Konten dari Pengguna

Ekonomi Kreatif: Pengertian, Manfaat, Ciri-Ciri, dan Contoh

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang dimaksud dengan ekonomi kreatif? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa yang dimaksud dengan ekonomi kreatif? Foto: Unsplash

Ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi baru yang didasari pada kreativitas, keterampilan, dan bakat. Apabila dilihat dari segi ekonomi, manfaat ekonomi kreatif dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Sementara itu untuk segi sosial, ekonomi kreatif dapat bermanfaat mengurangi kesenjangan soisal yang sering terjadi di lingkungan masyarakatnya itu sendiri. Itu sebabnya, adanya ekonomi kreatif dapat berpengaruh untuk kehidupan masyarakat.

Lantas, apa yang dimaksud dengan ekonomi kreatif dan manfaatnya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Daftar isi

Apa yang Dimaksud dengan Ekonomi Kreatif?

Menurut buku Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia karangan Ari Mulianta Ginting, dkk, ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh industri kreatif dengan mengutamakan peranan kekayaan intelektual.

Istilah ekonomi kreatif itu sendiri juga sudah digunakan dalam Diktum Pertama Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Peraturan perundang-undangan tersebut menjelaskan bahwa ekonomi kreatif adalah kegiatan yang didasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu guna menciptakan daya kreasi serta daya cipta yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan.

Menyadur laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, terdapat setidaknya 18 subsektor dalam ekonomi kreatif, berikut informasinya:

  1. Pengembangan permainan

  2. Arsitektur

  3. Desain interior

  4. Musik

  5. Seni rupa

  6. Desain produk

  7. Fesyen

  8. Kuliner

  9. Film

  10. Animasi

  11. Video

  12. Fotografi

  13. Desain komunikasi visual

  14. Televisi dan radio

  15. Kriya

  16. Periklanan

  17. Seni pertunjukan dan penerbitan

  18. Aplikasi

Sebagai informasi, pembangunan ekonomi kreatif sebetulnya sudah dimulai sejak era presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang kemudian dilanjutkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Proses pengembangan ekonomi kreatif ini pertama kali diwujudkan dengan pembentukan Indonesian Design Power oleh Departemen Perdagangan untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Kemudian di tahun 2007, dilakukan peluncuran Studi Pemetaan Kontribusi Industri Kreatif Indonesia 2007 pada Trade Expo Indonesia. Pada tahun 2008, dilakukan kembali peluncuran Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 dan Cetak Biru Pengembangan 14 Subsektor Industri Kreatif Indonesia.

Keuntungan Ekonomi Kreatif

Keuntungan ekonomi kreatif dapat meningkatkan PDB di Indonesia. Foto: Unsplash

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa keuntungan ekonomi kreatif dapat meningkatkan PDB di Indonesia. Hal tersebut terbukti dalam catatan Kementerian Perindustrian RI pada tahun 2012 yang menyebutkan bahwa kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB naik mencapai Rp574 triliun atau kurang lebih 7%.

Keberadaan ekonomi kreatif juga tidak lepas dari revolusi industri 4.0 yang memudahkan seseorang untuk menggunakan internet. Dengan begitu, ekonomi kreatif dapat membantu meningkatkan potensi wirausaha karena siapa pun dapat melakukan promosi atau distribusi melalui online.

Ciri-Ciri Ekonomi Kreatif

Dalam penerapannya, ekonomi kreatif memiliki ciri-ciri tersendiri, seperti mudah digantikan, butuh kerja sama, berbasis pada ide, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut ciri-ciri ekonomi kreatif, seperti yang dikutip dari buku Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal karangan Dr. Sopanah, SE, M.Si., dkk.

1. Kreasi intelektual

Adanya kreasi intelektual dalam ekonomi kreatif dapat menghasilkan kreativitas, keahlian, serta talenta. Itu sebabnya, kreativitas maupun keahlian juga perlu ditingkatkan.

2. Mudah digantikan

Dalam ekonomi kreatif, produk lebih mudah dan cepat untuk digantikan. Maka itu tidak sedikit dari perusahaan-perusahaan yang terus mengembangkan produk yang dijualnya agar tidak tergantikan.

3. Penyediaan langsung dan tidak langsung

Produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus bertujuan untuk dipasarkan kepada konsumen. Pada poin ini, produk bisa dipasarkan secara langsung dan tidak langsung.

