Konten dari Pengguna

Contoh Tinjauan Pustaka dan Cara Menyusun dengan Tepat

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh tinjauan pustaka. Unsplash/Crew
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh tinjauan pustaka. Unsplash/Crew

Untuk memahami lebih lanjut mengenai contoh tinjauan pustaka, akan menyajikan contohnya serta membahas pengertian, fungsi, sumber referensi, dan langkah-langkah penulisannya.

Ketika menyusun karya tulis ilmiah, penting untuk menyertakan tinjauan pustaka. Bagian ini berisi referensi atau landasan teori yang digunakan sebagai acuan dalam penulisan.

Dikutip dari ojs.ikip-saraswati.ac.id, Metode, Model dan Bentuk Model Pembelajaran (Tinjauan Pustaka) oleh Ni Made Sueni (2019). Metode pembelajaran adalah seperangkat komponen yang telah di kombinasikan secara optimal untuk kualitas pembelajaran.

Daftar isi

Contoh Tinjauan Pustaka dan Cara Menyusun dengan Tepat

Ilustrasi contoh tinjauan pustaka. Unsplash/Vitalii Khodzinskyi

Contoh tinjauan pustaka merupakan bagian esensial dalam penulisan karya ilmiah, seperti skripsi, tesis, makalah, atau artikel jurnal. Bagian ini mencakup kajian literatur yang komprehensif terhadap berbagai sumber referensi yang berkaitan dengan topik penelitian.

Referensi tersebut dapat berupa buku, artikel jurnal, laporan penelitian, prosiding konferensi, maupun dokumen lain yang kredibel.

Tinjauan pustaka tidak hanya berfungsi sebagai ringkasan dari berbagai literatur, tetapi juga melibatkan proses analisis, evaluasi, serta pengaitan antara informasi yang ada dengan penelitian yang sedang dilakukan.

Dengan cara ini, tinjauan pustaka membantu memberikan gambaran menyeluruh tentang perkembangan ilmu di bidang tersebut, memperkuat argumen penelitian, dan mengidentifikasi celah penelitian yang dapat menjadi peluang untuk studi lebih lanjut.

Contoh 1: Topik Penelitian - Pengaruh Pendidikan Daring terhadap Hasil Belajar Siswa

Tinjauan Pustaka:

Penelitian tentang pendidikan daring telah dilakukan oleh berbagai pihak sebelumnya. Anderson dan Turoff (2019) menjelaskan bahwa pembelajaran daring memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengakses materi kapan saja dan di mana saja.

Mereka menemukan bahwa siswa dengan keterampilan manajemen waktu yang baik lebih cenderung berhasil dalam pembelajaran daring dibandingkan mereka yang memiliki manajemen waktu yang kurang optimal.

Namun, studi Zhang et al. (2021) mengungkapkan tantangan yang muncul dalam pendidikan daring, seperti rendahnya keterlibatan siswa, ketimpangan akses teknologi, dan kurangnya interaksi langsung dengan pengajar.

Akibatnya, hasil belajar dalam pendidikan daring sering kali lebih rendah dibandingkan pembelajaran tatap muka. Meski demikian, Zhang menunjukkan bahwa penggunaan alat evaluasi berbasis teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan.

Meskipun banyak penelitian telah dilakukan, belum banyak yang membahas hubungan antara bentuk interaksi dalam pendidikan daring dengan hasil belajar siswa.

Oleh sebab itu, penelitian ini akan fokus pada dampak berbagai bentuk interaksi, seperti diskusi virtual dan video conference, terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran daring.

Contoh 2: Topik Penelitian - Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja

Tinjauan Pustaka:

Studi terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja telah banyak dibahas. Menurut Smith (2020), penggunaan media sosial secara berlebihan dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.

Hal ini disebabkan oleh paparan terhadap cyberbullying, tekanan untuk memperoleh pengakuan sosial, serta Fear of Missing Out (FOMO). Studi ini juga menunjukkan bahwa remaja yang menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari di media sosial cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi.

Di sisi lain, penelitian Johnson (2021) menemukan bahwa media sosial dapat memberikan manfaat, seperti meningkatkan rasa keterhubungan dan menyediakan akses ke dukungan sosial, terutama bagi remaja yang merasa terisolasi.

Manfaat ini lebih terasa jika media sosial digunakan secara bijak dan untuk tujuan positif, seperti membangun hubungan atau mencari informasi.

Meskipun penelitian sebelumnya telah membahas dampak positif dan negatif media sosial, masih ada kekurangan dalam analisis mengenai perbedaan dampak berdasarkan jenis platform.

Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji pengaruh spesifik dari platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter terhadap tingkat kecemasan pada remaja.

Cara Menyusun Tinjauan Pustaka

  1. Tentukan Topik dan Fokus Penelitian

    Pastikan telah menetapkan topik penelitian dengan jelas, termasuk aspek spesifik yang akan diteliti. Fokus penelitian ini akan memandu dalam mencari dan memilih literatur yang sesuai.

    Misalnya, jika penelitian berfokus pada pendidikan daring, tentukan apakah ingin mengulas efektivitas, metode pembelajaran, atau kendala yang dihadapi.

  2. Kumpulkan Referensi dari Sumber Terpercaya

    Carilah literatur yang relevan dari sumber yang dapat diandalkan, seperti:

    Buku akademik sebagai dasar teori.

    Jurnal ilmiah untuk pembaruan penelitian terkini.

    Laporan penelitian dari lembaga atau organisasi terpercaya.

    Prosiding konferensi yang memuat hasil penelitian terbaru.

