Konten dari Pengguna

Doa Setelah Dhuha Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa setelah dhuha. Foto: Unsplash.com/afiq fatah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa setelah dhuha. Foto: Unsplash.com/afiq fatah

Salat Dhuha merupakan amalan sunah yang dapat dikerjakan pada pagi hari sebagai bentuk ibadah kepada Allah Swt. Doa setelah dhuha dapat dibaca untuk memohon kelancaran rezeki.

Selain itu, doa ini juga menjadi sarana untuk memohon kemudahan dalam menjalani urusan, ampunan atas dosa, serta rahmat dari Allah Swt.

Dengan berdoa secara khusyuk, umat Islam diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan hati yang tenang sambil tetap berusaha memperoleh rezeki yang halal.

Doa Setelah Dhuha untuk Kemudahan Urusan dan Rezeki

Ilustrasi doa setelah dhuha. Foto: Unsplash.com/Araf Ibne Alam

Dikutip dari kotacirebon.baznas.go.id, berikut adalah doa setelah dhuha lengkap dengan tulisan Arab dan latin yang berisi permohonan rezeki, keberkahan, kemudahan, dan perlindungan dari Allah Swt.

Doa ini lazim diamalkan setelah sholat Dhuha, meskipun bacaan tersebut bukan satu-satunya doa yang boleh dipanjatkan setelahnya.

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Latin: Allahumma innad-duha’a duha’uka, wal bahaa’a bahaa’uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka.

Allahumma in kaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba’iidan faqarribhu. Bihaqqi dhuhaa’ika, wa bahaa’ika, wa jamaalika, wa quwwatika, wa qudratika, aatini maa aataita ‘ibaadakas-shaalihiin.

Artinya:

“Tuhanku, sungguh waktu duha adalah milik-Mu, keagungan adalah milik-Mu, keindahan adalah milik-Mu, kekuatan adalah milik-Mu, kekuasaan adalah milik-Mu, dan perlindungan adalah milik-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, turunkanlah. Jika berada di bumi, keluarkanlah.

Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan kemuliaan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu. Berikanlah kepadaku apa yang Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

Ya Allah, dengan pertolongan-Mu aku bergerak, berusaha, dan berjuang. Ampunilah aku, rahmatilah aku, serta terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

Doa tersebut berisi permohonan agar Allah memberikan rezeki yang baik dan memudahkan jalan untuk memperolehnya.

Bagian tentang rezeki yang berada di langit atau di bumi mengingatkan bahwa segala pemberian berasal dari Allah, sedangkan permohonan agar rezeki yang sulit dipermudah mengajarkan umat Islam untuk tetap berikhtiar.

Bagian akhir doa mengandung permohonan ampun, rahmat, dan penerimaan tobat. Doa dapat dibaca dengan khusyuk sambil memahami maknanya, lalu dilanjutkan dengan usaha yang halal dan sikap tawakal.

Tidak ada ketentuan wajib untuk membaca doa tersebut dengan jumlah tertentu setelah salat Dhuha. Bacaan doa dapat disesuaikan dengan kemampuan, dan umat Islam juga boleh memanjatkan doa menggunakan bahasa sendiri.

Doa setelah dhuha dapat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon kebaikan dalam kehidupan. Hal terpenting ialah berdoa dengan tulus, tetap berusaha, serta menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. (Suc)

Baca Juga: Doa Maulid Nabi Lengkap, Bacaan yang Dapat Diamalkan dalam Peringatan