Hubungan antara Legitimasi dan Sifat dari Suatu Negara dengan Tujuan Negara

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana menurut pandangan Saudara, hubungan antara legitimasi dan sifat dari suatu negara dengan tujuan negara? Pertanyaan ini sering muncul di berbagai topik kajian teori politik.
Negara adalah institusi politik yang memiliki kekuasaan, wilayah, dan penduduk. Negara digambarkan sebagai entitas yang memiliki unsur‐unsur seperti wilayah, penduduk, pemerintahan, dan kedaulatan.
Sifat dan Tujuan Negara
Bagaimana menurut pandangan Saudara, hubungan antara legitimasi dan sifat dari suatu negara dengan tujuan negara? Jawaban dari pertanyaan ini sangat penting.
Dikutip dari gsdrc.org, sifat suatu negara dan tujuan negara adalah faktor yang memengaruhi bagaimana suatu negara memperoleh dan mempertahankan legitimasi di mata warga negaranya maupun masyarakat internasional.
Sifat negara mencakup karakteristik seperti negara demokratis atau otoriter, negara sebagai kontrol atau kewajiban pelayanan kepada rakyat, dan bagaimana suatu negara beroperasi dalam hubungan sosial dan politik.
Sebagai contoh, menurut Aritoteles negara (polis) bukan hanya untuk hidup bersama, melainkan untuk “kehidupan yang baik” (noble life).
Sementara itu, tujuan negara dapat mencakup menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menjamin kesejahteraan rakyat, mewujudkan keadilan sosial, serta memungkinkan warga untuk berkembang secara manusiawi.
Tujuan-tujuan tersebut akan menentukan orientasi kebijakan, struktur institusi, dan aksi‐negara sehari‐hari. Legitimasi negara adalah pengakuan bahwa kekuasaan atau institusi negara itu sah, berhak memerintah, dan warga mempunyai alasan untuk mematuhinya.
Legitimasi juga dapat bersumber dari berbagai elemen, diantaranya kinerja negara seperti pelayanan publik yang berjalan dengan baik, representasi rakyat yang merasa terwakili, tradisi dan ideologi yang diterima masyarakat, serta pengakuan dari dunia internasional.
Hubungan antara Legitimasi dan Sifat dari Suatu Negara dengan Tujuan Negara
Hubungan antara legitimasi dan sifat dari suatu negara dengan tujuan negara sangat erat. Apabila suatu negara memiliki sifat yang konsisten, tujuan yang jelas, dan mampu mewujudkan tujuan tersebut, maka legitimasi negara termasuk kuat.
Contohnya, saat negara menegakkan keadilan sosial dan keamanan, bersifat partisipatif, dan transparan, maka warga akan lebih mudah menerima kekuasaan negara sebagai sah.
Sebaliknya, jika negara memiliki sifat yang otoriter atau tidak responsif kepada rakyat, sementara tujuan negara tampak hanya mempertahankan kekuasaan atau kelompok penguasa, maka legitimasi akan mudah rapuh.
Institusi negara yang tidak sesuai dengan kepercayaan masyarakat ataupun yang gagal menyampaikan pelayanan publik dapat melemahkan legitimasi.
Legitimasi adalah kepatuhan secara mekanisme, sekaligus pengakuan bahwa negara itu tepat dalam melakukan tugasnya. Jika tujuan negara seperti kesejahteraan dan keadilan sosial dijalankan dengan baik, maka negara akan memperoleh dukungan yang lebih luas.
Hubungan antara legitimasi dan sifat dari suatu negara dengan tujuan negara saling terkait. Suatu negara yang sifatnya sesuai dengan tujuan mulia dan terbukti dalam pelaksanaannya, maka negara tersebut akan memiliki legitimasi yang kuat. (Aya)
Baca juga: Pentingnya Literasi Finansial bagi Generasi Muda di Era Digital
