Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Caranya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Raya Iduladha 2024 jatuh pada tanggal 17 Juni atau 10 Dzulhijjah yang akan dirayakan umat muslim. Menjelang Iduladha ini, biasanya banyak umat muslim yang mencari doa menyembelih hewan kurban hingga tata caranya sesuai sunnah Islam.
Mengutip Buku Pintar Agama Islam, Al-Baijury (2015), kurban merupakan hewan yang khusus pada Hari Raya Iduladha (10 Dzulhijjah) untuk disembelih dan juga hari-hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Pada Iduladha, umat Islam akan menyembelih hewan kurban seperti sapi, kambing, maupun unta. Dalam hal ini, tidak hanya sekadar memotong-motong hewan saja, tetapi ada doa menyembelih hewan kurban yang perlu dibaca agar mendapatkan berkah dari Allah Swt.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Doa Menyembelih Hewan Kurban
Peringatan Hari Raya Iduladha dilakukan untuk memperingati ujian paling berat yang pernah menimpa Nabi Ibrahim a.s. Mengutip dari laman nu.or.id, berikut adalah contoh doa menyembelih hewan kurban sesuai dengan sunnah Islam:
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm
Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”
Selain doa tersebut, juga terdapat beberapa doa yang dianjurkan bila hewan kurban sudah benar-benar siap disembelih. Adapun beberapa doa yang dapat dibaca oleh penyembelih atau penjagal adalah sebagai beriku:
1. Membaca “Bismillâh”
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Latin: “Bismillâhir rahmânir rahîm”
Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”
2. Membaca Salawat untuk Rasulullah saw
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.
Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad saw dan keluarganya.”
3. Membaca Takbir Tiga Kali dan Tahmid Sekali
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd
Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”
4. Baca doa Menyembelih
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm
Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”
Syarat Kurban
Sebelum mengetahui tata cara menyemberlih hewan kurban, terdapat beberapa persyaratan yang harus diketahui saat memilih hewan kurban dan syarat orang yang akan menyembelih hewan kurban. Mengutip dari laman baznas.go.id, berikut persyaratannya:
1. Syarat Hewan Kurban
Jenis hewan kurban merupakan salah satu yang wajib diperhatikan, yaitu wajib hukumnya menyembelih hewan ternak sebagai hewan kurban.
Syarat usia untuk sapi minimal 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3, untuk unta minimal berusia 5 tahun dan telah masuk tahun ke-6, untuk domba berusia 1 tahun atau minimal berusia 6 bulan
Dan untuk kambing minimal berusia 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2.
Saat membeli hewan kurban, hindari kondisi fisik cacat seperti hewan yang buta, sedang sakit, kaki pincang dan hewan yang tergolong kurus serta tidak memiliki tulang sumsum.
Hindari memilih hewan kurban dan menyembelih hewan yang sudah lama terkurung dan akhirnya hewan tersebut memakan kotoran, karena hal itu dapat membuat hewan tersebut sakit dan dapat menyebarkan penyakit.
2. Syarat Orang yang Menyembelih Hewan Kurban
Beragama Islam dan sudah akil baligh.
Memiliki kemampuan untuk menyembelih hewan kurban. Sebaiknya, penyembelih memiliki pengalaman mengenai tata cara menyembelih baik tentang hewan kurban maupun pisau yang akan digunakan untuk menyembelih.
Penyembelih hewan qurban hendaknya melakukan penyembelihan pada siang hari, tepatnya setelah terbit matahari pada hari Iduladha.
Memahami tata cara melakukan penyembelihan hewan sesuai dengan syariat Islam.
Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban
Mengutip dari sumbarprov.go.id, berikut adalah tata cara menyembelih hewan kurban sesuai sunah Islam:
1. Menggunakan Pisau yang Tajam
Pisau yang semakin tajam , maka akan semakin baik. Hal ini telah didasarkan oleh hadis Syaddad Bin Aus r.a., jika Nabi saw berkata:
”Sesungguhnya Allah Swt mewajibkan melakukan ihsan dalam segala macam hal. Apabila kalian membunuh, maka bunuhlah secara ihsan, dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah secara ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisau dan menyenangkan sembelihnya.” (HR. Muslim)
Sebaiknya tidak mengasah pisau yang akan digunakan untuk menyembelih didepan hewan yg akan disembelih. Hal ini dapat membuat hewan yang akan disembelih itu merasa takut sebelum disembelih, hal ini didasarkan pada hadis Ibnu Umar r.a.:
“Rasulullah saw memerintahkan agar mengasah pisau tanpa memperlihatkan kepada hewan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah)
2. Menghadapkan Hewan ke Kiblat
Hendaknya, hewan kurban yang disembelih menghadap kiblat pada bagian lehernya yang akan disembelih. Karena arah tersebut akam mendekatkan diri kepada Allah Swt.
