Konten dari Pengguna

Fadilah Silaturahmi, Amalan Sederhana dengan Keutamaan Luar Biasa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Fadilah Silaturahmi, Foto:Unsplash/Slashio Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Fadilah Silaturahmi, Foto:Unsplash/Slashio Photography

Fadilah Silaturahmi bisa menjadi bahan renungan bagi setiap muslim, karena menyentuh aspek mendalam dalam hubungan antar sesama manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, silaturahmi tidak hanya sekadar bertemu atau menyapa, tetapi juga mencerminkan kepedulian, kasih sayang, dan perhatian yang tulus terhadap orang lain.

Ketika seseorang memutuskan untuk menjaga tali silaturahmi, secara tidak langsung ia sedang membangun jembatan emosional yang memperkuat ikatan sosial dan menumbuhkan rasa saling percaya.

Fadilah Silaturahmi, Amalan Mulia Muslim

Ilustrasi Fadilah Silaturahmi, Foto:Unsplash/Falaq Lazuardi

Dikutip dari laman kotayogya.baznas.go.id, mengungkapkan bahwa Fadilah Silaturahmi merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, karena tidak hanya membawa keberkahan dalam kehidupan sosial, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Dalam Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah saw, banyak dijelaskan tentang keutamaan menjaga hubungan baik dengan sesama, baik itu keluarga, tetangga, maupun sesama muslim.

Pentingnya silaturahmi terlihat dari berbagai hikmah yang terkandung di dalamnya, mulai dari aspek spiritual hingga sosial, yang semua saling terkait dan memberi manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Salah satu hikmah utama silaturahmi adalah menambah umur dan melapangkan rezeki. Rasulullah saw bersabda bahwa siapa saja yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaknya menjaga tali silaturahmi.

Panjang umur di sini bukan sekadar angka, tetapi juga mencakup keberkahan hidup, di mana setiap waktu yang dimiliki dapat digunakan dengan bermanfaat.

Begitu pula rezeki tidak hanya terbatas pada materi, melainkan juga meliputi kesehatan, kebahagiaan, dan ketenangan hati.

Allah Swt menegaskan dalam QS. An-Nisa ayat 1 pentingnya memelihara hubungan kekeluargaan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sesama.

Selain itu, silaturahmi menguatkan ukhuwah Islamiyah, yaitu persaudaraan antar muslim. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang mukmin adalah bersaudara, sehingga menjaga kedamaian antar sesama menjadi kewajiban.

Melalui silaturahmi, hati menjadi lembut, mudah memaafkan, dan terbebas dari iri atau dengki, sehingga hubungan sosial dapat berjalan harmonis.

Rasulullah saw pun menegaskan bahwa memutus tali silaturahmi akan menghalangi seseorang masuk surga, sehingga hikmah silaturahmi juga berkaitan dengan kehidupan akhirat.

Selanjutnya, silaturahmi dapat menghapus dosa dan mendatangkan rahmat Allah Swt. QS. Ar-Ra’d ayat 21 menyebutkan bahwa orang yang menghubungkan apa yang Allah perintahkan akan mendapat rahmat.

Setiap sapaan, kunjungan, dan bantuan yang dilakukan dengan niat karena Allah menjadi amalan yang bernilai.

Rasulullah saw menegaskan bahwa hubungan yang dibangun karena Allah akan mendapatkan cinta-Nya, sehingga silaturahmi juga menjadi sarana membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Hikmah lainnya adalah menumbuhkan kasih sayang dan empati. Silaturahmi membantu memahami kesulitan orang lain, mendorong untuk menolong dan menghibur, sehingga menciptakan lingkungan sosial yang harmonis.

Terakhir, silaturahmi mendekatkan diri kepada Allah Swt, karena setiap niat baik yang tulus menjadi bentuk ibadah. QS. Muhammad ayat 22–23 menegaskan bahwa memutus hubungan kekeluargaan adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah.

Dengan demikian, silaturahmi bukan sekadar etika sosial, tetapi juga ibadah yang membawa keberkahan dunia dan akhirat.

Menjalin hubungan baik, menyapa, dan saling mendukung menjadi jalan untuk memperkuat tali persaudaraan, menumbuhkan empati, dan meraih ridha Allah Swt. Fadilah Silaturahmi terbukti menjadi jalan untuk hidup lebih bermakna, harmonis, dan penuh berkah.(DANI)

Baca juga: Kapan Lebaran NU 2026? Ini Jadwal Idulfitri dan Hal yang Perlu Diketahui