbentuk, tindakan yang tepat adalah ....
A. Menaikkan suhu dan memperbesar volume wadah.
B. Menurunkan suhu dan menambah konsentrasi O2.
C. Menurunkan tekanan dan memperbesar volume wadah.
D. Menaikkan suhu dan mengurangi konsentrasi O2.
E. Memperbesar volume wadah dan menambah konsentrasi SO2.
Kunci jawaban: B. Menurunkan suhu dan menambah konsentrasi O2.
Pembahasan: Reaksi pembentukan SO3 bersifat eksoterm. Penurunan suhu dan penambahan konsentrasi O2 akan menggeser kesetimbangan ke arah pembentukan SO3.
4. Titik Didih Isomer Hidrokarbon
Minyak bumi mengandung berbagai senyawa hidrokarbon yang dapat dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didih. Perhatikan pernyataan berikut.
Titik didih n-butana lebih tinggi daripada 2-metilpropana.
Titik didih 2,2-dimetilpropana lebih tinggi daripada 2-metilbutana.
Titik didih n-heksana lebih tinggi daripada 3-metilpentana.
Urutan penilaian yang tepat adalah ....
A. Tepat, tepat, tepat.
B. Tepat, tidak tepat, tepat.
C. Tidak tepat, tepat, tidak tepat.
D. Tidak tepat, tidak tepat, tepat.
E. Tepat, tidak tepat, tidak tepat.
Kunci jawaban: B. Tepat, tidak tepat, tepat.
Pembahasan: Pada isomer alkana dengan jumlah atom karbon yang sama, rantai lurus umumnya memiliki titik didih lebih tinggi daripada rantai bercabang karena gaya dispersi London yang lebih kuat.
5. Stoikiometri dan Pereaksi Pembatas
Sebanyak 24 gram magnesium direaksikan dengan 1 liter larutan HCl 3 M berdasarkan persamaan reaksi berikut.
Mg + 2HCl → MgCl2 + H2
Diketahui Ar Mg = 24. Jika reaksi berlangsung sempurna pada kondisi STP, pernyataan yang benar adalah ....
A. Magnesium yang bereaksi sebanyak 2 mol.
B. Volume gas H2 yang terbentuk sebesar 22,4 liter.
C. HCl menjadi pereaksi pembatas.
D. HCl yang bereaksi sebanyak 3 mol.
E. MgCl2 yang dihasilkan sebanyak 2 mol.
Kunci jawaban: B. Volume gas H2 yang terbentuk sebesar 22,4 liter.
Pembahasan: Mol Mg adalah 24 dibagi 24, yaitu 1 mol. Sementara itu, mol HCl adalah 3 mol. Satu mol Mg membutuhkan 2 mol HCl, sehingga Mg menjadi pereaksi pembatas dan menghasilkan 1 mol H2 atau 22,4 liter pada kondisi STP.
6. pH Larutan Asam Lemah
Sebanyak 0,6 gram asam asetat (CH3COOH) dilarutkan dalam air hingga volumenya 1 liter. Jika Ar C = 12, H = 1, O = 16, dan Ka = 10^-6, nilai pH larutan tersebut adalah ....
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
Kunci jawaban: C. 4
Pembahasan: Massa molar CH3COOH adalah 60 g/mol, sehingga konsentrasinya 0,01 M. Konsentrasi ion H+ diperkirakan dengan rumus akar dari Ka dikalikan konsentrasi asam, yaitu akar dari 10^-6 dikalikan 10^-2 = 10^-4 M. Jadi, pH larutan adalah 4.
7. Larutan Penyangga
Sebanyak 100 mL CH3COOH 0,1 M dicampurkan dengan 100 mL NaOH 0,05 M. Jika Ka asam asetat adalah 10^-5, pernyataan yang benar adalah ....
A. NaOH yang bereaksi sebanyak 10 mmol.
B. CH3COOH yang tersisa sebanyak 5 mmol.
C. CH3COONa yang terbentuk sebanyak 10 mmol.
D. Larutan memiliki pH sebesar 7.
E. Seluruh CH3COOH habis bereaksi.
Kunci jawaban: B. CH3COOH yang tersisa sebanyak 5 mmol.
