Konten dari Pengguna

Hikmah Berpikir Kritis Menurut Islam bagi Umat Muslim

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hikmah Berpikir Kritis Menurut Islam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hikmah Berpikir Kritis Menurut Islam. Foto: Shutterstock

Berpikir kritis atau critical thinking adalah kemampuan berpikir jernih dan rasional dalam menganalisis masalah guna mencari solusi atau jalan keluarnya. Dalam Islam, berpikir kritis tercermin melalui usaha untuk memahami, menganalisis, dan merenungi kandungan ayat-ayat suci Alquran.

Perintah berpikir tertuang dalam beberapa ayat Alquran dan hadits, salah satunya dalam surat Ali Imran ayat 190-191. Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah SWT) bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang senantiasa mengingat Allah SWT dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, dan memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari siksa api neraka.’

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berpikir kritis dalam mengambil keputusan sebelum melakukan sesuatu. Selain untuk menjalankan perintah Allah, ada beberapa hikmah berpikir kritis menurut Islam yang bisa diperoleh umat Muslim. Apa saja?

Hikmah Berpikir Kritis Menurut Islam

Ilustrasi Hikmah Berpikir Kritis Menurut Islam. Foto: Cast Of Thousands/Shutterstock

Dirangkum dari buku Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tulisan Marlina Hidayanti Ansanoor, berikut manfaat dan hikmah berpikir kritis menurut Islam:

1. Memahami Makna Tersembunyi di Balik Penciptaan Alam Semesta

Salah satu alasan utama penciptaan alam semesta adalah agar manusia menyembah dan mengenal Allah melalui ciptaan-Nya. Hal ini dijelaskan secara spesifik dalam Surat Al-Anbiya ayat 16.

Menurut Tafsir Kemenag, Dalam ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa Dia tidak menciptakan langit dan bumi untuk tujuan yang sia-sia atau main-main, melainkan untuk tujuan yang benar dan sesuai dengan hikmah serta sifat-sifat-Nya yang sempurna.

Bagi sebagian orang, maksud dari tafsir ayat tersebut mungkin sulit dipahami. Namun, orang yang terbiasa berpikir kritis akan menelaah lebih jauh apa makna tersembunyi yang terkandung di dalamnya hingga mereka memahaminya dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk ayat-ayat lainnya.

2. Tertantang Melakukan Penelitian terhadap Fenomena Alam

Kemampuan berpikir kritis membuat seorang Muslim semakin termotivasi untuk mengungkap makna-makna terjadinya fenomena alam yang diciptakan Allah. Dengan begitu, mereka akan lebih memahami apa saja manfaat yang terkandung di balik penciptaan alam semesta dan segala permasalahan hidup yang muncul.

Baca juga: Penjelasan tentang Orang yang Mampu Berpikir Kritis dalam Islam

3. Rasa Syukur kepada Allah SWT Bertambah

Ilustrasi Hikmah Berpikir Kritis Menurut Islam. Foto: Shutterstock

Seseorang yang berpikir kritis sebelum melakukan sesuatu akan semakin bersyukur kepada Allah atas anugerah berupa akal sehat yang mereka miliki.

Kemampuan tersebut juga menambah keyakinan mereka bahwa hari pembalasan benar-benar akan terjadi. Sehingga, mereka semakin semangat mengumpulkan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak dengan memperbanyak amal saleh.

Selain manfaat yang telah dijelaskan di atas, masih ada banyak hikmah berpikir kritis menurut Islam yang dapat diambil umat Muslim, seperti:

  • Dapat memanfaatkan alam untuk kepentingan umat manusia secara optimal.

  • Mampu mengembangkan IPTEK dengan mengambil inspirasi dari segala ciptaan Allah SWT.

  • Menemukan jawaban dari misteri penciptaan alam melalui penelitian.

  • Semakin termotivasi untuk menjadi orang yang visioner.

(ADS)

Baca juga: Cara Berpikir Kritis Lengkap dengan Karakteristik dan Contoh Sikapnya