Fungsi Bank Sentral, Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bank sentral merupakan lembaga keuangan yang bertanggung jawab atas pengaturan dan pengelolaan kebijakan moneter suatu negara. Fungsi bank sentral paling utama melibatkan pengendalian suplai uang, suku bunga, dan stabilitas mata uang.
Selain itu, bank sentral juga berperan menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, contoh bank sentral adalah Bank Indonesia.
Berdasarkan kutipan dari www.bi.go.id tentang Kelembagaan Bank Sentral (3) seiring berjalannya waktu bank sentral fungsinya berkembang menjadi penerbit uang suatu negara, bank pemerintah, pengawas sistem keuangan negara, dan membuat kebijakan moneter.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Fungsi Bank Sentral dan Jenis-Jenisnya
Sebelum membahas fungsi bank sentral, berikut ini pembahasan tentang jenis-jenisnya:
1. Bank Sentral Nasional
Adalah jenis bank sentral yang hanya melayani satu negara seperti Bank Indonesia.
2. Bank Sentral Regional
Terdapat beberapa negara yang memiliki jenis bank sentral regional yaitu hanya melayani sekelompok negara atau wilayah tertentu. Contohnya Bank Sentral Eropa (ECB) yang melayani beberapa negara anggota zona euro.
3. Bank Sentral Internasional
Bank Sentral Internasional adalah bank sentral beberapa organisasi, seperti Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF). Bank sentral internasional berperan memberikan dukungan keuangan dan menangani permasalahan ekonomi global.
Setiap jenis bank sentral memiliki peran dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan dan struktur ekonomi global yang ada.
Daftar Fungsi Bank Sentral dan Tujuannya
Berikut ini fungsi bank sentral dan tujuannya:
1. Kebijakan Moneter
Bank sentral berfungsi mengontrol suplai uang dan suku bunga untuk mencapai stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kebijakan moneter bank sentral adalah langkah-langkah yang diambil suatu negara untuk mengatur jumlah uang yang beredar di pasar, suku bunga, dan kondisi moneter lainnya.
Tujuan utama dari kebijakan moneter adalah untuk mencapai dan memelihara stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan stabilitas sistem keuangan. Bank sentral memiliki beberapa alat kebijakan moneter sebagai berikut:
Suku Bunga Bank sentral bisa mengatur suku bunga acuan untuk mempengaruhi tingkat pinjaman antar bank, serta tingkat suku bunga yang diterapkan pada kredit konsumen dan bisnis.
Operasi Pasar Terbuka Bank sentral dapat membeli atau menjual surat berharga pemerintah atau surat berharga lainnya di pasar terbuka untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar di pasar. Tindakan ini digunakan untuk menstabilkan nilai tukar mata uang, menyeimbangkan likuiditas perbankan, dan mengendalikan inflasi.
Persyaratan Cadangan Bank sentral dapat menetapkan persyaratan cadangan yang harus dipenuhi oleh bank komersial. Hal ini bertujuan mengendalikan jumlah uang yang beredar di pasar juga mempengaruhi aktivitas pinjaman bank.
Kebijakan Makroprudensial Selain kebijakan moneter, bank sentral dapat menerapkan kebijakan makroprudensial untuk mengawasi dan mengatur risiko sistemik dalam sistem keuangan.
Kebijakan moneter bank sentral sering menjadi salah satu instrumen utama dalam upaya mengendalikan siklus ekonomi, mengatasi inflasi, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
2. Pengaturan Stabilitas Keuangan
Fungsi bank sentral selanjutnya menjaga stabilitas sistem keuangan dengan mengawasi dan mengelola risiko yang mempengaruhi stabilitas ekonomi.
Stabilitas keuangan adalah kondisi dimana sistem keuangan suatu negara berfungsi secara efektif, tanpa adanya ketidakstabilan yang signifikan dan mengganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Berikut adalah penjelasan fungsi pengaturan stabilitas keuangan oleh bank sentral:
Pengawasan dan Pengaturan Institusi Keuangan Bank sentral bertanggung jawab mengawasi dan mengatur lembaga-lembaga keuangan. Termasuk bank komersial, institusi keuangan non-bank, dan pasar keuangan.
Penyediaan Likuiditas Darurat Bank sentral berperan menyediakan likuiditas darurat kepada lembaga keuangan yang mengalami kesulitan likuiditas yang mengganggu stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Hal ini dilakukan melalui fasilitas pinjaman darurat, operasi pasar terbuka, atau intervensi pasar keuangan.
Pengendalian Risiko Sistemik Bank sentral mengidentifikasi dan mengendalikan risiko-risiko sistemik yang dapat mengancam stabilitas keuangan. Langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan risiko-risiko ini mencakup pengaturan persyaratan modal, penetapan batasan ekspansi kredit, dan pelaksanaan kebijakan makroprudensial.
Pemantauan dan Evaluasi Risiko Bank sentral memantau dan mengevaluasi risiko yang timbul dalam sistem keuangan, serta potensi dampaknya terhadap stabilitas keuangan. Hal ini dilakukan dengan pemantauan pasar keuangan, analisis data, dan kerjasama dengan lembaga-lembaga lain dalam sistem keuangan.
Penyuluhan dan Edukasi Publik Bank memiliki peran menyediakan informasi, penyuluhan, dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya stabilitas keuangan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik tentang isu-isu keuangan dan memperkuat ketahanan sistem keuangan.
3. Emiten Uang
Emiten uang bank sentral adalah lembaga yang bertanggung jawab atas pencetakan dan pengeluaran uang kertas dan koin yang berlaku sebagai alat tukar resmi di suatu negara. Bank sentral mempunyai otoritas tunggal mengeluarkan mata uang nasional dan mengatur pasokan uang dalam sistem perekonomian.
