Konten dari Pengguna

IMAX 70mm Indonesia, Apakah Sudah Tersedia? Ini Penjelasannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi IMAX 70mm Indonesia. Foto: Unsplash.com/Pauline Iakovleva
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi IMAX 70mm Indonesia. Foto: Unsplash.com/Pauline Iakovleva

Menjelang penayangan film terbaru Christopher Nolan, pembahasan mengenai IMAX 70mm Indonesia ikut mencuat karena format tersebut menawarkan pengalaman visual yang berbeda dibanding layar bioskop biasa.

Format ini dikenal memakai proyektor film 70 mm yang mampu menampilkan detail gambar sangat tinggi pada layar berukuran besar.

Kehadiran format tersebut membuat penonton penasaran apakah IMAX 70mm saat ini sudah tersedia di Indonesia untuk menyaksikan film dengan kualitas gambar dan suara sesuai visi pembuatnya.

Nonton Film di Layar IMAX 70mm Indonesia?

Ilustrasi IMAX 70mm Indonesia. Foto: Unsplash.com/Marc Fanelli-Isla

Dikutip dari imax.com, IMAX 70mm Indonesia hingga saat ini belum tersedia untuk penayangan film komersial. Walaupun Indonesia memiliki sejumlah studio IMAX, seluruh lokasi tersebut menggunakan sistem proyeksi digital, bukan proyektor film IMAX 70 mm yang masih dipertahankan oleh sejumlah bioskop di beberapa negara.

Perbedaan utama IMAX digital dan IMAX 70 mm terletak pada media proyeksi. IMAX digital memanfaatkan proyektor digital beresolusi tinggi, sedangkan IMAX 70 mm memakai gulungan film berukuran 70 milimeter yang diproyeksikan secara mekanis.

Format film tersebut mampu menghasilkan detail gambar yang sangat tinggi dengan karakter visual khas film analog.

The Odyssey menjadi salah satu film yang memiliki nilai khusus dalam sejarah perfilman karena seluruh proses pengambilan gambarnya menggunakan kamera film IMAX.

Produksi tersebut memanfaatkan kamera IMAX generasi terbaru sehingga seluruh adegan direkam memakai media film, bukan kamera digital.

Film ini juga menjadi produksi layar lebar pertama yang sepenuhnya direkam menggunakan kamera film IMAX.

Teknologi tersebut memungkinkan area gambar lebih luas, ketajaman visual yang sangat tinggi, serta reproduksi warna yang tetap kaya ketika diproyeksikan melalui sistem IMAX 70 mm.

Tidak semua bioskop IMAX di dunia dapat memutar salinan film IMAX 70 mm. Penayangan membutuhkan proyektor khusus, sistem mekanis untuk menggerakkan gulungan film berukuran besar, ruang proyeksi yang sesuai, serta tenaga operator yang memiliki keahlian menjalankan perangkat tersebut.

Karena alasan itu, jumlah bioskop IMAX 70 mm di dunia masih relatif terbatas. Sebagian besar berada di Amerika Serikat dengan puluhan lokasi yang tersebar di berbagai negara bagian seperti California, New York, Texas, Florida, Illinois, Colorado, Georgia, Indiana, Michigan, Nevada, Pennsylvania, Rhode Island, Tennessee, dan Arizona.

Kanada juga memiliki sejumlah bioskop yang mendukung format tersebut, termasuk di Toronto, Vancouver, Calgary, Edmonton, Montréal, Regina, Richmond, dan Halifax.

Wilayah tersebut menjadi salah satu negara dengan jaringan IMAX 70 mm paling banyak di luar Amerika Serikat.

Di kawasan Eropa, pilihan bioskop IMAX 70 mm tersedia di London, Manchester, Brussels, Prague, serta Montpellier. Australia memiliki satu lokasi yang masih mempertahankan sistem ini, yaitu IMAX Melbourne.

Seluruh lokasi tersebut dipilih karena masih memiliki perangkat proyeksi film IMAX 70 mm yang aktif digunakan. Tidak semua studio IMAX memenuhi persyaratan tersebut sehingga sebagian besar bioskop IMAX di dunia tetap menayangkan The Odyssey melalui sistem digital.

Indonesia memang memiliki studio IMAX di beberapa kota besar, termasuk Jakarta. Penonton tetap dapat menikmati The Odyssey dalam format IMAX digital dengan layar besar, sistem suara khusus, dan rasio gambar yang dirancang untuk format IMAX.

Meski demikian, pengalaman menonton menggunakan salinan film IMAX 70 mm belum dapat dinikmati karena belum tersedia fasilitas proyeksi yang mendukung format tersebut.

Christopher Nolan dikenal sebagai sutradara yang konsisten menggunakan media film dalam berbagai produksi. Pilihan tersebut dipertahankan karena film analog mampu merekam detail, tekstur, dan rentang warna yang berbeda dibandingkan sistem digital.

Filosofi itu kembali diterapkan pada The Odyssey melalui penggunaan kamera film IMAX untuk seluruh proses produksi.

Penggunaan gulungan film juga membuat proses produksi jauh lebih kompleks. Kamera memiliki ukuran lebih besar, kebutuhan penyimpanan film meningkat, dan setiap adegan memerlukan pengelolaan material film secara cermat agar kualitas gambar tetap terjaga hingga proses pemutaran di bioskop.

Sampai saat ini, IMAX 70mm Indonesia masih menjadi harapan bagi penikmat film yang ingin merasakan pengalaman proyeksi film analog dalam format IMAX.

Selama fasilitas tersebut belum tersedia, penayangan IMAX digital tetap menjadi pilihan untuk menikmati kualitas visual The Odyssey di layar lebar. (Shofia)

Baca Juga: Collectible Pin The Odyssey IMAX, Apakah Tersedia di Indonesia? Ini Jawabannya