Hubungan antara Sila Keempat Pancasila dan Budaya Musyawarah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa hubungan antara sila keempat Pancasila dan budaya musyawarah dapat dipahami dari isi sila keempat itu sendiri, yakni “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”
Sila ini mengandung makna bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara berada di tangan rakyat dan setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan pada hasil musyawarah yang mengutamakan kepentingan bersama.
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, budaya musyawarah mencerminkan cara berpikir dan bertindak yang menghormati pendapat orang lain, menghindari paksaan, serta menempatkan kebersamaan di atas kepentingan pribadi.
Hubungan antara Sila Keempat Pancasila dan Budaya Musyawarah
Apa hubungan antara sila keempat Pancasila dan budaya musyawarah juga tampak dalam praktik kehidupan sosial dan pendidikan. Sejak masa nenek moyang, masyarakat Indonesia telah menjunjung tinggi tradisi musyawarah untuk menyelesaikan persoalan bersama secara damai.
Nilai luhur inilah yang kemudian diangkat dan diabadikan dalam sila keempat sebagai dasar moral dan etika politik bangsa.
Dikutip dari jurnal Sosial Horizon Vol. 6 No. 1 Tahun 2019 karya Erna Octavia dan Anwar Rube’i, implementasi sila keempat di kalangan mahasiswa IKIP PGRI Pontianak menunjukkan bahwa nilai musyawarah masih dihidupkan dengan baik.
Mahasiswa terbiasa bermusyawarah dalam kegiatan organisasi, pemilihan ketua himpunan, maupun saat diskusi kelas.
Mereka diajarkan untuk menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, serta mengutamakan keputusan bersama yang dilandasi semangat kekeluargaan dan tanggung jawab moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hubungan antara sila keempat dan budaya musyawarah juga berkaitan dengan pembentukan karakter bangsa.
Musyawarah bukan sekadar sarana mencapai mufakat, tetapi juga proses pembelajaran nilai-nilai moral seperti kejujuran, keterbukaan, toleransi, dan rasa tanggung jawab.
Dalam pendidikan tinggi, khususnya pada mahasiswa, penerapan budaya musyawarah dapat memperkuat sikap demokratis dan kemampuan berpikir kritis.
Melalui musyawarah, mahasiswa belajar menghargai keberagaman pandangan serta mencari solusi terbaik tanpa menimbulkan perpecahan.
Dengan demikian, sila keempat Pancasila dan budaya musyawarah memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi. Sila keempat menjadi landasan filosofis, sedangkan budaya musyawarah adalah wujud nyata pelaksanaannya dalam kehidupan masyarakat.
Keduanya harus terus dijaga dan dikembangkan agar nilai-nilai demokrasi Pancasila tetap hidup, membentuk generasi yang bijaksana, beretika, serta mampu mewujudkan kehidupan bangsa yang harmonis, adil, dan berkeadaban. (Arif)
Baca juga: Nilai Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
