Konten dari Pengguna

Fenomena Harvest Moon dan Fakta Menariknya yang Perlu Diketahui

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fenomena Harvest Moon. Foto: Unsplash.com/Gary Fultz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fenomena Harvest Moon. Foto: Unsplash.com/Gary Fultz

Langit malam pada September 2026 dihiasi sejumlah peristiwa astronomi yang dapat diamati dari Bumi, termasuk fenomena Harvest Moon.

Peristiwa tersebut berlangsung berdekatan dengan pergantian musim di belahan Bumi utara dan dapat disaksikan ketika Bulan terbit setelah Matahari terbenam.

Posisi Bulan pada malam tersebut juga membuatnya tampak berdekatan dengan dua planet di langit malam.

Fenomena Harvest Moon

Ilustrasi fenomena Harvest Moon. Foto: Unsplash.com/Henrique Djenole Carreira da Silva

Dikutip dari science.nasa.gov, fenomena Harvest Moon pada tahun 2026 diperkirakan berlangsung pada 26 September ketika Bulan purnama terbit di arah timur tidak lama setelah Matahari terbenam.

NASA mencatat Harvest Moon akan tampak dekat dengan Saturnus, sedangkan Neptunus berada di sekitar keduanya sehingga membentuk susunan segitiga yang lebar di langit.

Istilah Harvest Moon merujuk pada Bulan purnama yang berkaitan dengan periode menuju ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara.

Pada 2026, ekuinoks September berlangsung pada 22 September waktu setempat Amerika Serikat, ketika pusat Matahari melintasi bidang ekuator Bumi.

Peristiwa tersebut menandai awal musim gugur di belahan Bumi utara dan awal musim semi di belahan Bumi selatan.

Keunikan Harvest Moon tidak hanya terletak pada fase purnama, tetapi juga pada waktu terbit Bulan yang cenderung berdekatan dari satu malam ke malam berikutnya di sekitar periode tersebut.

Kondisi itu berkaitan dengan posisi orbit Bulan terhadap ekuator Bumi. Perubahan posisi Bulan di langit menyebabkan waktu terbitnya tidak selalu bergeser dengan selang yang sama setiap malam.

Di wilayah belahan Bumi utara, efek tersebut berkaitan dengan semakin kecilnya perubahan waktu terbit Bulan dari malam ke malam ketika mendekati ekuinoks musim gugur.

Akibatnya, beberapa malam berturut-turut dapat memperoleh cahaya Bulan dalam rentang waktu yang relatif berdekatan.

Kondisi tersebut secara historis membantu aktivitas pertanian karena cahaya alami dari Bulan memperpanjang waktu yang tersedia untuk pekerjaan setelah Matahari terbenam.

Lokasi pengamatan turut memengaruhi perubahan waktu terbit Bulan. Wilayah yang berada lebih jauh ke utara dapat mengalami perbedaan waktu terbit yang lebih kecil dibandingkan lokasi pada lintang yang lebih rendah.

Pola tersebut muncul karena orbit Bulan memiliki kemiringan terhadap ekuator Bumi, sehingga sudut pergerakannya terhadap cakrawala berubah sesuai posisi geografis dan waktu dalam setahun.

Harvest Moon pada 26 September 2026 juga menarik untuk diamati karena Saturnus dapat terlihat dengan mata tanpa alat bantu.

Sementara itu, Neptunus memiliki tingkat kecerlangan sekitar magnitudo 8 sehingga terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang.

Teropong atau teleskop diperlukan untuk mencoba mengamati planet tersebut, terutama dari lokasi dengan langit yang lebih gelap.

Pengamatan dapat dilakukan setelah Matahari terbenam dengan mengarahkan pandangan ke arah timur untuk menemukan Bulan yang mulai naik di atas cakrawala.

Posisi Bulan yang rendah juga dapat memberikan efek ilusi Bulan, yakni kondisi ketika Bulan tampak lebih besar saat berada dekat cakrawala dibandingkan ketika berada lebih tinggi di langit, meskipun ukuran sebenarnya tidak berubah selama pengamatan malam tersebut.

Fenomena Harvest Moon memperlihatkan keterkaitan antara fase Bulan, orbit satelit alami Bumi, posisi geografis, dan perubahan musim.

Pada 26 September 2026, peristiwa tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengamati Bulan purnama bersama Saturnus dan mencoba menemukan Neptunus dengan bantuan alat optik. (Khoirul)

Baca Juga: Fenomena Pink Moon 2026 dan Prediksi Waktunya