Harga Tanah di Swedia yang Menarik Perhatian Calon Investor

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Harga tanah di Swedia menjadi perhatian setelah ada satu kota kecil menawarkan lahan dengan nilai yang sangat rendah jika dibandingkan harga properti di berbagai negara.
Penawaran unik tersebut memperlihatkan cara berbeda dalam mendorong pertumbuhan kawasan permukiman melalui pemanfaatan lahan yang belum dibangun.
Nilai jual yang tidak biasa membuat penawaran itu menarik perhatian masyarakat dari berbagai belahan dunia.
Harga Tanah di Swedia untuk Menarik Penduduk Baru
Dikutip dari travelnoire.com, berikut adalah harga tanah di Swedia yang menjadi sorotan dunia setelah Kota Götene menawarkan sekitar 30 bidang tanah dengan harga hanya satu krona Swedia per meter persegi.
Nilai tersebut setara sekitar Rp1.700 hingga Rp1.800 per meter persegi, mengikuti kisaran nilai tukar terbaru, sehingga jauh lebih murah dibandingkan harga tanah di berbagai wilayah lain di Swedia maupun negara Eropa.
Program tersebut digagas untuk menarik penduduk baru sekaligus menghidupkan kembali kawasan yang masih memiliki banyak lahan kosong. Götene merupakan kota kecil di bagian barat Swedia dengan jumlah penduduk sekitar 5.000 jiwa.
Letaknya berada di dekat Danau Vänern yang dikenal sebagai danau terbesar di kawasan Uni Eropa, sehingga memiliki lingkungan yang tenang dengan akses menuju alam terbuka.
Lahan yang ditawarkan memiliki ukuran beragam, mulai sekitar tujuh meter persegi hingga mencapai 1.200 meter persegi.
Dengan harga sekitar Rp1.700 hingga Rp1.800 per meter persegi, biaya pembelian tanah seluas 100 meter persegi hanya berkisar Rp170 ribu hingga Rp180 ribu.
Sementara itu, lahan seluas 500 meter persegi bernilai sekitar Rp850 ribu hingga Rp900 ribu. Untuk bidang terbesar seluas 1.200 meter persegi, harga pembelian hanya sekitar Rp2 juta hingga Rp2,2 juta.
Harga yang sangat rendah tersebut bukan berarti pembeli hanya mengeluarkan biaya sekecil itu. Pemerintah kota menetapkan syarat bahwa rumah harus dibangun dalam waktu paling lambat dua tahun setelah pembelian selesai.
Aturan tersebut dibuat agar lahan benar-benar dimanfaatkan sebagai kawasan hunian baru dan tidak dibiarkan kosong dalam waktu lama.
Biaya pembangunan menjadi bagian terbesar yang harus dipersiapkan. Izin mendirikan bangunan dikenakan sekitar 30.000 krona Swedia atau berkisar Rp51 juta hingga Rp54 juta.
Sambungan air membutuhkan biaya sekitar 170.000 krona Swedia atau sekitar Rp290 juta hingga Rp306 juta.
Pemasangan jaringan listrik memerlukan sekitar 40.000 krona Swedia atau sekitar Rp68 juta hingga Rp72 juta. Sambungan internet diperkirakan menelan biaya sekitar 30.000 krona Swedia atau berkisar Rp51 juta hingga Rp54 juta.
Jika seluruh biaya tersebut dijumlahkan, kebutuhan awal di luar harga tanah mencapai sekitar 270.000 krona Swedia.
Nilainya setara kurang lebih Rp460 juta hingga Rp486 juta sebelum memperhitungkan biaya pembangunan rumah, material bangunan, tenaga kerja, desain, serta perlengkapan interior.
Program penjualan lahan murah ini mulai diperkenalkan pada pertengahan April. Awalnya, pemerintah kota hanya ingin memperkenalkan Götene kepada calon penduduk baru melalui cara yang berbeda.
Situasi berubah ketika liputan televisi lokal disebarluaskan melalui media sosial, termasuk TikTok, sehingga kabar tersebut menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat.
Minat masyarakat meningkat sangat pesat. Pemerintah kota menerima ribuan pertanyaan melalui telepon dan surat elektronik dari berbagai kawasan, mulai Eropa, Asia, Amerika Serikat, Australia, hingga Amerika Selatan.
Besarnya jumlah permintaan membuat pemerintah menghentikan sementara penjualan agar proses administrasi dapat ditata kembali.
Langkah penghentian sementara juga memberi kesempatan bagi pemerintah kota untuk menyusun mekanisme penjualan yang lebih teratur.
Fasilitas umum, pelayanan administrasi, serta kesiapan lingkungan perlu disesuaikan agar pertambahan penduduk dapat berjalan secara seimbang tanpa menimbulkan kendala baru.
Warga Götene memberikan tanggapan yang beragam terhadap program tersebut.
Sebagian menilai bertambahnya penduduk baru dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas perdagangan, pembangunan rumah, serta penggunaan layanan umum.
Sebagian lainnya berharap perkembangan kota berlangsung secara bertahap agar kualitas lingkungan tetap terjaga.
Harga tanah di Swedia dalam program Götene memang terlihat sangat murah jika dilihat dari nilai pembelian awal per meter persegi.
Biaya pembangunan, penyediaan utilitas, serta kewajiban membangun rumah tetap menjadi bagian penting yang harus dipenuhi sebelum lahan dapat dimanfaatkan sebagai tempat tinggal. (Suci)
Baca Juga: Program Sertifikat Tanah Gratis Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
