Konten dari Pengguna

Faktor Penyebab Tensi Tinggi dan Cara Penanganannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tensi tinggi. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tensi tinggi. Foto: Freepik

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab tensi tinggi. Tensi yang tinggi atau penyakit tekanan darah tinggi disebut juga dengan istilah hipertensi.

Penyakit ini termasuk ke dalam salah satu gangguan pada sistem peredaran darah. Kabarnya penyakit ini juga bisa saling berkaitan dengan Covid-19.

Menurut buku Ilmu Pengetahuan Alam yang ditulis Siti Zubaidah dkk., hipertensi terjadi jika tekanan darah di atas 120/80 mmHg. Gejalanya ditandai dengan rasa sakit kepala, kelelahan, pusing, pendarahan dari hidung, mual, muntah, dan sesak napas.

Kebalikan dari hipertensi ialah hipotensi atau tekanan darah rendah. Hipotensi terjadi ketika tekanan darah berada kurang dari 120/80 mmHg.

Umumnya, seseorang yang mengalami tekanan darah rendah akan mengalami keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan tak jelas (berkunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, detak atau denyut nadi lemah, dan tampak pucat.

Faktor Penyebab Tensi Darah Tinggi

Ilustrasi memeriksa tensi tinggi. Foto: Unsplash

Berdasarkan Kementerian Kesehatan, seseorang dikatakan mengalami tekanan darah tinggi apabila pada saat duduk tekanan sistolik dirinya mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, ataupun keduanya.

Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih. Namun, tekanan diastoliknya kurang dari 90 mmHg dan masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.

Berdasarkan Jurnal Ilmiah PANNMED Volume 9 Nomor 2 yang ditulis Abdul Hanif Siregar, pada populasi umum sekitar 60 persen lansia akan mengalami hipertensi setelah berusia 75 tahun.

Lalu, apa penyebab tensi tinggi dan apa saja yang bisa menjadi penyebab tensi tiba-tiba tinggi?

Menurut buku yang ditulis Siti Zubaidah dkk., penyebab utama tensi tinggi atau hipertensi ialah arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), obesitas (kegemukan), kurang olahraga, stres, mengonsumsi minuman beralkohol atau makanan yang banyak mengandung garam, lemak, dan kolesterol.

Tekanan darah setiap orang dapat bervariasi secara alami. Menurut Kementerian Kesehatan, bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.

Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Tekanan darah akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat.

Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda. Tekanan darah paling tinggi terjadi pada waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari. Itulah yang kemudian menjadi penyebab tensi tinggi di pagi hari.

Apabila hipertensi yang dialami sudah berat dan tidak segera diobati, bisa timbul gejala seperti sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah, dan pandangan menjadi kabur karena ada kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.

Penyebab Tensi Tinggi Saat Hamil

Ilustrasi memeriksa kondisi kehamilan. Sumber: Pexels.com

Kemudian, apa penyebab ibu hamil memiliki tensi yang tinggi atau penyebab tensi tinggi saat hamil 9 bulan?

Pada saat hamil, ada beberapa penyebab yang membuat tekanan darah berpotensi menjadi lebih tinggi dari biasanya. Tensi tinggi saat hamil bisa dibagi menjadi tiga, yaitu hipertensi preeklampsia, kronis, dan eklampsia.

Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang membuat ibu hamil bisa mengalami hipertensi. Pada kasus ini, akan ditemukan protein dalam urine ibu hamil.

Hipertensi kronis ialah tekanan darah tinggi yang dialami sebelum kehamilan. Apabila tidak diketahui sebelum kehamilan, hipertensi kronis berarti keadaan saat tekanan darah berada di angka lebih tinggi daripada 140/90 mmHG sebelum kehamilan 20 minggu.

Sedangkan, eklampsia bisa diartikan serangan pada wanita hamil yang mengalami preeklampsia. Gejalanya berupa kejang atau koma. Meski begitu, kondisi ini bisa dikatakan sangat jarang terjadi.

Tensi tinggi juga bisa dialami ibu hamil setelah melahirkan. Penyebab tensi tinggi setelah melahirkan disebut dengan postpartum preeklamsia.

Makanan Penyebab Tensi Tinggi

Ilustrasi minuman penyebab tensi tinggi. Foto: Shutterstock

Hipertensi juga dapat dipengaruhi dari asupan makanan penderita. Merujuk pada American Heart Association (AHA) makanan penyebab hipertensi antara lain daging merah dan garam (natrium), serta makanan dan minuman lainnya yang mengandung gula tambahan.

Makanan lain yang bisa menjadi penyebab tensi tinggi di antaranya produk tomat dan sup kalengan, acar, alkohol, dan makanan olahan dengan lemak trans.

Cara Mengatasi Hipertensi

Hipertensi kerap diakibatkan pola hidup tak sehat, misalnya, jarang berolahraga, mengonsumsi alkohol, merokok, dan lain-lain. Jadi, untuk mencegah dan mengatasi hipertensi bisa dilakukan mulai dari hal yang sederhana, yaitu menjaga pola hidup sehat.

Mengutip buku yang ditulis Siti Zubaidah dkk., penderita hipertensi karena obesitas harus menurunkan berat badan, sehingga mencapai berat badan ideal.

Selain itu, penderita juga perlu menghindari mengonsumsi minuman beralkohol dan makanan berlemak dan mengandung kolesterol tinggi, berolahraga secara teratur, menghentikan kebiasaan merokok, serta menjauhi faktor-faktor yang dapat menyebabkan stres.

Mengonsumsi makanan berserat juga membantu mengurangi risiko terkena hipertensi. Serat diketahui dapat mengolah dan mengurangi risiko berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner.

(AMP)

Frequently Asked Question Section

Apa penyebab utama tensi tinggi?

chevron-down

Arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), obesitas (kegemukan), kurang olahraga, stres, mengonsumsi minuman beralkohol atau makanan yang banyak mengandung garam, lemak, dan kolesterol.

Bagaimana cara mengatasi tensi tinggi?

chevron-down

Menghindari mengonsumsi minuman beralkohol dan makanan berlemak dan mengandung kolesterol tinggi, berolahraga secara teratur, menghentikan kebiasaan merokok, serta menjauhi faktor-faktor yang dapat menyebabkan stres.

Apa saja makanan yang bisa menjadi penyebab tensi tinggi?

chevron-down

Produk tomat dan sup kalengan, acar, alkohol, dan makanan olahan dengan lemak trans.