Daftar Fenomena Langit Oktober 2026 dan Prediksi Waktu Terjadinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oktober 2026 menawarkan sejumlah peristiwa astronomi yang dapat diamati dari langit malam, sehingga daftar fenomena langit Oktober 2026 memiliki beberapa tanggal penting untuk dicatat.
Perubahan posisi planet, fase Bulan, serta hujan meteor membuat tampilan langit sepanjang bulan tidak selalu sama.
Kondisi cuaca dan tingkat kegelapan lokasi pengamatan tetap berpengaruh terhadap hasil pengamatan.
Daftar Fenomena Langit Oktober 2026 yang Dapat Diamati
Dikutip dari timeanddate.com dan planetary.org, berikut adalah daftar fenomena langit Oktober 2026 yang dapat menjadi panduan untuk mengamati perubahan objek langit sepanjang bulan.
1. 4 Oktober: Saturnus oposisi
Saturnus mencapai oposisi pada 4 Oktober, yaitu ketika Bumi berada di antara Saturnus dan Matahari.
Posisi tersebut membuat Saturnus terbit sekitar waktu Matahari terbenam, dapat diamati sepanjang malam, lalu terbenam mendekati waktu Matahari terbit.
Momen oposisi juga menjadi salah satu waktu yang baik untuk mengamati planet bercincin tersebut karena Saturnus berada pada posisi yang relatif mudah ditemukan di langit malam.
Dengan teleskop, cincin Saturnus dapat terlihat lebih jelas dibandingkan pengamatan menggunakan mata tanpa alat.
2. 5 Oktober: Bulan berada di antara Mars dan Jupiter
Pada 5 Oktober, Bulan berada pada posisi di antara Mars dan Jupiter dalam bentangan langit sebelum Matahari terbit. Mars tampak kemerahan dan berada lebih tinggi, sedangkan Jupiter terlihat sangat terang dengan warna putih kekuningan.
Susunan ketiga objek tersebut dapat menjadi pemandangan menarik bagi pengamat langit yang melihat ke arah timur pada dini hari.
3. 8–9 Oktober: Hujan meteor Draconid
Hujan meteor Draconid mencapai periode puncak sekitar 8–9 Oktober. Waktu pengamatan terbaik umumnya setelah malam mulai gelap.
Tahun ini, fase Bulan yang masih dekat dengan Bulan baru membuat cahaya Bulan tidak terlalu mengganggu pengamatan meteor.
4. 10 Oktober: Bulan baru
Fase Bulan baru berlangsung pada 10 Oktober. Pada fase ini, cahaya Bulan hampir tidak menerangi langit malam, sehingga bintang dan objek langit redup lebih mudah diamati ketika kondisi lokasi cukup gelap.
5. 12 Oktober: Merkurius elongasi timur terbesar
Merkurius mencapai elongasi timur terbesar pada 12 Oktober. Posisi tersebut membuat Merkurius berada pada jarak sudut paling jauh dari Matahari jika dilihat dari Bumi dalam periode pengamatan tersebut.
Planet ini dapat dicari setelah Matahari terbenam, meski posisinya tetap rendah di atas cakrawala.
6. 21–22 Oktober: Puncak hujan meteor Orionid
Orionid mencapai puncaknya sekitar 21–22 Oktober dan berasal dari debu serta sisa material yang ditinggalkan Komet Halley. Dalam kondisi langit gelap, hujan meteor ini dapat menghasilkan hingga sekitar 20 meteor per jam.
Cahaya Bulan yang cukup terang pada 2026 berpotensi mengurangi jumlah meteor yang terlihat.
7. 25–26 Oktober: Bulan purnama
Bulan purnama terjadi pada penghujung Oktober dan dikenal sebagai Hunter’s Moon.
Fase purnama membuat permukaan Bulan terlihat terang sepanjang malam, tetapi cahaya tersebut juga dapat menyulitkan pengamatan objek langit yang lebih redup.
8. Sepanjang Oktober: Jupiter dan Mars semakin berdekatan
Jupiter tampak sangat terang pada dini hari, sementara Mars berada di arah timur pada larut malam hingga pagi.
Jarak tampak kedua planet tersebut terus menyusut sepanjang Oktober dan mengarah pada pertemuan dekat di langit pada awal November.
Rangkaian tersebut membuat daftar fenomena langit Oktober 2026 mencakup pengamatan planet, fase Bulan, elongasi Merkurius, hingga dua hujan meteor.
Pengamatan akan lebih optimal dari lokasi dengan langit gelap dan pandangan terbuka ke arah cakrawala. (Shofia)
Baca Juga: Daftar Fenomena Langit Agustus 2026 yang Sayang untuk Dilewatkan
