Dalil dan Niat Puasa Dzulhijjah Arab, Latin, dan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalil dan niat puasa Dzulhijjah menjadi hal yang banyak dicari umat muslim menjelang datangnya bulan penuh keutamaan ini.
Puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah dikenal memiliki pahala besar dan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah saw untuk dikerjakan.
Dalil dan Niat Puasa Dzulhijjah, Amalan yang Dianjurkan Rasulullah
Puasa Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan, terutama pada hari tarwiyah dan arafah menjelang hari raya idul adha.
Selain mengetahui dalil tentang keutamaannya, membaca niat puasa juga penting agar ibadah dilakukan dengan penuh kesungguhan dan sesuai tuntunan.
Memahami bacaan niat dalam tulisan Arab, latin, dan artinya, umat islam diharapkan dapat menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah dengan lebih khusyuk dan penuh keikhlasan.
Berikut adalah dalil dan niat puasa Dzulhijjah yang dapat dipahami umat Muslim sebelum menjalankan ibadah sunnah di awal bulan Dzulhijjah yang dikutip dari situs unikma.ac.id.
Dalil Puasa Dzulhijjah
Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ
Artinya: Diriwayatkan Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah”.
Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda, “Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid”. (HR Bukhari).
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan terkait hadis ini:
وَالَّذِي يَظْهَرُ أَنَّ السَّبَبَ فِي امْتِيَازِ عَشْرِ ذِي الحِجَّةِ لِمَكَانِ اجْتِمَاعِ أُمَّهَاتِ العِبَادَةِ فِيهِ، وَهِيَ الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالحَجُّ، وَلَا يَتَأَتَّى ذَلِكَ فِي غَيْرِهِ.
Artinya: “Dan yang tampak (jelas) bahwa sebab keistimewaan sepuluh hari pertama tersebut disebabkan pada hari itu terkumpul ibadah-ibadah utama, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji.
Sesuatu yang tidak ditemukan di bulan (waktu) selainnya. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, [Mesir, Darul Kitab Salafiyah, Tahun 2010 M], juz 2, hlm. 459).
Niat Puasa Dzulhijjah (Tanggal 1–7 Dzulhijjah / 18–24 Mei 2026)
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah / Senin, 25 Mei 2026)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَّةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah / Selasa, 26 Mei 2026)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Itulah dalil dan niat puasa Dzulhijjah dapat menjadi panduan bagi umat muslim yang ingin menjalankan ibadah sunnah di bulan penuh keutamaan ini. (shr)
Baca juga: Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa yang Menyentuh Hati
