Doa Sebelum TKA 2025 yang Bisa Diamalkan demi Kelancaran Tes

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap peserta ujian tentu mengharapkan hasil terbaik dan doa sebelum TKA 2025 menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang banyak dilakukan menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik tersebut.
Dalam suasana penuh persiapan akademik dan mental, banyak siswa yang berusaha menenangkan diri melalui doa agar diberi kemudahan dan kejernihan pikiran saat menghadapi soal-soal ujian.
Selain mempersiapkan diri secara akademik, keseimbangan antara usaha lahir dan batin juga dianggap penting untuk menjaga fokus dan ketenangan selama menjalani ujian TKA 2025.
Doa Sebelum TKA 2025
Berikut adalah doa sebelum TKA 2025 yang sering diamalkan oleh para siswa agar diberi kelancaran, kemudahan, serta hasil terbaik dalam ujian:
“Allahumma inni as’aluka fahman nabiyyin wa hifdzal mursalin wal ilhamal malaikatil muqarrabin. Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla.”
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu pemahaman seperti para nabi, ingatan seperti para rasul, dan ilham seperti para malaikat yang dekat dengan-Mu.
Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau dapat menjadikan kesulitan menjadi mudah jika Engkau menghendaki.”
Doa ini biasanya dibaca sebelum memulai ujian agar hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih dalam menjawab setiap soal. Dengan membaca doa ini, ketegangan dapat berkurang dan konsentrasi lebih terjaga.
Mengutip situs pusmendik.kemendikdasmen.go.id, Tes Kemampuan Akademik atau TKA lahir dari kebutuhan akan sistem penilaian yang lebih objektif di dunia pendidikan.
Selama beberapa tahun terakhir, penilaian akademik di sekolah-sekolah sering kali tidak memiliki standar nasional yang sama. Hal ini membuat perbandingan hasil belajar antar siswa dari sekolah berbeda menjadi sulit dilakukan secara adil.
Ketika proses seleksi untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi hanya mengandalkan nilai rapor atau ujian sekolah, muncul keraguan mengenai tingkat keakuratan penilaian tersebut.
Dari sinilah muncul gagasan untuk menghadirkan TKA sebagai instrumen penilaian yang terukur, transparan, dan berlaku secara nasional.
Pelaksanaan TKA kemudian diatur oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan dikelola langsung oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP) sebagai lembaga resmi penyelenggara.
Ujian ini berfungsi menggantikan peran Ujian Nasional (UN) yang telah dihapus, dengan tujuan memberikan standar baru dalam pengukuran capaian akademik siswa.
Nilai TKA nantinya juga digunakan sebagai dasar seleksi untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sehingga hasilnya memiliki pengaruh penting terhadap peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
TKA tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2025 dan terbagi dalam beberapa gelombang agar seluruh peserta, termasuk dari jalur formal dan nonformal, dapat mengikuti ujian dengan lancar.
Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 4 November 2025, sedangkan gelombang kedua berlangsung pada 5 hingga 6 November 2025.
Sementara itu, gelombang khusus disediakan bagi peserta dari jalur pendidikan nonformal seperti Paket C yang dijadwalkan pada 8 hingga 9 November 2025.
Setelah seluruh tahapan tes selesai, peserta akan memperoleh Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) sebagai bukti resmi capaian akademik yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan seleksi di masa mendatang.
Setelah seluruh sesi ujian berakhir, setiap peserta akan menerima Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) yang berisi nilai capaian akademik individu.
Sertifikat ini dapat digunakan sebagai syarat pendukung untuk mengikuti SNBP atau seleksi akademik lain pada tahun berikutnya.
Secara keseluruhan, persiapan yang matang, latihan soal yang konsisten, serta doa sebelum TKA 2025 menjadi bekal penting bagi siswa yang ingin meraih hasil maksimal.
Ujian bukan hanya tentang kemampuan intelektual, tetapi juga tentang ketenangan jiwa dan keyakinan bahwa setiap usaha akan berbuah sesuai niat dan kerja keras yang tulus. (Shofia)
Baca Juga: Contoh Latihan Soal TKA SMA 2025 untuk Latihan Siswa
