Konten dari Pengguna

Hipertensi: Pengertian, Penyebab, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenal penyakit hipertensi, pengobatan, dan cara mencegahnya. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal penyakit hipertensi, pengobatan, dan cara mencegahnya. Foto: Unsplash

Hipertensi merupakan kondisi ketika seseorang memiliki tekanan darah di atas 140/90 dan akan dianggap semakin parah jika tekanannya mencapai 180/120.

Pengidap hipertensi memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner. Hasil penelitian dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa setengah dari kasus serangan jantung disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

Penyakit hipertensi juga sering disebut dengan The Silent Killer karena penyakit ini sering menyerang tanpa gejala. Pengidapnya sering kali tidak tahu dirinya menderita hipertensi hingga akhirnya semakin parah

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013) dan beberapa studi menyebutkan bahwa hanya ada sepertiga penderita hipertensi (36,8%) yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan hanya 0,7% yang mengonsumsi obat. Itu sebabnya banyak penderita hipertensi tidak bisa memprediksi kapan penyakit tersebut menyerang.

Pengertian Hipertensi

Hipertensi dikenal sebagai penyakit yang mengganggu sistem peredaran darah. Foto: Unsplash

Hipertensi dikenal sebagai penyakit yang masuk ke dalam salah satu gangguan pada sistem peredaran darah yang terdiri dari dua, yakni ganda dan tertutup. Selain itu, ada juga berbagai pengertian hipertensi yang perlu dimengerti.

Salah satunya, pengertian hipertensi menurut WHO, yaitu keadaan ketika peningkatan darah sistolik berada di atas batas normal, yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.

Peningkatan darah yang berada di atas normal menyebabkan pembuluh darah terus meningkatkan tekanan. Akibatnya, hipertensi dapat menghadirkan beragam penyakit serius, seperti jantung, ginjal, hingga otak.

Penyebab Hipertensi

Laman resmi Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa penyebab hipertensi adalah peningkatan produksi hormon yang mempertahankan natrium, peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis, hingga kurangnya asupan kalsium dan kalium di dalam tubuh.

Penyebab hipertensi dibagi menjadi dua golongan, yakni hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Singkatnya, hipertensi primer dipicu dari faktor keturunan, sedangkan hipertensi sekunder disebabkan karena faktor alkohol, kafein, hingga obesitas.

Hipertensi Primer

Seperti yang dikutip dari laman Siloam Hospital, hipertensi primer adalah peningkatan tekanan darah yang belum bisa diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, pemicu kondisi ini adalah genetik hingga lingkungan.

Hipertensi primer atau esensial juga disebut sebagai golongan hipertensi umum karena sekitar 90% di antara seluruh kasus termasuk ke dalam hipertensi primer.

Faktor Hipertensi Esensial

Genetik merupakan salah faktor dari hipertensi esensial. Foto: Unsplash

Dua faktor risiko terjadinya hipertensi esensial adalah faktor genetik dan lingkungan. Umumnya, pengidap hipertensi ini tidak mengalami tanda atau gejala apa pun.

Namun, beberapa pengidapnya mungkin mengalami beberapa keluhan ketika darah tinggi sudah begitu parah. Keluhan tersebut, seperti nyeri kepala, gelisah, palpitasi, pusing, leher kaku, penglihatan kabur, nyeri dada, mudah lelah, bahkan impotensi.

Makanan Penyebab Hipertensi

Menghimpun American Heart Association (AHA), ada beberapa faktor makanan penyebab hipertensi, seperti daging merah dan garam (natrium), serta makanan dan minuman lainnya yang mengandung gula tambahan.

Selain itu, berikut beberapa makanan yang dapat memicu terjadinya.

  1. Produk tomat dan sup kalengan

  2. Alkohol

  3. Acar

  4. Makanan olahan dengan lemak trans

Makanan untuk Penderita Hipertensi

Ada banyak makanan untuk hipertensi yang dapat direkomendasikan, salah satunya adalah bawang putih. Berdasarkan buku Ragam Manfaat dan Khasiat Bawang Putih untuk Kesehatan karya Tresno Saras, bawang putih memiliki khasiat untuk hipertensi, karena dinilai dapat menurunkan tekanan darah.

Selain itu, kandungan tanaman jenis umbi-umbian ini dapat mengontrol gula darah. Ada pula contoh menu sehari untuk penderita hipertensi yang disebut Dietary Approaches to Stop Hypertension atau DASH.

Manfaat Daun Seledri bagi Penderita Hipertensi

Daun seledri dapat dimanfaatkan untuk penderita hipertensi. Foto: Unsplash

Tidak hanya bawang putih, salah satu makanan yang bisa memberikan manfaat bagi penderita hipertensi adalah daun seledri. Mengutip Medical News Today, daun seledri mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi karena kandungan nutrisi dan senyawa di dalamnya.

Manfaat daun seledri bagi penderita hipertensi ditemukan oleh beberapa penelitian. Salah satu studi memperlihatkan bahwa efek pemberian ekstrak biji seledri pada tikus pengidap hipertensi. Tidak hanya itu, mengonsumsi serat yang tinggi juga dapat menjaga kestabilan tekanan darah.

Gejala Hipertensi

Meski tidak semua hipertensi mengenali atau merasakan gejala, ada beberapa keluhan yang bisa saja muncul. Dikutip dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kemenkes, sejumlah tanda dan gejala hipertensi adalah:

  1. Sakit kepala

  2. Gelisah

  3. Jantung berdebar-debar

  4. Pusing

  5. Penglihatan kabur

  6. Rasa sakit di dada

Cara Mencegah Hipertensi

Salah satu pemicu munculnya hipertensi adalah gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan, tidur, hingga tidak berolahraga. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah penyakit hipertensi berikut ini.