Pembahasan: Mol CH3COOH mula-mula adalah 10 mmol, sedangkan mol NaOH adalah 5 mmol. Reaksi menghasilkan 5 mmol CH3COONa dan menyisakan 5 mmol CH3COOH. Karena jumlah asam lemah dan basa konjugasinya sama, pH larutan penyangga adalah 5.
8. Kesetimbangan Kimia
Dalam wadah bervolume 2 liter, sebanyak 2 mol gas A mengalami reaksi kesetimbangan berikut.
A(g) ⇌ B(g)
Pada keadaan setimbang, terdapat 0,5 mol gas B. Nilai tetapan kesetimbangan konsentrasi (Kc) adalah ....
A. 0,25
B. 0,33
C. 0,50
D. 1,00
E. 2,00
Kunci jawaban: B. 0,33
Pembahasan: Pada keadaan setimbang, mol A yang tersisa adalah 1,5 mol dan mol B adalah 0,5 mol. Konsentrasi A sebesar 0,75 M, sedangkan konsentrasi B sebesar 0,25 M. Nilai Kc adalah konsentrasi B dibagi konsentrasi A, yaitu 0,25 dibagi 0,75 = 0,33.
9. Perhitungan Hasil Endapan
Larutan AgNO3 direaksikan dengan larutan NaCl menurut persamaan berikut.
AgNO3 + NaCl → AgCl + NaNO3
Diketahui Ar Ag = 108 dan Cl = 35,5. Pasangan larutan yang menghasilkan tepat 1,435 gram AgCl adalah ....
A. 5 mL AgNO3 1 M dan 5 mL NaCl 1 M.
B. 10 mL AgNO3 1 M dan 5 mL NaCl 2 M.
C. 10 mL AgNO3 2 M dan 10 mL NaCl 2 M.
D. 5 mL AgNO3 1 M dan 10 mL NaCl 1 M.
E. 10 mL AgNO3 1 M dan 10 mL NaCl 1 M.
Kunci jawaban: B. 10 mL AgNO3 1 M dan 5 mL NaCl 2 M.
Pembahasan: Massa molar AgCl adalah 143,5 g/mol. Untuk menghasilkan 1,435 gram AgCl diperlukan 0,01 mol AgCl. Pilihan B menyediakan 0,01 mol AgNO3 dan 0,01 mol NaCl, sehingga menghasilkan 0,01 mol AgCl.
10. Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi
Seorang siswa melakukan percobaan reaksi antara zat A dalam larutan dan zat B berbentuk padat. Berikut data percobaannya.
Percobaan 1: konsentrasi A 0,1 M, B berbentuk granul, suhu 30 derajat Celsius.
Percobaan 2: konsentrasi A 0,5 M, B berbentuk serbuk, suhu 30 derajat Celsius.
Percobaan 3: konsentrasi A 0,1 M, B berbentuk granul, suhu 60 derajat Celsius.
Percobaan 4: konsentrasi A 0,5 M, B berbentuk granul, suhu 60 derajat Celsius.
Percobaan 5: konsentrasi A 0,1 M, B berbentuk serbuk, suhu 60 derajat Celsius.
Pasangan percobaan yang tepat untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap laju reaksi adalah ....
A. Percobaan 1 dan 3.
B. Percobaan 1 dan 2.
C. Percobaan 2 dan 4.
D. Percobaan 3 dan 5.
E. Percobaan 4 dan 5.
Kunci jawaban: A. Percobaan 1 dan 3.
Pembahasan: Kedua percobaan memiliki konsentrasi A dan bentuk B yang sama. Perbedaan hanya terdapat pada suhu, sehingga pengaruh suhu terhadap laju reaksi dapat diamati.
B. Contoh Soal Pilihan Ganda Kompleks
Pilih semua jawaban yang benar. Jawaban benar dapat berjumlah lebih dari satu.
11. Sifat Periodik Unsur
Unsur-unsur dalam satu periode pada tabel periodik memiliki kecenderungan sifat tertentu. Pernyataan yang benar adalah ....