3. Membaringkan Hewan Kurban Disisi Kiri
Saat menyembelih kurban Nabi Muhammad saw membaringkan hewan di sebelah kiri sebagai bentuk perlakuan baik. Nabi saw menyembelih kurban dengan pisau yang diletakkan ditangan kanan sembari menahan kepala hewan saat disembelih.
Hal ini sebagaimana berdasarkan hadis dari Aisyah r.a.,
“Rasulullah saw meminta diambilkan seekor kambing kibasy. Beliau berjalan dan berdiri serta melepas pandangannya di tengah orang banyak. Kemudian beliau dibawakan seekor kambing kibasy untuk beliau buat qurban. Beliau berkata kepada ‘Aisyah,
“Wahai ‘Aisyah, bawakan kepadaku pisau”. Beliau melanjutkan, “Asahlah pisau itu dengan batu”. ‘Aisyah pun mengasahnya. Lalu beliau membaringkan kambing itu.” (HR. Muslim)
4. Menginjakkan Kaki pada Bagian Leher Hewan
Menginjakkan kaki di sisi kanan hewan pada bagian leher dianjurkan agar kurban mudah untuk disembelih dan mudah mengambil pisau dengan tangan kanan. Hal ini juga dapat memudahkan dalam memegang kepala hewan dengan tangan kiri.
Hal ini sebagaimana dari Anas bin Malik,
“Nabi saw berqurban dengan dua ekor kambing kibasy putih. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher dua kambing itu. Lalu beliau membaca basmalah dan takbir, kemudian beliau menyembelih keduanya.” (HR. Bukhari)
5. Membaca Basmalah dan Takbir
Ketika hendak menyembelih hewan kurban, SANGAT dianjurkan untuk mengucapkan “bismillahi wallahu akbar”. Kemudian dilanjutkan dengan membaca nama orang yang berkurban, yaitu:
Hadza minka wa laka ... (sebutkan nama) (HR. Abu Daud)
6. Membaca Doa dan Shalawat kepada Nabi Muhammad saw
Setelah selesai membaca doa dan takbir, dapat dilanjutkan dengan membaca doa dan sholawat kepada Nabi saw:
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Aallahuma hadhih mink wa'iilayk fataqabal miniy ya karim aallahuma sali ealaa sayidina muhamad waealaa al sayidina muhamad
Artinya : Ya Tuhanku ini hewan adalah nikmat dari-Mu dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu, karenanya hai Tuhanku yang Maha Pemurah terimalah taqarubb ku.
7. Mulai Menyembelikan Hewan
Dalam penyembelihan hewan kurban tidak dapat dilakukan dengan sendirian, hendaknya mencari orang lain untuk meminta bantuan karena sejatinya manusia tidak bisa hidup sendiri, tanpa bantuan orang lain. Adapun penyembelihan dapat dilanjutkan dengan:
Menyebutkan nama orang yang akan menjadi tujuan hewan kurban tersebut.
Mulai menyembelih dengan cepat supaya meringankan apa yang sedang dialami hewan.
Memastikan pada bagian kerongkongan, tenggorokan, atau dua urat leher itu telah terpotong dengan pasti.
Leher hewan dilarang dipatahkan sebelum hewan tersebut benar-benar mati.
Hikmah Melaksanakan Kurban
Mengutip dari buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul, Ridwan Abdullah Sani, Muhammad Kadri, (2021), hikmah melaksanakan kurban dalam Islam salah satunya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. atas dasar ketaatan. Berikut penjelasan selengkapnya:
Umat Muslim dapat mengekspresikan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah, termasuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Dapat memperkuat kesadaran akan tanggung jawab yang harus dipenuhi sebagai seorang Muslim, serta memperdalam rasa takwa terhadap-Nya.
Dapat memupuk rasa peduli sosial, hal ini dikarenakan daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan kaum duafa sebagai upaya untuk memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.
Kurban mengingatkan akan pengorbanan Nabi Ibrahim atas pengorbanan dan kesediaannya untuk mengorbankan putranya, nabi Ismail.
Kurban dapat melatih seorang Muslim untuk mengendalikan diri dan bersikap tenang serta ikhlas dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan.
Itulah doa menyembelih hewan kurban hingga tata caranya sesuai sunah Islam beserta hikmah yang akan didapatkan. (HEN)
Baca Juga: Tata Cara Pembagian Daging Kurban Sesuai Syariat Islam
