Konten dari Pengguna

Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Ketidakseimbangan Lingkungan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Ketidakseimbangan Lingkungan. Unsplash.com/Hush Naidoo Jade Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Ketidakseimbangan Lingkungan. Unsplash.com/Hush Naidoo Jade Photography

Dampak pencemaran lingkungan terhadap ketidakseimbangan lingkungan dapat terjadi ketika suatu lingkungan kemasukan zat, energi, atau komponen lain. Komponen tersebut menyebabkan kualitas lingkungan menurun yang akhirnya fungsi lingkungan terganggu.

Pencemaran lingkungan dapat terjadi pada air, udara, dan tanah. Peristiwa ini akhirnya dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang nyata. Selain itu, pencemaran lingkungan juga bisa terjadi akibat ulah manusia.

Jelaskan Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Ketidakseimbangan Lingkungan yang Perlu Dipahami

Ilustrasi Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Ketidakseimbangan Lingkungan. Unsplash.com/Alexander Schimmeck

Dikutip dari bantul.bantulkab.go.id, pencemaran merupakan faktor penyebab yang mengganggu keseimbangan ekosistem. Inilah beberapa dampak pencemaran lingkungan terhadap ketidakseimbangan lingkungan yang bisa terjadi:

1. Rantai dan Jaring-jaring Makanan Terganggu

Ekosistem adalah hubungan antara makan dan dimakan yang saling berkaitan. Terjadinya pencemaran dapat mengurangi populasi organisme tertentu. Akibatnya, organisme yang bergantung kepadanya juga terkena dampaknya.

Contohnya pencemaran pada air menyebabkan organisme air mati. Akibatnya, jumlah ikan berkurang dan hewan pemakan ikan kekurangan makanan. Dengan demikian, pencemaran pada satu bagian ekosistem saja dapat berefek yang berantai terhadap organisme lainnya.

2. Jumlah dan Keanekaragaman Makhluk Hidup Berkurang

Pencemaran lingkungan menyebabkan organisme tidak mampu bertahan hidup di habitatnya sendiri. Misalnya, pencemaran air yang disebabkan limbah dapat menyebabkan ikan, tumbuhan air, plankton, dan organisme lainnya mati atau berpindah tempat.

Apabila satu jenis organisme berkurang drastis, rantai makanan akan terganggu. Hal ini mengakibatkan keseimbangan populasi antara produsen, konsumen, dan pengurai menjadi tidak stabil.

3. Kualitas Air Jadi Menurun

Pencemaran air dapat mengubah kondisi perairan secara fisik, kimia, dan biologis. Air tercemar dapat kehilangan fungsinya sebagai habitat organisme air dan sebagai sumber daya bagi kehidupan.

Pencemaran sungai yang terjadi secara terus-menerus mengakibatkan penurunan kualitas air. Pencemaran ini berdampak nyata bagi organisme serta manusia yang menggunakan sumber air tersebut.

4. Kualitas Tanah Ikut Menurun

Tanah dapat tercemar akibat pembuangan sampah, limbah industri, pestisida, dan bahan kimia tertentu yang tidak terkendali. Akibatnya, kesuburan dan fungsi tanah pun dapat menurun.

Pada saat tanah tercemar, organisme tanah seperti cacing, mikroorganisme, dan berbagai pengurai dapat terganggu juga. Padahal, organisme tersebut berperan dalam proses penguraian bahan organik dan menjaga kesuburan tanah.

5. Keseimbangan Populasi Terganggu

Pencemaran lingkungan menyebabkan jumlah suatu organisme menurun atau bahkan mengalami kematian, sementara organisme lain yang lebih mampu beradaptasi dapat berkembang secara berlebihan.

Ketidakseimbangan tersebut dapat mengubah struktur komunitas dalam suatu ekosistem. Pada akhirnya, fungsi ekosistem menjadi terganggu.

6. Rusaknya Habitat dan Ekosistem

Pencemaran yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan rusaknya habitat. Contohnya pencemaran perairan yang merusak ekosistem sungai, danau, pesisir, dan laut.

Mengutip dari Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK menempatkan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan sebagai bagian terpenting dari perlindungan ekosistem.

Hal tersebut termasuk pengendalian pencemaran air, udara, pesisir dan laut, dan pemulihan lahan yang mengalami kerusakan.

Karena itu, dampak pencemaran lingkungan terhadap ketidakseimbangan lingkungan harus dilakukan. Agar fungsi ekosistem tetap terjaga dan lingkungan dapat terus mendukung kehidupan. (Win)

Baca juga: Cara Perkembangbiakan Hewan untuk Menjaga Kelestarian Spesies dan Jenisnya