Gross Profit Margin: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gross profit margin (GPM) atau margin laba kotor merupakan indikator yang penting dalam sebuah perusahaan. Pasalnya, GPM berfungsi untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan bahan baku produksi dan tenaga kerja yang bertugas memproduksi ataupun menjual barang.
Jadi, tidak hanya memberikan keuntungan, gross profit margin juga bisa memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan perusahaan tersebut.
Apabila rasio menunjukkan angka Harga Pokok Penjualan (HPP) lebih rendah dari penjualan, semakin efisien pula kegiatan operasional perusahaan. Jika sebaliknya, artinya efisiensi perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional tergolong kurang baik.
Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengetahui bagaimana cara menghitung gross profit margin menggunakan rumus yang sudah disediakan. Supaya lebih jelas, berikut penjelasan lebih lengkap tentang pengertian dan rumus gross profit margin.
Pengertian Gross Profit Margin
Menyadur buku Manajemen Keuangan karangan Hermaya Ompusunggu, S.E., M.Ak., gross profit margin (GPM) atau margin laba kotor adalah rasio profitabilitas untuk menilai persentase laba kotor terhadap pendapatan yang dihasilkan dari penjualan.
Gross profit margin nantinya berfungsi untuk mengukur efisiensi perhitungan harga pokok atau biaya produksi. Semakin besar gross profit margin, kegiatan operasional perusahaan pun semakin baik karena menunjukkan harga pokok penjualan lebih rendah daripada penjualan yang berguna untuk audit operasional.
Sebaliknya, gross profit margin yang semakin kecil menunjukkan bahwa perusahaan kurang baik dalam melakukan kegiatan operasional. Untuk menghitung persentase laba kotor, perusahaan membutuhkan rumus gross profit margin. Berikut rumusnya.
GPM = Penjualan - Harga pokok penjualan / Penjualan
Dalam rumus tersebut, terdapat elemen HPP atau Harga Pokok Penjualan. Menurut buku Mudah Membaca Laporan Keuangan karangan Bambang Wahyudiono, SE, MM, QIA, HPP adalah biaya utama terhadap barang yang tengah diperdagangkan.
Cara Menghitung Gross Profit Margin
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa gross profit margin menjadi elemen penting yang harus ada di dalam sebuah perusahaan.
Untuk bisa memahami lebih jelas bagaimana perhitungan gross profit margin, berikut beberapa contoh kasus dan pembahasannya, seperti yang dikutip dari buku Pengantar Manajemen Keuangan karangan Kasmir dan Coorporate Finance Institute.
Soal 1
PT. Abadi Jaya adalah perusahaan yang menjual baju anak hingga dewasa. Dari hasil penjualan pada tahun 2019 tercatat bahwa total penjualan kaus kaki secara keseluruhan mencapai Rp180.000.000,00, sedangkan Harga Pokok Penjualan sebesar Rp30.000.000,00. Berdasarkan penjelasan di atas, coba carilah persentase laba kotor dari PT. Abadi Jaya.
Penyelesaian:
GPM = Penjualan - Harga pokok penjualan / Penjualan
GPM = (Rp180.000.000 – Rp30.000.000) / Rp180.000.000
GPM = 0,38%
Jadi, hasil margin laba kotor dari PT. Abadi Jaya adalah 0,83%.
Soal 2
Dalam satu periode penjualan, PT. Bintang Timur melakukan penjualan sebesar Rp200.000.000. Sedangkan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang sudah diakumulasi adalah sebesar Rp75.000.000.
Selain itu, PT. ABC juga mengeluarkan biaya pemasaran sebesar Rp10.000.000, biaya administrasi Rp8.000.000 dan pajak sebesar Rp7.000.000. Berapa kira-kira gross profit dari perusahaan tersebut?
Penyelesaian:
GPM = Penjualan - Harga pokok penjualan / Penjualan
GPM = 200.000.000 - 75.000.000
GPM = 125.000.000
Jadi, gross profit atau laba kotor dari PT. Bintang Timur adalah Rp125.000.
Soal 3
PT. Bumi Damai, memiliki penjualan bersih Rp75.000.000 dan harga pokok penjualan Rp68.000.000 menurut laporan laba rugi terbaru. Berapa margin laba kotor dari perusahaan PT. Bumi Damai?
Penyelesaian:
GPM = Penjualan - Harga pokok penjualan / Penjualan
GPM = (Rp75.000.000 - Rp68.000.000) / Rp75.000.000
GPM = 10,71%
Jadi, hasil margin laba kotor dari PT. Bumi Damai adalah 10,71%.
Soal 4
PT. Maju Jaya memperoleh total penjualan di periode sekarang bernilai Rp. 350.000.000, dengan harga pokok penjualan dengan nilai 150.000.000 maka perhitungan gross profit margin-nya adalah sebagai berikut.
GPM = Penjualan - Harga pokok penjualan / Penjualan
GPM = (350.000.000 – 150.000.000) / 350.000.000
GPM = 200.000.000 : 350.000.000
GPM = 0,5714 atau 57,14 %
Jadi, persentase gross profit margin dari PT. Maju Jaya adalah 57,14%.
Baca Juga: 3 Cara Menentukan Harga Jual Produk untuk Pebisnis Pemula
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi gross profit margin?

Apa fungsi gross profit margin?
Gross profit margin nantinya berfungsi untuk mengukur efisiensi perhitungan harga pokok atau biaya produksi. Semakin besar gross profit margin, kegiatan operasional perusahaan pun semakin baik karena menunjukkan harga pokok penjualan lebih rendah daripada penjualan yang berguna untuk audit operasional.
Apa artinya jika gross profit margin kecil?

Apa artinya jika gross profit margin kecil?
Sebaliknya, gross profit margin yang semakin kecil menunjukkan bahwa perusahaan kurang baik dalam melakukan kegiatan operasional.
Bagaimana rumus menghitung persentase laba kotor?

Bagaimana rumus menghitung persentase laba kotor?
Rumus untuk menghitung persentase laba kotor adalah GPM = Penjualan - Harga pokok penjualan / Penjualan.
