Konten dari Pengguna

Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dan Cara Menahan Hawa Nafsu

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dan Cara Menahan Hawa Nafsu. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dan Cara Menahan Hawa Nafsu. Foto: Unsplash

Daftar isi

Jika pikiran kotor sering terlintas di kepalamu, kemudian kamu merasa bersalah dan ingin menghindarinya, kamu bisa membaca doa menghilangkan pikiran kotor yang akan dijelaskan dalam artikel ini.

Selain itu, akan dijelaskan pula cara menahan hawa nafsu. Pasalnya, pikiran kotor dan hawa nafsu sama-sama keburukan yang berasal dari gangguan setan. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Bacaan Doa Menghilangkan Pikiran Kotor

Bacaan Doa Menghilangkan Pikiran Kotor. Foto: Unsplash

Kamu bisa membaca doa di bawah ini untuk menghilangkan pikiran kotor, dikutip dari buku Standar Kecapakan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah oleh Muhammad Anas.

Diriwayatkan Ziyad bin 'Ilaqih dari pamannya bahwa Rasulullah membaca doa berikut.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ ، وَالأَعْمَالِ ، وَالأَهْوَاءِ

Bacaan latin: Allahumma inni a'udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a'maali wal ahwaa.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang mungkar". (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

Doa di atas mengandung beberapa faedah, berikut di antaranya.

  1. Dalam doa tersebut kita meminta perlindungan dari akhlak yang jelek dari sisi syariat. Termasuk pula kita meminta perlindungan pada Allah dari sesuatu yang dikenal jelek secara batin.

  2. Doa tersebut mencakup berlindung dari akhlak mungkar seperti begitu takjub dengan diri sendiri, sombong, berbangga diri, hasad dan melampaui batas.

  3. Doa tersebut mencakup kita berlindung pada Allah Swt. dari amalan yang mungkar, yaitu amalan yang zhohir atau ditampakkan.

  4. Doa tersebut mencakup kita meminta perlindungan kepada Allah Swt. dari amal yang mungkar, seperti zina, minum alkohol dan bentuk keharaman lainnya.

  5. Doa tersebut juga mencakup kita meminta perlindungan pada Allah Swt. atas nafsu yang sebagian besarnya sellau mengantarkan kepada kejelekan.

  6. Doa tersebut berlindung dari keinginan atau nafsu yang mungkar mencakup berlindung dari aqidah yang jelek, niatan-niatan yang batil, dan pemikiran yang sesat.

  7. Doa tersebut mendorong kita agar berakhlak yang mulia dan beramal shalih.

Baca Juga: 3 Doa Mimpi Buruk dan Sunnah yang Bisa Dilakukan untuk Menghindarinya

Bacaan Doa Dijauhkan dari Keburukan

Bacaan Doa Dijauhkan dari Keburukan. Foto: Unsplash

Pikiran kotor adalah salah satu keburukan. Selain membaca doa di atas, kamu bisa memanjatkan doa minta dijauhkan dari keburukan, seperti berikut ini.

1. Membaca Ta’awudz

Bacalah ta'awudz karena di antara sebab munculnya pikiran kotor adalah adanya gangguan setan. Hal tersebut sebagaimana firman Allah Swt. berikut.

فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

"Apabila engkau hendak membaca Al-Qur'an, mohonlah pelindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." (Q.S. An Nahl: 98)

Syekh Abdurrahman As Sa’diy rahimahullahu mengatakan,

فالطريق إلى السلامة من شره الالتجاء إلى الله، والاستعاذة به من شره

"Kiat agar selamat dari keburukan setan adalah dengan berserah kepada Allah dan berlindung kepada-Nya dari keburukan setan." (Tafsir As-Sa’diy, hal. 449)

2. Membaca Doa

Selain membaca doa menghilangkan pikiran kotor yang sudah dijabarkan sebelumnya, kamu juga bisa membaca doa berikut.

وَعَنْ شَكَلِ بْنِ حُمَيدٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، عَلِّمْنِي دُعَاءً ، قَالَ : قُلْ : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي ، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي ، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي ، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي ، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّيْ

رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِي ، وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ

Syakal bin Humaid radhiyallahu ‘anhu, ia pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Wahai Rasulullah ajarkan kepadaku suatu doa."

Maka beliau mengatakan, "Bacalah: Allahumma inni a'udzu bika min syarri sam'ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyi (Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, dari kejelekan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelekan pada mani atau kemaluanku)." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Cara Menghindari Pikiran Kotor atau Hawa Nafsu

Cara Menghindari Pikiran Kotor atau Hawa Nafsu. Foto: Unsplash

Mengutip dari buku Menggapai Proses (53 Kumpulan Tulisan) oleh Khasbi Elmaliki, berikut beberapa cara menghindari pikiran kotor atau menjaga diri dari hawa nafsu.

1. Membaca Al-Quran

Bagi muslim, Al-Quran adalah pedoman hidup. Saat nafsumu meningkat, maka dekatlah diri kepada Allah dengan cara membaca Al-Qur'an.

Apabila kamu malas atau tidak memiliki banyak waktu untuk membaca Al-Qur'an, maka kamu bisa baca satu ayat saja. Kamu juga bisa membaca surat Al-Ikhlas 3 kali.

Terpenting adalah jangan sampai hari-harimu berlalu tanpa ayat-ayat Al-Qur'an.

2. Rajin ke Masjid

Berangkat ke masjid adalah hal sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan) untuk kaum laki-laki. Mengutip situs Kemenag, Allah Swt. menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang sholat berjamaah. Rasulullah bersabda,

"Shalat seorang laki-laki dengan berjama'ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama'ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo'akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, 'Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia'. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

3. Berpuasa

Berpuasa saat nafsu memuncak diperlukan, karena ketika kamu berpuasa kondisi perut akan kosong dan hasilnya akan mengurangi gairah. Ini sesuai dengan sabda Nabi Saw. berikut.

Abdullah Ibnu Mas'ud ra. berkata: ‘Rasulullah saw bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." (Muttafaq 'Alaih)

(DEL)