A. Jari-jari atom umumnya mengecil dari kiri ke kanan.
B. Energi ionisasi umumnya meningkat dari kiri ke kanan.
C. Sifat logam semakin kuat dari kiri ke kanan.
D. Keelektronegatifan umumnya meningkat dari kiri ke kanan.
E. Jumlah kulit elektron bertambah dari kiri ke kanan.
Kunci jawaban: A, B, dan D.
Pembahasan: Dalam satu periode, jari-jari atom umumnya mengecil, sedangkan energi ionisasi dan keelektronegatifan cenderung meningkat. Sifat logam umumnya berkurang dari kiri ke kanan.
12. Ikatan Kimia
Perhatikan pernyataan mengenai jenis ikatan kimia berikut.
A. Ikatan ion terbentuk melalui gaya tarik antara ion positif dan ion negatif.
B. Ikatan kovalen terjadi karena penggunaan pasangan elektron bersama.
C. Ikatan logam melibatkan elektron valensi yang dapat bergerak relatif bebas.
D. Semua senyawa kovalen dapat menghantarkan listrik dengan baik dalam keadaan padat.
E. Ikatan hidrogen dapat terjadi ketika atom H yang terikat pada N, O, atau F berinteraksi dengan pasangan elektron bebas atom elektronegatif lain.
Kunci jawaban: A, B, C, dan E.
Pembahasan: Ikatan ion terjadi karena gaya tarik elektrostatik ant ion, ikatan kovalen terbentuk melalui pemakaian pasangan elektron bersama, dan ikatan logam melibatkan elektron yang terdelokalisasi. Tidak semua senyawa kovalen mampu menghantarkan listrik dengan baik.
13. Reaksi Redoks
Perhatikan reaksi berikut.
Zn + CuSO4 → ZnSO4 + Cu
Pernyataan yang benar berdasarkan reaksi tersebut adalah ....
A. Bilangan oksidasi Zn berubah dari 0 menjadi +2.
B. Zn mengalami reduksi.
C. Cu2+ mengalami reduksi menjadi Cu.
D. Zn bertindak sebagai reduktor.
E. Cu2+ bertindak sebagai reduktor.
Kunci jawaban: A, C, dan D.
Pembahasan: Zn mengalami oksidasi karena melepaskan elektron dan bertindak sebagai reduktor. Sebaliknya, Cu2+ menerima elektron sehingga mengalami reduksi menjadi Cu.
14. Sel Elektrokimia
Sebuah sel volta menggunakan elektroda Zn dan Cu dengan potensial reduksi standar berikut.
E derajat Zn2+/Zn = -0,76 V.
E derajat Cu2+/Cu = +0,34 V.
Pernyataan yang benar adalah ....
A. Zn berperan sebagai anode.
B. Cu berperan sebagai katode.
C. Elektron mengalir dari Zn menuju Cu melalui rangkaian luar.
D. Potensial standar sel sebesar 1,10 V.
E. Pada elektroda Cu terjadi reaksi oksidasi.
Kunci jawaban: A, B, C, dan D.
Pembahasan: Zn mengalami oksidasi di anode, sedangkan Cu2+ mengalami reduksi di katode. Potensial sel standar dihitung dari potensial reduksi katode dikurangi potensial reduksi anode, sehingga diperoleh 0,34 - (-0,76) = 1,10 V.
15. Termokimia
Suatu reaksi memiliki perubahan entalpi sebesar -150 kJ. Pernyataan yang benar adalah ....
A. Reaksi tersebut melepaskan kalor.
B. Reaksi tersebut termasuk reaksi eksoterm.
C. Entalpi produk lebih rendah daripada entalpi pereaksi.
D. Kalor selalu diserap dari lingkungan.
E. Suhu lingkungan dapat meningkat selama reaksi berlangsung.
Kunci jawaban: A, B, C, dan E.
Pembahasan: Perubahan entalpi negatif menunjukkan bahwa reaksi melepaskan kalor ke lingkungan. Reaksi ini tergolong eksoterm dan memiliki entalpi produk lebih rendah daripada entalpi pereaksi.
