Konten dari Pengguna

Fenomena Alam Abrasi: Pengertian, Dampak, dan Cara Mencegahnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena alam abrasi adalah suatu proses terjadinya pengikisan yang disebabkan oleh tenaga air laut. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Fenomena alam abrasi adalah suatu proses terjadinya pengikisan yang disebabkan oleh tenaga air laut. Foto: Pexels.com

Abrasi adalah salah satu fenomena alam yang biasanya terjadi di wilayah pantai. Abrasi juga merupakan salah satu jenis erosi yang terjadi di permukaan bumi.

Sebagai salah satu jenis erosi, abrasi tentunya mengakibatkan terjadinya proses pengikisan. Oleh karena itu, abrasi sering disebut sebagai erosi pantai.

Abrasi sendiri disebabkan oleh tenaga gelombang air laut yang menerpa wilayah pantai. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika abrasi disebabkan oleh aktivitas manusia.

Untuk memahami fenomena abrasi lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Fenomena Alam Abrasi

Dikutip dari buku Teknologi Pegar untuk Penanggulangan Erosi Dan Abrasi Pantai karya Prof. Dr. Ir. Dede Manarolhuda Sulaiman, M.Sc., abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab abrasi tidak hanya disebabkan oleh tenaga gelombang laut, tetapi juga aktivitas manusia.

Salah satu aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya abrasi adalah penambangan pasir. Penambangan pasir sangatlah berperan banyak terhadap abrasi pantai.

Berkurangnya pasir laut akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan dan arah arus laut yang menghantam pantai.

Dampak Abrasi

Abrasi akan menimbulkan beberapa dampak. Salah satu dampak dari abrasi adalah munculnya beberapa bentang alam.

Salah satu dampak dari fenomena alam abrasi adalah munculnya tebing terjal di area pantai. Foto: Pexels.com

Jenis-jenis bentang alam yang muncul akibat adanya dampak abrasi adalah sebagai berikut:

  • Tebing terjal atau cliff adalah bagian pantai yang mempunyai batuan keras dan juga terjal. Tebing ini disebabkan oleh abrasi yang mengakibatkan munculnya pegunungan yang curam.

  • Cave atau gua adalah salah satu bentang alam yang ada di tebing pantai yang dapat diakibatkan oleh adanya abrasi.

  • Arch adalah jenis lengkungan yang muncul akibat adanya terobosan dari sampai dua sisi tebing.

  • Stack adalah hasil dari adanya proses pengikisan Arch dan menyisakan tiang yang jauh dari tebing terjal.

  • Stump adalah hasil dari proses pengikisan stack yang gugur masuk ke bawah air laut.

  • Dataran abrasi adalah wilayah dataran yang sudah terkena abrasi dan dapat dilihat secara jelas saat air laut surut.

Selain dampak-dampak di atas, abrasi juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kondisi ekologis yang ada di wilayah pantai. Pengaruh-pengaruh tersebut ialah:

  • Menyusutnya lebar pantai sehingga terjadinya penyempitan lahan bagi penduduk yang bermukim di wilayah sekitar pantai.

  • Rusaknya hutan bakau yang ada di wilayah sepanjang pantai yang diakibatkan oleh terpaan ombak yang didorong angin kencang begitu besar.

  • Hilangnya tempat berkumpulnya biota laut karena adanya proses pengikisan hutan bakau.

Cara Mencegah Abrasi

Abrasi merupakan fenomena alam. Akan tetapi, fenomena ini bisa dicegah agar tidak bisa merusak ekosistem yang ada di sekitar pantai.

Dikutip dari lama resmi Kemendikbud, berikut beberapa upaya untuk mencegah abrasi.

Salah satu cara mencegah terjadinya abrasi adalah menanam pohon bakau. Foto: Pexels.com

1. Membangun Pemecah Gelombang

Pemecah gelombang dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah abrasi pantai. Di Indonesia sendiri, cara ini sudah banyak dilakukan oleh berbagai wilayah untuk menangkal arus gelombang air laut.

Dengan begitu, abrasi pun berkemungkinan tidak akan terjadi sehingga ekosistem daerah pantai pun akan tetap terjaga.

2. Menanam Mangrove atau Bakau

Hutan mangrove atau hutan bakau adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah abrasi. Sistem vegetasi pohon bakau dapat menyerap air sehingga abrasi pun dapat dicegah.

Hutan mangrove tidak hanya dapat mencegah abrasi, tapi juga dapat menjadi tempat habitat biota laut untuk berkembang biak. Oleh karena itu, hutan mangrove memiliki banyak manfaat sehingga dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga ekosistem daerah pantai.

(SAI)