Konten dari Pengguna

Emotion-Focused Coping Paling Tepat Digunakan Ketika Apa?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Emotion-Focused Coping Paling Tepat Digunakan Ketika. Unsplash/alexas_fotos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Emotion-Focused Coping Paling Tepat Digunakan Ketika. Unsplash/alexas_fotos

Emotion-Focused Coping paling tepat digunakan ketika realitas tak bisa dikendalikan menjadi pendekatan yang relevan di tengah kehidupan modern yang penuh ketidakpastian.

Dalam banyak situasi, manusia dihadapkan pada kondisi yang berada di luar kendali, seperti kehilangan, kegagalan, perubahan mendadak, atau tekanan emosional yang tidak dapat dihindari.

Pada titik inilah, upaya untuk terus memaksakan solusi terhadap sumber masalah justru dapat memperberat beban psikologis.

Emotion-Focused Coping Paling Tepat Digunakan Ketika Apa dalam Kehidupan?

Ilustrasi Emotion-Focused Coping Paling Tepat Digunakan Ketika. Unsplash/Dwayne joe

Dikutip dari laman jurnal.univpgri-palembang.ac.id, mengungkapkan bahwa Emotion-Focused Coping paling tepat digunakan ketika individu menghadapi situasi yang tidak dapat dikendalikan, seperti kondisi krisis global akibat pandemi Covid-19, karena fokus utamanya adalah mengelola respons emosional agar tekanan psikologis tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Pandemi telah mengganggu berbagai sektor kehidupan dan memunculkan beragam persoalan yang berdampak langsung pada ketahanan mental manusia.

Perubahan pola hidup, keterbatasan interaksi sosial, serta ketidakpastian yang berkepanjangan menciptakan tekanan emosional yang signifikan.

Situasi tersebut mendorong munculnya kecemasan, bahkan depresi, pada banyak individu karena perhatian terus-menerus tertuju pada ancaman dan ketidakpastian yang sulit dihindari.

Pandemi diketahui meningkatkan tingkat stres, sementara kecemasan merupakan respons yang umum muncul dalam kondisi penuh tekanan. Hingga akhir Juni 2020, Covid-19 memberikan kontribusi yang relatif besar terhadap meningkatnya tekanan psikologis, khususnya kecemasan umum dan gejala depresi.

Kondisi ini dipahami sebagai faktor kerentanan utama yang memengaruhi keseimbangan mental individu.

Kecemasan sebenarnya dapat dialami oleh siapa saja dari waktu ke waktu, dan hanya sedikit individu yang mampu menjalani kehidupan tanpa ketegangan emosional atau tanpa perasaan bahwa sesuatu mungkin tidak berjalan dengan baik.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kecemasan merupakan bagian dari dinamika psikologis manusia, meskipun intensitas dan dampaknya dapat berbeda.

Dalam konteks tersebut, diperlukan tindakan konseling yang tepat untuk mereduksi gangguan kecemasan agar tidak mengganggu keberlangsungan hidup secara menyeluruh.

Upaya ini menuntut adanya penanaman kemampuan coping yang memadai pada diri individu. Stressor yang muncul akibat gangguan kecemasan membutuhkan sumber coping yang sesuai agar dapat ditangani secara adaptif.

Coping dipahami sebagai upaya kognitif dan perilaku yang terus berubah untuk mengelola tuntutan eksternal maupun internal yang dinilai membebani atau melampaui sumber daya individu.

Salah satu strategi yang dinilai efektif dalam mereduksi gangguan kecemasan adalah emotion-focused coping. Strategi ini berfokus pada pengelolaan emosi yang muncul sebagai respons terhadap situasi menekan, bukan pada upaya langsung mengubah sumber stres.

Pendekatan ini relevan digunakan ketika tingkat pengendalian terhadap situasi dinilai rendah. Contohnya dapat ditemukan dalam terapi doa, yang berfungsi sebagai bentuk penanganan berbasis emotion-focused coping.

Selain itu, penolakan dan reinterpretasi positif juga termasuk strategi yang berfokus pada emosi. Dengan membantu individu menata respons emosional secara lebih adaptif, emotion-focused coping berperan penting dalam menjaga ketahanan psikologis di tengah kondisi yang sulit dikendalikan.(DANI)

Baca juga: OST Shine on Me yang Bikin Cerita Makin Emosional