Hari Kapas Sedunia 7 Oktober dan Sejarah Peringatannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Kapas Sedunia 7 Oktober menjadi salah satu momentum untuk mengenal lebih dekat komoditas kapas yang memiliki peran dalam kehidupan sehari-hari.
Bahan alami ini tidak hanya berkaitan dengan pakaian, tetapi juga digunakan untuk berbagai kebutuhan lain dalam rantai produksi.
Perjalanan kapas dari lahan pertanian hingga menjadi produk jadi melibatkan petani, pengolah, produsen tekstil, pelaku perdagangan, hingga konsumen.
Hari Kapas Sedunia 7 Oktober, Peran Kapas dalam Perekonomian
Dikutip dari australiancotton.com.au, Hari Kapas Sedunia 7 Oktober diperingati setiap tahun untuk menyoroti peran kapas dalam perekonomian, lapangan pekerjaan, perdagangan, serta kehidupan masyarakat di berbagai negara.
Kapas merupakan komoditas global yang ditanam di lebih dari 75 negara pada lima benua dan diperdagangkan ke berbagai wilayah dunia.
Tanggal 7 Oktober mendapat pengakuan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui keputusan Majelis Umum PBB pada 30 Agustus 2021.
Pengakuan tersebut tertuang dalam Resolusi A/RES/75/318 setelah usulan diajukan oleh Benin, Burkina Faso, Chad, Côte d’Ivoire, dan Mali.
Penetapan ini turut menyoroti peran kapas dalam menopang mata pencaharian jutaan orang serta kontribusinya terhadap kondisi ekonomi dan sosial di negara penghasil kapas.
Peringatan tersebut juga berkaitan dengan upaya mendorong perdagangan kapas yang berkelanjutan dan memberi kesempatan bagi negara berkembang untuk memperoleh manfaat dari berbagai tahapan rantai nilai kapas.
Fokusnya tidak berhenti pada hasil panen, tetapi mencakup proses pengolahan, perdagangan, manufaktur, hingga produk yang digunakan konsumen.
Peringatan pertama berlangsung pada 7 Oktober 2019 dan diselenggarakan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melalui inisiatif Cotton-4 yang terdiri dari Benin, Burkina Faso, Chad, dan Mali.
Kegiatan tersebut melibatkan WTO bersama FAO, UNCTAD, International Trade Centre, serta International Cotton Advisory Committee. Sejak saat itu, peringatan tersebut dilaksanakan setiap tahun.
Dalam perdagangan internasional, kapas juga menjadi komoditas yang mendapat pembahasan khusus di WTO.
Isu yang dibicarakan mencakup upaya memperbaiki akses pasar bagi kapas dan produk turunannya dari negara kurang berkembang serta mendorong kerja sama pembangunan bagi sektor kapas.
Pemanfaatan kapas pun cukup luas. Seratnya dapat diolah menjadi pakaian dan tekstil, sementara produk berbahan kapas juga dapat digunakan untuk kebutuhan seperti penyaring kopi, penjilidan buku, hingga tenda.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kapas memiliki perjalanan panjang sebelum sampai sebagai barang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Kapas Sedunia 7 Oktober pada akhirnya berkaitan erat dengan peran petani, industri, perdagangan, dan konsumen dalam menjaga keberlanjutan komoditas tersebut.
Momentum ini juga membuka ruang untuk melihat kapas bukan sekadar bahan pakaian, melainkan bagian dari rantai ekonomi global yang melibatkan berbagai sektor. (Khoirul)
Baca Juga: Tanggal 6 Oktober 2026 Memperingati Hari Apa? Cari Tahu Informasinya di Sini
