Hakikat Bahasa sebagai Bunyi Ujar atau Ujaran Lisan dalam Berkomunikasi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang dimaksud dengan bahasa sebagai bunyi ujar atau ujaran lisan menarik untuk diketahui guna menambah wawasan. Terlebih, bahasa menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, karena digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi.
Bahasa merupakan alat komunikasi paling sempurna, baik secara lisan maupun tertulis, dikutip dari situs btikp.babelprov.go.id. Kehadiran bahasa sangat berperan dalam interaksi, sehingga memudahkan proses komunikasi untuk memahami satu sama lain.
Apa yang Dimaksud dengan Bahasa sebagai Bunyi Ujar atau Ujaran Lisan
Dalam linguistik, bahasa terbagi menjadi bahasa lisan dan tulisan. Lantas, apa yang dimaksud dengan bahasa sebagai bunyi ujar atau ujaran lisan? Berikut adalah hakikat bahasa selengkapnya.
Sesuai informasi dari situs pustaka.ut.ac.id, bahasa merupakan kumpulan dan untaian bunyi-bunyi yang tersusun teratur, sehingga menimbulkan makna. Dengan begitu, pada hakikatnya bahasa adalah bunyi ujar atau lisan.
Hal ini dikarenakan sejak dahulu setiap orang melakukan komunikasi menggunakan bahasa yang telah disepakati bersama secara lisan. Sementara, bahasa tulis baru datang setelah ahli linguis menciptakan lambang-lambang tulis yang juga didasari atas kesepakatan bersama.
Bahasa memiliki sistem tersendiri, yakni bunyi-bunyi bahasa diujarkan sesuai ketentuan yang dibuat oleh sekelompok orang yang menggunakan bahasa tersebut. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan bahasa yang berbeda dari setiap kelompok masyarakat yang ada.
Selain itu, bahasa juga memiliki makna. Hal ini berkaitan dengan konsep bahasa sebagai bunyi ujaran yang setiap bunyi tersebut disusun secara teratur, sehingga bisa dipahami oleh penggunanya. Setiap bahasa yang bermakna memiliki sistem tersendiri untuk bisa dipahami.
Contohnya, dalam bahasa Indonesia tidak akan ada orang yang memahami susunan bunyi ‘uukbiiniilkmsyaa’. Sebab, susunan bunyi tersebut tidak memiliki sistem dan makna yang sesuai dengan ketentuan dari para penggunanya.
Sementara, jika terdapat susunan bunyi ‘tas ini milik saya’, maka akan bisa dipahami oleh para penutur bahasa Indonesia. Dalam susunan bunyi tersebut, terdapat sistem yang sesuai dengan ketentuan dan dapat menghasilkan makna untuk dimengerti oleh pengguna.
Apa yang dimaksud dengan bahasa sebagai bunyi ujaran adalah sistem lambang bunyi yang dihasilkan berdasarkan alat atau ketentuan tertentu yang diucapkan oleh manusia atau sekelompok orang. Ucapan ini sistematis dan bermakna, sehingga dapat digunakan untuk komunikasi dan interaksi.
Itu dia informasi apa yang dimaksud dengan bahasa sebagai bunyi ujar atau ujaran lisan untuk menambah wawasan. Setelah mengetahui informasi tersebut, maka dapat lebih memahami pengetahuan mengenai bahasa, khususnya dalam lingkup linguistik. (Prima)
Baca juga: Sejarah Hari Penerbangan Antariksa Berawak Internasional di Balik Perayaannya