Tujuan utama emiten uang pada bank sentral sebagai berikut:
Pencetakan Uang Bank sentral bertanggung jawab mencetak uang kertas dan koin yang beredar di suatu negara. Proses pencetakan uang dilakukan dengan hati-hati dan diawasi ketat untuk mencegah terjadinya pemalsuan.
Pengaturan Pasokan Uang Bank sentral mengatur pasokan uang dalam perekonomian dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan kebijakan moneter. Tujuannya memelihara stabilitas nilai mata uang dan mencegah inflasi yang berlebihan.
Penerbitan Kebijakan Moneter Bank sentral menggunakan pasokan uang untuk menerapkan kebijakan moneter yang sesuai dengan kondisi ekonomi. Meliputi pengaturan suku bunga, operasi pasar terbuka, dan penetapan persyaratan cadangan bank.
Menjaga Kepercayaan Publik Bank sentral bertanggung jawab menjaga kepercayaan publik terhadap mata uang nasional. Termasuk memastikan uang yang beredar memiliki keamanan dan keaslian yang tinggi, serta memenuhi standar mata uang internasional.
4. Keseimbangan Pembayaran
Bank sentral berfungsi memantau dan mengatur cadangan devisa negara dan berperan menjaga keseimbangan pembayaran internasional.
Fungsi keseimbangan pembayaran bank sentral sebagai berikut:
Memantau Transaksi Internasional Bank sentral memantau transaksi perdagangan internasional dan arus modal antara satu negara dengan negara lain untuk memahami kondisi keseimbangan pembayaran.
Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Bank sentral berupaya menjaga stabilitas nilai tukar mata uang nasional dengan intervensi dipasar valuta asing apabila diperlukan.
Membantu Penyusunan Kebijakan Ekonomi Informasi keseimbangan pembayaran digunakan pemerintah dan bank sentral dalam menyusun kebijakan ekonomi. Terutama mengatur kebijakan fiskal dan moneter.
Melindungi Cadangan Devisa Bank sentral menggunakan data keseimbangan pembayaran guna mengelola cadangan devisa negara. Selain itu juga memastikan cadangan cukup untuk melindungi nilai tukar dan stabilitas ekonomi.
5. Pengawasan dan Pengaturan Bank
Fungsi pengawasan dan pengaturan bank sentral melibatkan berbagai aspek yang bertujuan menjaga integritas sistem keuangan suatu negara.
Berikut adalah beberapa tujuan utama pengawasan dan pengaturan bank sentral:
Pengawasan Lembaga Keuangan Bank sentral bertanggung jawab mengawasi dan mengatur lembaga-lembaga keuangan, Diantaranya bank komersial, institusi keuangan non-bank, dan pasar keuangan. Tujuannya memastikan lembaga-lembaga ini beroperasi dengan cara sehat, aman, dan sesuai dengan peraturan bank sentral.
Penyediaan Likuiditas Darurat Bank sentral berperan menyediakan likuiditas darurat kepada lembaga-lembaga keuangan yang mengalami kesulitan likuiditas. Hal ini dilakukan demi mencegah kegagalan sistemik dan menjaga kelancaran operasi pasar keuangan.
Pengendalian Risiko Sistemik Langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan risiko-risiko ini mencakup pengaturan persyaratan modal, penetapan batasan ekspansi kredit, dan pelaksanaan kebijakan makroprudensial.
Perlindungan Konsumen Keuangan Bank sentral memastikan konsumen memiliki akses secara adil dan transparan terhadap layanan keuangan yang digunakan konsumen.
Penyuluhan dan Edukasi Publik Bank sentral menyediakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya stabilitas keuangan, hak-hak dan kewajiban sebagai konsumen keuangan, serta cara-cara untuk melindungi diri dari risiko keuangan.
6. Penyelenggaraan Kebijakan Mata Uang Asing
Penyelenggaraan kebijakan mata uang oleh bank sentral melibatkan kebijakan yang ditetapkan untuk mengatur dan mengelola mata uang nasional. Berikut adalah beberapa aspek utama dari penyelenggaraan kebijakan mata uang oleh bank sentral:
Penetapan Nilai Tukar Penetapan nilai tukar dapat dilakukan melalui sistem nilai tukar tetap, mengambang terkendali, atau mengambang bebas, tergantung pada kebijakan yang diterapkan.
Intervensi Pasar Valuta Asing Bank sentral dapat mengintervensi pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uang nasional. Hal ini mempengaruhi permintaan dan penawaran mata uang nasional di pasar valuta asing.
Pengaturan Cadangan Devisa Bank sentral mengelola cadangan devisa negara, yang terdiri dari mata uang asing dan instrumen keuangan lainnya. Cadangan devisa digunakan mendukung nilai tukar mata uang nasional, melindungi stabilitas ekonomi, dan memenuhi kewajiban pembayaran internasional negara.
Pengendalian Inflasi Bank sentral menggunakan kebijakan moneter, termasuk penetapan suku bunga dan operasi pasar terbuka, untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga.
Pengawasan Keamanan Mata Uang Bank sentral bertanggung jawab memastikan keamanan dan keaslian mata uang nasional, serta melindungi masyarakat dari risiko pemalsuan.
Fungsi bank sentral berperan menjaga stabilitas nilai tukar mata uang, mengendalikan inflasi, dan melindungi kepentingan ekonomi nasional. Hal ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas keuangan dalam perekonomian negara.
Fungsi-fungsi bank sentral tersebut dapat berbeda-beda di setiap bank sentral. Hal ini berdasarkan peran dan tanggung jawabnya dalam struktur ekonomi negara tersebut.(zen)
Baca juga: Pengertian Substansi Hukum dan Contohnya di Indonesia