C. Contoh Soal Benar atau Salah
Tentukan apakah setiap pernyataan berikut benar atau salah.
16. Sifat Koligatif Larutan
Penambahan zat terlarut nonelektrolit ke dalam pelarut dapat memengaruhi sifat fisik larutan. Tentukan benar atau salah pada setiap pernyataan berikut.
Penambahan zat terlarut nonelektrolit dapat menurunkan tekanan uap pelarut.
Titik didih larutan dapat lebih tinggi daripada titik didih pelarut murni.
Titik beku larutan dapat lebih tinggi daripada titik beku pelarut murni.
Kunci jawaban: Benar, Benar, Salah.
Pembahasan: Zat terlarut nonelektrolit dapat menurunkan tekanan uap dan titik beku serta menaikkan titik didih larutan dibandingkan pelarut murni.
17. Gugus Fungsi Senyawa Organik
Perhatikan pernyataan berikut mengenai gugus fungsi senyawa organik.
Alkohol memiliki gugus fungsi -OH.
Aldehida memiliki gugus fungsi -COOH.
Asam karboksilat memiliki gugus fungsi -COOH.
Kunci jawaban: Benar, Salah, Benar.
Pembahasan: Alkohol memiliki gugus hidroksil (-OH), aldehida memiliki gugus -CHO, sedangkan asam karboksilat memiliki gugus -COOH.
18. Larutan Penyangga
Larutan penyangga dapat mempertahankan pH ketika ditambahkan sedikit asam atau basa. Tentukan benar atau salah pada setiap pernyataan berikut.
Larutan penyangga mampu menahan perubahan pH akibat penambahan sedikit asam atau basa.
Semua larutan dengan pH 7 termasuk larutan penyangga.
Campuran CH3COOH dan CH3COONa dalam jumlah yang sesuai dapat membentuk larutan penyangga.
Kunci jawaban: Benar, Salah, Benar.
Pembahasan: Larutan penyangga mengandung pasangan asam-basa konjugasi yang dapat menahan perubahan pH. Nilai pH 7 saja tidak menjamin suatu larutan bersifat penyangga.
19. Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
Perhatikan pernyataan mengenai kesetimbangan kelarutan berikut.
Nilai Ksp menggambarkan kesetimbangan pelarutan garam yang sukar larut pada suhu tertentu.
Penambahan ion senama umumnya meningkatkan kelarutan garam sukar larut.
Endapan dapat terbentuk apabila hasil kali ion dalam larutan melebihi nilai Ksp.
Kunci jawaban: Benar, Salah, Benar.
Pembahasan: Penambahan ion senama umumnya mengurangi kelarutan garam sukar larut. Endapan dapat terbentuk jika hasil kali konsentrasi ion melampaui nilai Ksp.
20. Perhitungan Konsentrasi Larutan
Seorang siswa melarutkan 5,85 gram NaCl ke dalam air hingga volume larutan mencapai 500 mL. Diketahui Ar Na = 23 dan Cl = 35,5. Tentukan benar atau salah pada setiap pernyataan berikut.
Massa molar NaCl adalah 58,5 g/mol.
Jumlah NaCl yang dilarutkan adalah 0,1 mol.
Konsentrasi larutan NaCl adalah 0,2 M.
Kunci jawaban: Benar, Benar, Benar.
Pembahasan: Massa molar NaCl adalah 23 + 35,5 = 58,5 g/mol. Jumlah molnya adalah 5,85 dibagi 58,5 = 0,1 mol. Volume larutan 500 mL sama dengan 0,5 liter, sehingga konsentrasi larutan adalah 0,1 dibagi 0,5 = 0,2 M.
Latihan soal TKA Kimia SMA 2025 dapat membantu siswa dalam mengukur pemahaman konsep. Pelajari pembahasan setiap nomor agar tidak hanya menghafal kunci jawaban, tapi juga memahami cara menentukan jawaban yang tepat. (Fikah)
Baca juga: Perkiraan Jadwal TKA SD 2027 yang Perlu Diketahui Siswa dan Orang Tua
