Cuaca Ekstrem sampai Kapan? Cek Prediksinya di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cuaca ekstrem sampai kapan? Fenomena cuaca yang belakangan sering mengganggu aktivitas sehari-hari ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai durasinya dan dampak yang ditimbulkan.
Hujan deras, angin kencang, hingga panas ekstrem menciptakan ketidakpastian yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Berbagai pihak pun terus memantau penyebabnya, mengeluarkan peringatan dini, dan menyusun langkah mitigasi agar risiko bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
Cuaca Ekstrem sampai Kapan?
Cuaca ekstrem sampai kapan? Dikutip dari laman bmkg.go.id, selama sepekan ke depan fenomena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa berbagai faktor atmosferik dan fenomena alam menyebabkan hujan lebat, angin kencang, serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan longsor.
BMKG mencatat dalam beberapa hari terakhir, hujan deras tercatat terjadi di berbagai daerah, antara lain Nusa Tenggara Barat (83,8 mm/hari), Maluku (70,4 mm/hari), Sulawesi Selatan (63,4 mm/hari), Bali (61,5 mm/hari).
Banten (60,2 mm/hari), Jawa Barat (54,8 mm/hari), dan Sulawesi Barat (50,1 mm/hari). BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi sirkulasi siklonik regional dan penguatan Monsun Asia.
Fenomena ini dipicu oleh kombinasi sirkulasi siklonik regional dan penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Laut Cina Selatan, diperkuat oleh aliran dingin (cold surge) dari Siberia dan Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS).
Saat ini, dua bibit siklon tropis terpantau:
91S di Samudra Hindia selatan Sumbawa, berpotensi menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam, meningkatkan kecepatan angin >25 knot di selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sekitarnya.
92P di Teluk Carpentaria, berpotensi rendah menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam, memengaruhi wilayah Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku Selatan, dan Papua Selatan.
Dinamika atmosfer lainnya, seperti La Niña lemah, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin, turut meningkatkan potensi hujan ekstrem, terutama di wilayah selatan Indonesia, meliputi Sumatera Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Prakiraan Sepekan
Periode 23 - 25 Januari 2026: Hujan ringan hingga lebat akan dominan terjadi, dengan potensi hujan sedang-lebat di Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Tingkat peringatan dini:
Siaga (Hujan lebat - sangat lebat): Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT.
Awas (Hujan sangat lebat - ekstrem): Banten, DKI Jakarta.
Angin kencang: Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bali, NTB, NTT.
Periode 26 - 29 Januari 2026: Hujan ringan hingga lebat tetap dominan. Peningkatan hujan sedang-lebat diprediksi di Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tingkat peringatan dini:
Siaga: Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Papua Pegunungan.
Angin kencang: Banten, Bali, NTB, NTT.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, serta bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, sebagai langkah penting untuk keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan, serta secara rutin mengikuti informasi resmi BMKG melalui situs www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial @infobmkg.
Khusus bagi pelaku perjalanan, BMKG menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang memberikan prakiraan cuaca sepanjang rute perjalanan dari titik keberangkatan hingga tujuan.
Informasi ini bersumber dari data resmi BMKG dan telah melalui proses penyuntingan serta pembaruan pada 22 Januari 2026, pukul 18.00 WIB oleh Direktorat Meteorologi Publik BMKG.
Cuaca ekstrem sampai kapan? Berdasarkan berbagai faktor yang diamati, BMKG menegaskan bahwa cuaca ekstrem diprediksi masih berlangsung hingga akhir Januari 2026, khususnya di wilayah selatan Indonesia. (Idaf)
Baca juga: Apa Itu Badai Magnet Bumi? Temukan Penjelasannya di Sini
