Konten dari Pengguna

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang Menakjubkan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Unsplash/Palash Roy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Unsplash/Palash Roy

Sebagai fenomena alam yang akan terjadi sebentar lagi, informasi terkait gerhana bulan total 3 Maret 2026 menjadi topik hangat di kalangan pencinta astronomi.

Dikutip dari situs vaonis.com, gerhana bulan total merupakan salah satu peristiwa pengamatan langit yang paling dramatis sekaligus paling mudah diakses.

Untuk melihatnya, peralatan khusus tidak dibutuhkan dan efek ‘bulan merah’ juga dapat dilihat hanya dengan mata telanjang.

Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Ilustrasi Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Unsplash/

Dikutip dari situs bmkg.go.id, berita.rri.co.id, pendidikan-matematika.fmipa.unesa.ac.id, dan vaonis.com, gerhana bulan total 3 Maret 2026 bisa diamati di berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

Menurut data astronomi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), puncak gerhana bulan ini diprediksi akan berlangsung pada pukul 19.33 WITA. Namun, ini untuk wilayah Indonesia bagian tengah.

Sementara itu, rangkaian fase gerhana akan dimulai sejak pukul 18.10 WIB atau pukul 19.10 WITA di mana bayangan Bumi mulai menutupi permukaan bulan secara perlahan sampai akhirnya mencapai fase totalitas.

Selain di Indonesia, gerhana bulan total 3 Maret 2026 juga akan terlihat di mayoritas wilayah Pasifik serta Amerika, termasuk dengan sebagian Asia Timur, Selandia Baru, serta Australia.

Namun, gerhana bulan ini tidak akan terlihat sama sekali dari Afrika serta Eropa. Para pengamat bisa menikmati hampir 1 jam fase totalitas di mana seluruh fase total terlihat serta langit juga mendukung untuk melihatnya.

Gerhana bulan total terjadi saat Bumi, Bulan, dan Matahari berada dalam 1 garis lurus yang sempurna sehingga mengakibatkan cahaya Matahari yang seharusnya menyinari Bulan menjadi terbendung sepenuhnya oleh bayangan Bumi.

Hal ini menyebabkan ketika fase totalitas berlangsung, Bulan akan terlihat meredup serta mengalami perubahan warna menjadi kemerahan yang juga disebut dengan 'blood moon’ atau ‘bulan merah’.

Proses gerhana bulan total dipastikan bisa diamati sejak fase awal sampai mencapai puncaknya untuk wilayah Indonesia bagian tengah.

Namun, harus diingat bahwa hal tersebut bisa dilakukan apabila langit berada dalam kondisi cerah serta tidak tertutup awan tebal.

Bagi yang ingin melihat gerhana bulan total 3 Maret 2026, BMKG menyarankan masyarakat untuk melihat prakiraan cuaca terlebih dahulu. (Mey)

Baca juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Cari Tahu Informasinya di Sini