Hari Kebangkitan Nasional Apakah Libur? Cek Informasi Resminya di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Kebangkitan Nasional apakah libur? Pertanyaan ini menjadi informasi penting bagi masyaakat menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei.
Banyak orang ingin mengetahui apakah momen bersejarah tersebut termasuk hari libur nasional atau hanya sekadar peringatan yang tetap diikuti dengan aktivitas kerja dan sekolah seperti biasa.
Selain itu, informasi mengenai status libur Hari Kebangkitan Nasional juga penting bagi para pekerja, pelajar, hingga masyarakat yang berencana mengatur jadwal perjalanan maupun kegiatan keluarga.
Hari Kebangkitan Nasional Apakah Libur Secara Nasional?
Hari Kebangkitan Nasional apakah libur? Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026, Hari Kebangkitan Nasional yang bertepatan pada 20 Mei 2026 tidak termasuk hari libur nasional maupun cuti bersama.
Tanggal tersebut tetap menjadi hari kerja dan aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa meskipun pemerintah dan berbagai instansi biasanya menggelar upacara serta peringatan nasional untuk mengenang momentum kebangkitan bangsa Indonesia.
Dikutip dari laman mediakampus.stis.ac.id, Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas merupakan peringatan nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei di Indonesia. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang dianggap sebagai awal munculnya semangat kebangkitan nasional dan persatuan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan.
Meski organisasi itu lahir pada 1908, penetapan Hari Kebangkitan Nasional baru dilakukan pada tahun 1948 oleh Presiden Soekarno sebagai simbol penting lahirnya kesadaran nasional bangsa Indonesia.
Boedi Oetomo awalnya merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan budaya, dengan fokus memajukan masyarakat pribumi, khususnya di Pulau Jawa.
Organisasi yang dipelopori Wahidin Soedirohoesodo bersama para pelajar STOVIA ini kemudian berkembang menjadi gerakan yang memiliki semangat nasionalisme dan perjuangan kemerdekaan.
Seiring waktu, keanggotaannya semakin luas hingga terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga Boedi Oetomo dikenang sebagai pelopor organisasi pergerakan nasional di Tanah Air.
Di era serba digital ini, makna Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya sekadar mengenang sejarah berdirinya Boedi Oetomo, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus membangun semangat persatuan, inovasi, dan kontribusi positif bagi bangsa.
Kemajuan teknologi membuat generasi muda memiliki peluang lebih besar untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan hal-hal bermanfaat melalui media digital. Semangat kebangkitan yang dahulu diwujudkan melalui perjuangan melawan penjajahan, kini dapat diterapkan dengan meningkatkan kualitas diri, menjaga persatuan, serta memanfaatkan teknologi secara bijak demi kemajuan Indonesia.
Itulah jawaban atas pertanyaan Hari Kebangkitan Nasional apakah libur, dengan semangat kebangkitan nasional, generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang kreatif, kritis, dan siap membawa Indonesia semakin maju di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. (Idaf)
Baca juga: Cuti Bersama Mei 2026 Tanggal Berapa Saja? Cek di Sini
