Konten dari Pengguna

Hubungan antara Hakikat Manusia dengan Martabat dan Tanggung Jawab yang Dimiliki

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana hubungan antara hakikat manusia sebagai makhluk berakal dan bermoral dengan martabat serta tanggung jawab yang dimilikinya, foto: Unsplash/Timon Studler
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana hubungan antara hakikat manusia sebagai makhluk berakal dan bermoral dengan martabat serta tanggung jawab yang dimilikinya, foto: Unsplash/Timon Studler

Bagaimana hubungan antara hakikat manusia sebagai makhluk berakal dan bermoral dengan martabat serta tanggung jawab yang dimilikinya menarik untuk dibahas. Topik seperti ini kerap hadir dalam diskusi dan menjadi bahasan yang patut untuk diketahui.

Dikutip dari situs pustaka.ut.ac.id, manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dengan akal dan pikiran. Oleh karena itu, manusia menjadi ciptaan dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan Tuhan yang lain.

Bagaimana Hubungan antara Hakikat Manusia sebagai Makhluk Berakal dan Bermoral dengan Martabat serta Tanggung Jawab yang Dimilikinya?

Ilustrasi bagaimana hubungan antara hakikat manusia sebagai makhluk berakal dan bermoral dengan martabat serta tanggung jawab yang dimilikinya, foto: Unsplash/Marlis Trio Akbar

Tidak hanya memiliki akal dan pikiran, manusia juga hidup dengan moral dan martabat. Lantas, bagaimana hubungan antara hakikat manusia sebagai makhluk berakal dan bermoral dengan martabat serta tanggung jawab yang dimilikinya?

Hakikat manusia adalah suatu hal yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, yakni mampu berpikir dengan akal. Melalui kemampuan tersebut, manusia mampu menyadari diri, memiliki moral, hingga kemampuan bertanggung jawab, sebagaimana dikutip dari situs lmsspada.kemdiktisaintek.go.id.

Sementara, martabat manusia adalah norma dasar yang harus dipahami oleh setiap orang. Dikutip dari situs repository.iftkledalero.ac.id, martabat manusia merupakan sesuatu yang patut dihormati dan dihargai secara absolut. Karena martabat mencerminkan sikap moral.

Tindakan seseorang terhadap orang lain tidak hanya diukur dari penilaian pribadi, melainkan menurut kaidah moral dan etika yang benar. Apabila seseorang melakukan tindakan yang tidak sesuai kaidah moral, maka tindakan itu tidak boleh dilakukan karena akan merusak diri sendiri bahkan orang lain.

Di sisi lain, tanggung jawab manusia berkaitan dengan kewajiban moral dan sosial yang harus dijalankan oleh setiap orang. Hal ini sebagai konsekuensi dari hakikat dan martabat manusia.

Manusia yang memiliki akal serta kebebasan, harus bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk orang lain dan lingkungan.

Lalu, apa hubungan dari ketiga hal tersebut? Hakikat manusia sebagai makhluk yang berakal dan juga bermartabat harus mampu bertanggung jawab dalam bertindak. Martabat manusia menjadi standar dan dasar dari perlakuan adil dan manusiawi dan tanggung jawab hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat.

Contohnya, saat seseorang menemukan dompet di jalan, ia memilih untuk mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya. Tindakan ini menunjukkan orang tersebut memahami hakikat dirinya sebagai makhluk bermoral, menghargai martabat orang lain yakni pemilik dompet, dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Itu dia hubungan antara hakikat manusia dengan martabat dan tanggung jawab yang dapat diketahui. Sebagai makhluk yang diciptakan dengan akal dan pikiran, sebaiknya selalu berpikir sebelum bertindak agar dapat bertanggung jawab dan menjaga martabat. (Prima)

Baca juga: Filsafat Ketuhanan Menjelaskan Perbedaan Hakiki antara AI dan Manusia