Konten dari Pengguna

Film Gohan Happy atau Sad Ending? Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Film Gohan happy atau sad ending. Foto: Unsplash.com/Jonas Leupe
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Film Gohan happy atau sad ending. Foto: Unsplash.com/Jonas Leupe

Film Gohan happy atau sad ending menjadi pertanyaan banyak penonton setelah kisah anjing liar tersebut menampilkan perjalanan hidup penuh kehilangan dan keterasingan.

Nuansa emosional terasa kuat sejak awal karena cerita bergerak perlahan sambil memperlihatkan hubungan manusia dengan seekor anjing tanpa rumah tetap.

Setiap perpindahan kehidupan membawa perubahan besar bagi karakter utama, sekaligus memperlihatkan kerasnya realitas sosial, pekerjaan, dan hubungan antarmanusia modern.

Film Gohan Happy atau Sad Ending Secara Emosional?

Ilustrasi Film Gohan happy atau sad ending. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters

Film Gohan happy atau sad ending? Jawabannya adalah cenderung bittersweet atau campuran antara akhir bahagia dan menyedihkan karena cerita tetap dipenuhi luka emosional meskipun tidak berakhir tragis sepenuhnya.

Dikutip dari sinegang.ph, film Thailand produksi GDH tersebut memang sengaja dibangun sebagai drama emosional tentang pencarian rumah, kasih sayang, serta arti keberadaan bagi manusia dan hewan terlantar.

Cerita dibagi menjadi tiga bagian berbeda dengan latar waktu dan karakter manusia yang terus berubah.

Walaupun Gohan menjadi pusat cerita, film ini sebenarnya juga membahas kesepian manusia modern, tekanan hidup, hingga hubungan sosial yang rapuh.

Bagian pertama memperlihatkan hubungan hangat antara Gohan dan Hiro, pria Jepang mendekati masa pensiun yang tinggal di Thailand. Hiro menemukan tujuan hidup baru setelah mengadopsi anjing liar kecil dekat minimarket.

Kehidupan sederhana keduanya terasa damai dan hangat, bahkan visual film dibuat menyerupai drama Jepang dengan suasana tenang serta emosional.

Kondisi mulai berubah ketika Hiro kehilangan posisi penting dalam pekerjaan yang selama puluhan tahun menjadi pusat kehidupannya. Masa tua membuat hidup Hiro terasa kosong sebelum akhirnya Gohan hadir mengisi hari-harinya.

Hubungan tersebut menjadi sangat menyentuh karena keduanya sama-sama merasa kesepian dan membutuhkan teman.

Akan tetapi, bagian pertama berubah menjadi sedih ketika Hiro meninggal sendirian saat masa pembatasan sosial. Tubuhnya baru ditemukan cukup lama setelah kematian terjadi.

Gohan pun terlantar tanpa pemilik dan akhirnya dikirim ke tempat penampungan anjing liar.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menyakitkan dalam film karena memperlihatkan kesepian lansia sekaligus nasib hewan peliharaan setelah pemilik meninggal dunia.

Bagian kedua menghadirkan suasana jauh lebih gelap. Gohan berpindah ke tempat penampungan ilegal yang mengeksploitasi anjing liar demi mendapatkan simpati publik.

Tempat itu digambarkan kotor, tidak manusiawi, dan penuh penyiksaan terselubung. Film memperlihatkan praktik manipulasi yayasan hewan yang memanfaatkan penderitaan anjing demi perhatian media sosial.

Namcha, pekerja migran asal Myanmar, menjadi karakter penting pada fase ini. Hidup Namcha penuh tekanan karena status ilegal membuatnya sulit melawan eksploitasi yang terjadi di sekitarnya.

Walaupun memiliki ikatan emosional kuat dengan Gohan, kondisi ekonomi dan status hukum membuat Namcha tidak mampu memelihara anjing tersebut.

Hubungan Namcha dan Gohan terasa sangat emosional karena keduanya sama-sama tidak memiliki tempat aman dalam hidup.

Salah satu adegan paling menyedihkan muncul ketika Namcha membantu Gohan melarikan diri menggunakan kereta, meskipun sadar tidak bisa ikut bersamanya.

Perpisahan tersebut tidak dibuat berlebihan, tetapi justru terasa lebih menyakitkan karena berlangsung sederhana dan realistis.

Bagian ketiga membawa suasana lebih ringan sekaligus hangat. Gohan sudah tua dan hidup sebagai anjing liar di sekitar stasiun Hua Takhe dekat kampus Ladkrabang.

Pada fase ini muncul Pele dan Jaidee, pasangan mahasiswa yang perlahan kembali dekat karena sama-sama merawat Gohan.

Cerita tidak lagi terlalu gelap seperti sebelumnya. Nuansa coming-of-age dan romansa mulai terasa melalui kehidupan Pele yang kehilangan arah setelah putus cinta dan tertinggal kuliah.

Gohan kembali menjadi alasan seseorang menemukan tujuan hidup. Pele bahkan bekerja sambilan demi membayar biaya pengobatan anjing tersebut.

Bagian inilah yang membuat ending film terasa lebih hangat dibanding tragis. Sejak awal, film memang sudah memberi kepastian bahwa Gohan tidak mati.

Kondisi kesehatannya memang memburuk akibat penyakit ginjal dan usia tua, tetapi cerita tidak berakhir dengan kematian menyayat hati seperti banyak film anjing lainnya.

Namun, rasa sedih tetap mendominasi sepanjang cerita karena perjalanan hidup Gohan dipenuhi perpisahan, kehilangan, dan keterasingan. Setiap manusia yang bertemu dengannya sedang berada dalam fase hidup sulit.

Hiro menghadapi kesepian masa tua, Namcha terjebak tekanan ekonomi dan status ilegal, sedangkan Pele kehilangan arah masa depan.

Film ini berhasil membuat emosi terasa kuat bukan melalui tragedi besar, melainkan melalui detail kecil kehidupan sehari-hari.

Tatapan Gohan, rumah sederhana, stasiun kereta, hingga momen diam antarkarakter menjadi bagian penting yang membangun kedekatan emosional penonton.

Kekuatan terbesar film terletak pada pesan tentang rumah dan kasih sayang. Rumah tidak selalu berbentuk bangunan permanen, melainkan hubungan yang membuat kehidupan terasa berarti.

Gohan menjadi penghubung bagi orang-orang yang sedang kehilangan tujuan hidup sekaligus menunjukkan bahwa hewan juga mampu memberi arti besar dalam kehidupan manusia.

Penutup film terasa menghangatkan hati karena hubungan antarkarakter perlahan membaik dan Gohan tetap dikelilingi orang yang peduli terhadapnya.

Ffilm Gohan happy atau sad ending akhirnya lebih tepat disebut sebagai ending emosional yang pahit sekaligus hangat dalam waktu bersamaan. (Suci)

Baca Juga: Cara Nonton We are All Trying Here Episode 8 Sub Indo