Heat Stress: Pengertian, Jenis-jenis, dan Cara Mengatasinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Heat stress adalah masalah kesehatan yang terjadi akibat paparan cuaca panas. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti sengatan di area kulit, kram, ruam, kelelahan, dan lainnya.
Biasanya, heat stress lebih sering dialami oleh orang yang bekerja di luar ruangan. Mereka yang sering terpapar sinar matahari dan terkena cuaca panas lebih berisiko terkena jenis penyakit ini.
Apabila dibiarkan, heat stress dapat meningkatkan risiko cedera pada pekerja. Sebab, cuaca panas yang mereka alami dapat menyebabkan telapak tangan berkeringat, kacamata pengaman berkabut, dan menimbulkan gejala pusing.
Mengutip laman Centers fot Disease Control and Prevention (CDC), gejala terparah dari heat stress adalah timbulnya luka bakar di area kulit. Agar lebih memahaminya, simak penjelasan lengkap tentang heat stress berikut ini.
Mengenal Heat Stress dan Jenis-jenisnya
Cuaca yang ekstrem saat ini dapat memperbesar risiko terjadinya heat stress. Fenomena ini lebih sering dialami oleh para pekerja yang beraktivitas di luar ruangan.
Beberapa profesi yang rentan terkena heat stress antara lain petugas pemadam kebakaran, petani, pekerja konstruksi, penambang, pekerja pabrik, dan lain-lain. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risikonya yaitu orang yang berusia 65 tahun ke atas, kelebihan berat badan, dan menderita penyakit jantung.
Kelompok orang tersebut dapat terkena heat stress dengan gejala ringan sampai berat. Ini tergantung pada kondisi fisik, cuaca, intensitas aktivitas di luar ruangan, dan lainnya.
Heat stress ada banyak jenisnya dan masing-masing dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi seseorang. Dirangkum dari MayoClinic, berikut uraiannya:
1. Heat exhaustion
Heat exhaustion adalah kondisi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan garam akibat terpapar sinar matahari. Gejala yang biasa muncul yaitu pusing, lemah, mual, dan keringat berlebihan.
2. Heat cramps
Heat cramps dapat terjadi ketika otot-otot mengalami kejang akibat dehidrasi dan kekurangan elektrolit. Biasanya, kondisi ini memunculkan gejala seperti nyeri otot yang kuat dan terasa tidak nyaman.
3. Heat rash
Ruam panas atau heat rush adalah iritasi kulit yang muncul saat keringat terperangkap di bawah lapisan kulit. Biasanya, ini ditandai dengan bintik-bintik merah atau ruam gatal di area tubuh.
4. Heat stroke
Ini adalah kondisi serius ketika tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu internalnya. Gejala utamanya yaitu suhu tubuh yang sangat tinggi, merasa kebingungan, dan kehilangan kesadaran. Kondisi ini cukup darurat yang memerlukan perawatan medis segera.
Baca juga: 5 Pertanyaan Tentang Global Warming dan Faktor Penyebabnya
Cara Mengatasi Heat Stress
Untuk meminimalisir dan mengatasi gejala heat stress, Anda bisa melakukan beberapa langkah sederhana. Berikut tipsnya yang bisa dicoba:
Minum air dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
Jika mungkin, hindari aktivitas fisik di bawah sinar matahari.
Gunakan topi, kacamata hitam, dan pakaian pelindung saat berada di bawah sinar matahari langsung.
Saat cuaca panas dan ekstrem, gunakan AC atau kipas angin untuk menyejukkan ruangan.
Baca juga: Ciri-Ciri Cuaca Cerah, Berawan, Panas, Dingin, Berangin, dan Hujan
(MSD)
