Konten dari Pengguna

Harga B50 Solar, BBM Baru yang Hadir pada Bulan Juli 2026

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi harga B50 Solar, foto: Unsplash/Anshor Halim
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi harga B50 Solar, foto: Unsplash/Anshor Halim

Harga B50 Solar tengah menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat Indonesia. Pasalnya, salah satu jenis BBM tersebut resmi beredar pada 1 Juli 2026 untuk menggantikan bahan bakar B40 serta solar murni impor.

Dikutip dari Instagram @pertaminapatraniaga, B50 adalah bahan bakar diesel yang terdiri atas 50% biodiesel berasal dari minyak nabati dan 50% solar. Kombinasi bahan bakar ini menjadi bagian dari langkah pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional.

Harga B50 Solar yang Perlu Diketahui oleh Masyarakat

Ilustrasi harga B50 Solar, foto: Unsplash/dino kominfo

Resmi beredar mulai 1 Juli 2026, banyak yang mempertanyakan harga B50 Solar. Dikutip dari situs resmi pertaminapatraniaga.com, belum ada perubahan harga untuk BBM Biosolar, sehingga harga terbaru per 1 Juli 2026 masih berada di angka Rp6.800.

Mengacu pada informasi tersebut maka besar kemungkinan harga solar tidak mengalami perubahan, walau B40 telah digantikan B50. Meski B50 baru diimplementasikan mulai Juli 2026, tetapi program biodiesel di Indonesia telah dilakukan secara bertahap, mulai dari B20 hingga B50.

Selain itu, hadirnya B50 melalui program biodiesel merupakan upaya untuk menekan ketergantungan impor sekaligus menghemat devisa negara, sebagaimana dikutip dari situs resmi esdm.go.id. Diketahui pemanfaatan biodiesel sejak tahun 2020 hingga 2025 berhasil menghemat devisa hingga USD40,71 miliar.

Dengan adanya penerapan B50, maka pemerintah memprediksi akan ada potensi penghematan devisa tambahan yang besar. Diperkirakan bisa hemat hingga USD10,84 miliar hanya dalam satu tahun jika diimplementasi pada tahun 2026 ini.

Penerapan B50 juga bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan energi yang berasal dari sumber daya dalam negeri. Indonesia memiliki hutan sawit yang besar, sehingga bisa dimaksimalkan untuk memperkuat ekonomi petani sekaligus ketahanan energi nasional.

Tujuan lainnya adalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil. Melalui penerapan B50 yang berasal dari minyak nabati, maka menjadi langkah untuk mendukung upaya penurunan emisi di sektor transportasi dan industri.

Itu dia informasi mengenai B50 Solar yang dapat diketahui oleh masyarakat Indonesia. Dengan tidak adanya kenaikan, maka masyarakat bisa menggunakan bahan bakar tersebut sesuai tarif normal yang berlaku. (PRI)

Baca juga: Daftar Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia Terbaru 2026