Doa Ziarah ke Makam Orang Tua dan Artinya sesuai Sunnah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa ziarah ke makam orang tua merupakan amalan yang sering dilakukan sebagai wujud cinta, bakti, dan rasa hormat seorang anak kepada orang tuanya yang telah wafat.
Melalui doa, anak memohonkan ampunan, rahmat, serta ketenangan bagi orang tua di alam kubur. Selain menjadi bentuk ibadah, ziarah ke makam juga menjadi momen refleksi diri bagi yang masih hidup.
Doa Ziarah ke Makam Orang Tua dan Artinya
Dikutip dari Bacaan Doa Ziarah Kubur, oleh marsono_marsono, (2021), dalam situs desadengok.gunungkidulkab.go.id, berikut adalah doa ziarah ke makam orang tua dan artinya:
"A'udzubillahi minasyaithoonir rajim. Bismillahirrohmannirrahim. Alhamdullilahi rabbil 'alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa'imiin, hamdan yuwaafiini'amahu wayukaafii mazidah, yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa'adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim 'ala sayyidina muhammad wa'ala alii sayyidina muhammad.”
“Allah humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur'anil 'adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina 'atsayyidina muhammad sollallohu'alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi'ina waquroti a'ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu 'alaihi wa sallam, wa ila jami'ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi'ina wal'ulamail 'alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami'il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil 'alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.”
“Summa ilaa jami'i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam'anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.”
“Allah hummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu wa akrim nujulahu wawasi' madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khairon min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa 'aidhu min 'adzabil qobri wa fitnatihi wa min 'adzabinnar,”
“Allahhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi 'alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba'dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil 'aalamiin.”
Yang artinya:
Aku memohon perlindungan kepada Allah dari bisikan dan tipu daya setan yang terlaknat. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Segala sanjungan dan puja kami panjatkan hanya kepada Allah, Penguasa seluruh alam, sebagaimana pujian yang dilantunkan oleh hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan mereka yang senantiasa menerima limpahan nikmat.
Pujian yang seimbang dengan anugerah-Nya serta membuka pintu bertambahnya karunia. Wahai Tuhan kami, segala puji hanyalah milik-Mu, sesuai dengan keagungan Dzat-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu.
Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw, beserta keluarga dan seluruh pengikut beliau.
Ya Allah, kami mohon Engkau menerima bacaan Al-Qur’an, tahlil, tasbih, istighfar, serta shalawat yang kami lantunkan.
Sampaikanlah seluruh pahalanya sebagai persembahan yang penuh kasih, sebagai rahmat yang Engkau turunkan dan berkah yang Engkau sebarkan kepada kekasih dan pemimpin kami, Nabi Muhammad saw.
Sampaikan pula kepada seluruh Nabi dan Rasul, para wali pilihan-Mu, para syuhada, orang-orang saleh, para sahabat, tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, para pejuang di jalan-Mu, serta para malaikat yang senantiasa taat beribadah kepada-Mu, terutama kepada Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
Kami juga menghadiahkan doa ini kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, yang telah mendahului kami, baik yang berada di timur maupun barat, di darat maupun di lautan.
Terutama kami tujukan kepada ayah dan ibu kami, kakek dan nenek kami, serta lebih khusus lagi kepada orang yang menjadi sebab berkumpulnya kami pada majelis ini.
Ya Allah, ampunilah dia, limpahkan rahmat-Mu kepadanya, bebaskan dan lapangkan keadaannya. Muliakanlah tempat peristirahatannya, luaskan ruangnya, terangilah jalannya.
Bersihkan ia dari segala dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Gantikan baginya tempat tinggal yang lebih baik, keluarga yang lebih mulia, serta pasangan yang lebih sempurna dari yang pernah ia miliki.
Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu, lindungilah dari azab dan fitnah kubur, serta jauhkan dari siksa api neraka.
Ya Allah, ampunilah kami semua yang masih hidup maupun yang telah wafat, yang hadir maupun yang tidak hadir, yang muda maupun yang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.
Ya Allah, siapa pun di antara kami yang Engkau beri kehidupan, maka hidupkanlah ia dalam keimanan. Jangan Engkau putuskan pahala kami atas amal untuknya, dan jangan Engkau biarkan kami tersesat setelah kepergiannya.
Limpahkanlah rahmat-Mu kepada kami, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Itulah doa ziarah ke makam orang tua. Membaca doa ziarah ke makam orang tua, diharapkan hubungan batin antara anak dan orang tua tetap terjaga, sekaligus mengingatkan akan hakikat kehidupan dan kematian. (IF)
Baca juga: Doa Setelah Ziarah Kubur Lengkap dengan Artinya
