Konten dari Pengguna

Fungsi Ilmu Saat Seseorang Mulai Memandang Allah Sebagai Tujuan Akhir Hidup

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Fungsi Ilmu Saat Seseorang Mulai Memandang Allah,Foto:Unsplash/Malik Shibly
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Fungsi Ilmu Saat Seseorang Mulai Memandang Allah,Foto:Unsplash/Malik Shibly

Setelah mempelajari ilmu agama secara mendalam, seseorang mulai memandang Allah sebagai tujuan akhir hidupnya, bukan sekadar konsep teologis semata.

Fungsi ilmu dalam kasus ini adalah menghadirkan pemahaman yang lebih luas tentang makna hidup, arah perjalanan manusia, dan hubungan antara hamba dengan Tuhannya.

Fungsi Ilmu Saat Seseorang Mulai Memandang Allah Sebagai Tujuan Akhir Hidup Bukan Sekedar Konsep Teologis

Ilustrasi Fungsi Ilmu Saat Seseorang Mulai Memandang Allah,Foto:Unsplash/David Monje

Setelah mempelajari ilmu agama secara mendalam, seseorang mulai memandang Allah sebagai tujuan akhir hidupnya, bukan sekadar konsep teologis semata.

Fungsi ilmu dalam kasus ini adalah menjadi penuntun hidup yang membawa manusia semakin dekat kepada sang pencipta.

Dikutip dari jurnal Pandangan Al-Qur’an Terhadap Ilmu Pengetahuan Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Sains oleh Baskoro (2020) ilmu tidak lagi dipahami sebatas kumpulan teori atau hafalan, melainkan cahaya yang memberi arah dalam setiap langkah kehidupan.

Pada tahap ini, ilmu memiliki makna yang jauh lebih dalam. Seseorang menyadari bahwa pengetahuan bukan hanya untuk memperoleh gelar, kedudukan, atau pengakuan dari orang lain.

Ilmu menjadi sarana untuk memahami kebesaran Allah, mengenali tujuan hidup, serta menata niat dalam setiap perbuatan. Dari sinilah lahir kesadaran bahwa hidup bukan sekadar mengejar dunia, tetapi juga menyiapkan bekal menuju akhirat.

Ketika seseorang memandang Allah sebagai tujuan akhir hidupnya, ilmu berfungsi sebagai kompas moral. Pengetahuan yang dimiliki akan membimbingnya dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Ia menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak, menjaga ucapan, serta berusaha menjalani hidup sesuai nilai-nilai kebaikan. Ilmu yang benar akan melahirkan akhlak yang baik, bukan kesombongan.

Ilmu juga menumbuhkan rasa syukur dan kerendahan hati. Semakin banyak seseorang belajar, semakin ia memahami betapa luasnya ciptaan Allah dan betapa terbatasnya kemampuan manusia.

Kesadaran ini membuatnya tidak mudah merasa paling benar atau paling hebat. Sebaliknya, ia akan semakin rendah hati dan terbuka untuk terus belajar.

Fungsi ilmu dalam kondisi seperti ini juga terlihat dari cara seseorang menghadapi masalah hidup. Ia tidak mudah putus asa karena memahami bahwa setiap ujian memiliki hikmah.

Ilmu agama memberinya ketenangan, kesabaran, dan keyakinan bahwa semua peristiwa terjadi dalam ketentuan Allah. Dengan begitu, ilmu menjadi sumber kekuatan batin saat menghadapi kesulitan.

Tidak kalah penting, ilmu mendorong seseorang untuk memberi manfaat kepada orang lain. Orang yang menjadikan Allah sebagai tujuan hidup biasanya sadar bahwa ilmu harus diamalkan.

Ia akan berusaha membantu sesama, berbagi pengetahuan, dan menebarkan kebaikan di lingkungan sekitarnya.

Itulah fungsi ilmu saat seseorang mulai memandang Allah sebagai tujuan akhir hidup. Ilmu menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah, pembimbing akhlak, sumber ketenangan, serta bekal untuk menjalani hidup yang lebih bermakna.

Dengan ilmu yang benar, manusia tidak hanya cerdas secara pikiran, tetapi juga matang secara hati dan spiritual. (shr)

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026 yang Perlu Diketahui Umat Islam