  1. Mengurangi konsumsi garam (jangan melebihi 1 sendok teh per hari).

  2. Melakukan aktivitas fisik teratur (seperti jalan kaki 3 km/ olahraga 30 menit per hari minimal 5x/minggu).

  3. Tidak merokok dan menghindari asap rokok.

  4. Diet dengan gizi seimbang.

  5. Mempertahankan berat badan ideal.

  6. Menghindari minum alkohol.

Jenis-Jenis Hipertensi dalam Kehamilan

Hipertensi dalam kehamilan terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya hipertensi kronik. Foto: Shutterstock

Menurut Primaya Hospital, ada beberapa jenis hipertensi dalam kehamilan, di antaranya hipertensi kronik, hipertensi kronik dengan preeklamsia, hingga hipertensi gestasional. Berikut pengertiannya.

  • Hipertensi kronik, didapatkan sebelum kehamilan, usia kehamilan < 20 minggu, dan tidak menghilang setelah 12 minggu pasca persalinan.

  • Preeklamsia-eklamsia, hipertensi dan proteinuria yang didapat setelah usia kehamilan 20 minggu.

  • Hipertensi kronik dengan preeklamsia, hipertensi kronik ditambah proteinuria.

  • Hipertensi gestational, timbulnya hipertensi pada kehamilan yang tidak disertai proteinuria hingga 12 minggu pasca persalinan.

Manfaat Garam Himalaya untuk Hipertensi

Ada berbagai macam jenis garam untuk hipertensi, seperti garam himalaya hingga garam lososa (natrium). Masing-masing garam tersebut memilki manfaat, seperti garam lososa untuk hipertensi karena memiliki kandungan natrium yang rendah.

Begitu juga dengan garam himalaya yang mengandung natrium atau sodium rendah dan bermanfaat untuk penderita hipertensi. Meski demikian, penderita hipertensi juga harus mengurangi kandungan garam di setiap makanan yang dikonsumsi.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, untuk para penderitanya dibutuhkan menu diet hipertensi yang dapat dikonsumsi yaitu DASH. Lantas, seperti apa yang perlu diperhatikan dari diet hipertensi tersebut?

Menurut Mayo Clinic, untuk takaran satu porsi dalam aturan DASH, yaitu 1 iris roti, 1 ons sereal, 3 ons daging masak, 100 gram nasi atau pasta, 150 gram sayuran dan buah-buahan, 11 sendok teh minyak nabati, seperti minyak zaitun, lalu 3 ons tahu dan 8 ons susu.

Cara Menurunkan Hipertensi

Mengonsumsi makanan sehat jadi salah satu cara menurunkan hipertensi. Foto: Unsplash

Cara mengatasi hipertensi dapat dilakukan dengan rutin mengonsumsi obat antihipertensi. Namun, penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan dan harus melalui resep dokter.

Selain mengandalkan bantuan medis, ada pula beberapa cara efektif untuk menurunkan hipertensi tanpa menggunakan obat. Misalnya, seperti mengurangi berat badan dan menjalani pola makan sehat dan rutin berolahraga.

Tak hanya itu, berhenti merokok dan alkohol, hingga mengatur daftar makanan sehat juga bisa dilakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Berikut daftar makanan penurun tekanan darah tinggi.

  1. Sayuran

  2. Beras dan gandum

  3. Buah-buahan

  4. Daging ayam (maksimal 2 porsi per hari)

  5. Kacang-kacangan

  6. Lemak dan minyak (maksimal 2-3 porsi per hari)

  7. Produk susu rendah (maksimal 2-3 porsi per hari)

Pengobatan Hipertensi

Beberapa penelitian yang dikutip dari Very Well Health menyebutkan ada terapi hipertensi atau terapi pijat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Bukti terapi hipertensi ini ada di dalam penelitian International Journal of Neuroscience tahun 2007 terhadap 58 perempuan menopause yang rentan menderita hipertensi atau prehipertensi.

Dalam penelitian tersebut, hasil terapi hipertensi yang dilakukan oleh 58 perempuan menggunakan minyak esensial, seperti lavender, mawar merah, hingga melati, terbukti dapat menurunkan tekanan darah.

Penyebabnya adalah terapi hipertensi dapat menenangkan sistem simpatik yang berfungsi untuk mengendalikan pembuluh darah yang ada di dalam tubuh.

Komplikasi Hipertensi

Hipertensi merupakan penyakit yang bisa menimbulkan komplikasi jika tidak terkontrol. Beberapa komplikasi hipertensi yang mungkin muncul, yakni:

  1. Penyakit jantung

  2. Stroke

  3. Penyakit ginjal

  4. Retinopati (kerusakan retina)

  5. Gangguan saraf

Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tekanan darah, semakin tinggi pula risiko kerusakan pada jantung dan pembuluh darah pada organ besar, seperti otak dan ginjal.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Kenapa hipertensi bisa terjadi?

chevron-down

Penyebab hipertensi adalah peningkatan produksi hormon yang mempertahankan natrium, peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis, hingga kurangnya asupan kalsium dan kalium di dalam tubuh.

Kapan seseorang dikatakan menderita hipertensi?

chevron-down

Hipertensi merupakan kondisi ketika seseorang memiliki tekanan darah di atas 140/90 dan akan dianggap semakin parah jika tekanannya mencapai 180/120.

Apa makanan penyebab hipertensi?

chevron-down

Ada beberapa faktor makanan penyebab hipertensi, seperti daging merah dan garam (natrium), serta makanan dan minuman lainnya yang mengandung gula tambahan.