4. Butuh kerja sama

Kerja sama merupakan hal yang dibutuhkan dalam ekonomi kreatif karena ke depannya terus bertemu dengan berbagai pihak, seperti pengusaha dan pemerintah yang mengatur kebijakan. Kerja sama ini juga dibutuhkan untuk membantu proses pengembangan industri kreatif.

5. Berbasis pada ide

Selain kerja sama, memiliki ide dan gagasan termasuk ciri-ciri yang harus dimiliki dalam ekonomi kreatif. Pasalnya, tidak bisa dipungkiri bahwa ide atau gagasan merupakan hal yang diperlukan untuk menciptakan produk.

6. Tidak terbatas

Penciptaan produk baru yang kreatif biasanya turut memberikan kontribusi bagi pengembangan industri. Itu sebabnya, produk sebisa mungkin dapat digunakan secara tidak terbatas.

Manfaat Ekonomi Kreatif

Salah satu manfaat ekonomi kreatif adalah mengurangi pertumbuhan angka pengangguran. Foto: Unsplash

Ekonomi kreatif memiliki pengaruh yang besar terhadap perekonomian di Indonesia. Menyadur buku Menggerakkan Ekonomi Kreatif: Antara Tuntutan dan Keutuan karangan Mauled Moelyono, berikut berbagai manfaat ekonomi kreatif:

1. Bidang ekonomi

  • Meningkatnya Produk Domestik Bruto (PDB)

  • Membuka kesempatan kerja (employment)

  • Produksi mengalami peningkatan

  • Menciptakan kompetisi aktivitas dunia bisnis yang lebih sehat

  • Mengurangi pertumbuhan angka pengangguran

  • Meningkatkan inovasi pelaku ekonomi kreatif di berbagai sektor

2. Bidang sosial

  • Meningkatkan kualitas hidup seseorang atau kelompok

  • Adanya toleransi sosial di tengah masyarakat

  • Kesenjangan sosial jadi lebih berkurang

Contoh Ekonomi Kreatif

Setelah mengetahui manfaat dan ciri-ciri dari ekonomi kreatif, berikut adalah contoh ekonomi kreatif yang dikutip dari buku Ekonomi Kreatif karangan Anggri Puspita Sari, dkk.

1. Periklanan

Periklanan bisa dijadikan sebagai salah satu contoh ekonomi kreatif karena bisa dilakukan melalui media elektronik, seperti smartphone, radio, hingga televisi. Dalam bidang periklanan pun dibutuhkan ide yang kreatif sebagai suatu strategi dalam pemasaran.

2. Arsitektur

Tidak hanya periklanan, bidang arsitektur pun termasuk ke dalam contoh ekonomi kreatif. Dalam arsitektur, juga diperlukan suatu ide atau gagasan dalam perencanaan kota, kegiatan teknik sipil, pembangunan taman kota, dan lainnya.

3. Televisi

Televisi termasuk contoh dalam ekonomi kreatif karena berisikan orang-orang yang kreatif dan inovatif dalam membuat acara untuk menghibur para penonton.

4. Video

Pembuatan suatu video atau film membutuhkan konsep dan ide yang kreatif. Mulai dari pembuatan film atau video, pemotretan di bidang fotografi, hingga mengedit hasil dari ketiganya untuk kemudian disebarluaskan.

5. Musik

Seorang musisi harus memiliki ide yang kreatif dan inovatif untuk menciptakan sebuah lagu. Selain itu, seorang musisi juga harus mendistribusikan lagunya dengan cara yang menarik agar dapat dinikmati oleh para pendengar.

6. Fashion

Ekonomi kreatif juga merambah ke dunia fashion. Umumnya, para desainer membutuhkan ide dan pemikiran yang kreatif untuk merancang busana yang akan dijual supaya para konsumen puas ketika menggunakan busana tersebut.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa saja manfaat ekonomi kreatif itu?
chevron-down

Meningkatnya Produk Domestik Bruto (PDB), membuka kesempatan kerja (employment), produksi mengalami peningkatan, menciptakan kompetisi aktivitas dunia bisnis yang lebih sehat, mengurangi pertumbuhan angka pengangguran, dan meningkatkan inovasi pelaku ekonomi kreatif di berbagai sektor.

Apa yang dimaksud dengan ekonomi kreatif?
chevron-down

Ekonomi kreatif adalah kegiatan yang didasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu guna menciptakan daya kreasi serta daya cipta yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan.

Apa ciri-ciri ekonomi kreatif?
chevron-down

Kreasi intelektual, mudah digantikan, penyediaan langsung dan tidak langsung, butuh kerja sama, berbasis pada ide, dan tidak terbatas.