    Sumber online resmi, seperti Google Scholar, ResearchGate, atau perpustakaan digital kampus.

    Tips:

    Gunakan kata kunci yang spesifik untuk mempermudah pencarian.

    Prioritaskan literatur yang terbit dalam 5-10 tahun terakhir untuk menjaga relevansi penelitian.

  3. Analisis dan Tinjauan Kualitas Sumber Referensi

    Baca setiap literatur dengan saksama dan catat poin-poin penting, seperti:

    Tujuan penelitian: Apa yang menjadi fokus penelitian?

    Metode penelitian: Bagaimana penelitian dilakukan?

    Hasil utama: Apa kesimpulan yang diperoleh?

    Kesenjangan: Apa yang belum dibahas atau masih kurang mendalam?

    Pilih referensi yang paling relevan dan mendukung penelitian , serta pastikan kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

  4. Kelompokkan Informasi Berdasarkan Sub Topik atau Tema

    Atur literatur sesuai dengan tema yang berhubungan dengan penelitian. Contohnya:

    Untuk penelitian pendidikan daring: efektivitas, tantangan, dan inovasi teknologi.

    Untuk penelitian media sosial: dampak positif, dampak negatif, dan durasi penggunaan.

    Pengelompokan ini membantu menciptakan alur pembahasan yang logis dan memudahkan pembaca untuk memahami isi tinjauan pustaka.

  5. Susun Tinjauan Pustaka dengan Struktur yang Sistematis

    Agar terorganisir dengan baik, susun tinjauan pustaka dalam tiga bagian utama berikut:

    a. Pendahuluan:

    Jelaskan topik penelitian secara singkat dan pentingnya pembahasan tersebut.

    Sampaikan tujuan dari tinjauan pustaka, seperti menjelaskan teori dasar, membandingkan penelitian terdahulu, atau menemukan kesenjangan penelitian.

    b. Isi Utama (Pembahasan):

    Bahas setiap literatur sesuai tema atau sub topik yang telah dibuat.

    Bandingkan hasil dari berbagai penelitian, dan tunjukkan kesamaan atau perbedaannya.

    Ulas kelebihan, kelemahan, serta relevansi masing-masing penelitian terhadap topik.

    c. Penutup:

    Rangkum poin-poin utama dari literatur yang diulas.

    Jelaskan kesenjangan penelitian yang akan diisi oleh penelitian .

    Hubungkan tinjauan pustaka dengan tujuan penelitian .

  6. Gunakan Bahasa yang Ilmiah dan Jelas

    Tulis dengan bahasa yang formal dan mudah dipahami.

    Hindari sekadar merangkum isi literatur, lakukan analisis kritis.

    Gunakan istilah teknis sesuai dengan bidang penelitian.

  7. Cantumkan Sumber Referensi dengan Format yang Tepat

    Pastikan semua referensi yang dikutip tercantum dalam daftar pustaka.

    Ikuti panduan sitasi sesuai format yang digunakan, seperti APA, MLA, atau Chicago.

    Gunakan aplikasi manajemen referensi, seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote, untuk mempermudah pengelolaan daftar pustaka.

  8. Revisi dan Tinjau Kembali Tinjauan Pustaka

    Periksa kembali tinjauan pustaka untuk memastikan alurnya logis dan sesuai dengan topik penelitian.

    Koreksi kesalahan tata bahasa, ejaan, atau format penulisan.

    Mintalah pendapat dari pembimbing atau rekan sejawat untuk mendapatkan masukan tambahan.

Tips Membuat Tinjauan Pustaka

  1. Tentukan Topik: Pilih topik atau masalah utama yang akan dibahas dalam tinjauan pustaka.

  2. Cari Sumber Relevan: Gunakan referensi yang kredibel, seperti jurnal dan buku yang sesuai dengan topik.

  3. Kelompokkan Literatur: Susun literatur berdasarkan tema atau sub topik untuk mempermudah pemahaman.

  4. Ringkas dan Analisis: Merangkum hasil penelitian yang relevan dan beri analisis tentang kekuatan dan kelemahannya.

  5. Jelaskan Perkembangan: Tunjukkan bagaimana literatur berkembang dikaitkan dengan topik penelitian.

  6. Gunakan Format yang Tepat: Ikuti aturan penulisan kutipan dan daftar pustaka yang benar (seperti APA atau MLA).

  7. Tulis dengan Alur yang Jelas: Susun tinjauan pustaka secara sistematis agar mudah diikuti.

  8. Identifikasi Gap Penelitian: Temukan kekosongan dalam literatur yang dapat menjadi dasar penelitian.

  9. Hindari Plagiarisme: Pastikan semua sumber dikutip dengan benar.

  10. Revisi dan Perbaiki: Periksa kembali tinjauan pustaka untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat dan penulisan sudah jelas.

Sebagai kesimpulan, contoh tinjauan pustaka yang baik harus menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang literatur yang ada dan kaitannya dengan topik penelitian.

Penyusunan tinjauan pustaka yang tepat memerlukan pendekatan yang terstruktur, mulai dari memilih sumber yang terpercaya hingga mengelompokkan informasi dalam tema-tema yang jelas.

Analisis kritis terhadap sumber yang digunakan, pemahaman perkembangan teori, dan penentuan gap penelitian yang bisa menjadi landasan penelitian berikutnya juga sangat penting.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, tinjauan pustaka tidak hanya sekadar merangkum literatur, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dalam bidang tersebut. (MRS)

Baca juga: Pembaruan atau Pembaharuan, Mana Penulisan yang Benar?