Distribusi Pendapatan Nasional: Pengertian dan Alat Ukurnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Distribusi pendapatan nasional merupakan unsur penting untuk mengetahui tinggi rendahnya kesejahteraan atau kemakmuran suatu negara.
Dikutip dari Mengasah Kemampuan Ekonomi untuk Kelas X SMA/MA oleh Bambang Widjajanta dan Aristanti Widyaningsih, pendapatan nasional dapat didefinisikan sebagai berikut.
Nilai barang dan jasa yang diproduksi masyarakat suatu negara dalam satu periode tertentu (satu tahun).
Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan.
Jumlah pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
Distribusi pendapatan yang merata kepada masyarakat akan mampu menciptakan perubahan dan perbaikan, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan sebagainya.
Sebaliknya, distribusi pendapatan yang tidak merata, perubahan atau perbaikan suatu negara tidak akan tercapai. Hal seperti inilah yang akan menunjukkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan.
Untuk melihat apakah pendapatan nasional di suatu negara telah didistribusikan secara merata atau belum, ada dua alat ukur yang bisa digunakan. Berikut penjelasannya.
Alat Ukur Distribusi Pendapatan Nasional
Dikutip dari Buku Siswa EKONOMI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial Untuk Siswa SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 oleh Basuki Darsono, berikut alat ukur untuk melihat distribusi pendapatan nasional sudah merata atau belum.
1. Menggunakan Koefisien Gini
Koefisien Gini adalah koefisien atau angka yang digunakan untuk menunjukkan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan.
Besar Koefisien Gini dimulai dari 0 sampai dengan 1. Jika Koefisien Gini sama dengan 0, berarti distribusi pendapatan sudah merata dengan sempurna.
Sebaliknya, jika Koefisien Gini sama dengan 1, berarti distribusi pendapatan tidak merata secara sempurna, karena hanya satu pihak yang menerima keseluruhan dari pendapatan nasional.
Untuk mengetahui tingkat pemerataan distribusi pendapatan suatu negara dapat diketahui dari grafik yang dinamakan Kurva Lorenz.
Kurva Lorenz adalah kurva yang menggambarkan hubungan antara distribusi jumlah penduduk dengan distribusi pendapatan. Sementara indikator untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan adalah Koefisien Gini atau Indeks Gini.
Semakin tinggi atau besar Indeks Gini, semakin tinggi tingkat ketidakmerataannya (distribusi pendapatannya tidak merata). Begitu pula jika semakin kecil Indeks Gini, semakin rendah tingkat ketidakmerataannya.
2. Menggunakan Kriteria Bank Dunia
Untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan, Bank Dunia melihat dari besarnya kontribusi (sumbangan) dari 40 persen penduduk termiskin terhadap keseluruhan pendapatan nasional.
Kriteria yang dipakai Bank Dunia adalah sebagai berikut.
Jika kelompok 40 persen penduduk termiskin memperoleh pendapatan lebih kecil dari 12 persen keseluruhan pendapatan nasional, maka tingkat ketimpangan tinggi.
Jika kelompok 40 persen penduduk termiskin memperoleh pendapatan antara 12-17 persen dari keseluruhan pendapatan nasional, maka tingkat ketimpangannya sedang.
Jika kelompok 40 persen penduduk termiskin memperoleh pendapatan lebih dari 17 persen dari keseluruhan pendapatan nasional, maka tingkat ketimpangannya rendah.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian Koefisien Gini?

Apa pengertian Koefisien Gini?
Koefisien Gini adalah koefisien atau angka yang digunakan untuk menunjukkan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan.
Apa pengertian kurva Lorenz?

Apa pengertian kurva Lorenz?
Kurva Lorenz adalah kurva yang menggambarkan hubungan antara distribusi jumlah penduduk dengan distribusi pendapatan.
Apa itu pendapatan nasional?

Apa itu pendapatan nasional?
Nilai barang dan jasa yang diproduksi masyarakat suatu negara dalam satu periode tertentu (satu tahun).
