Indeks Harga: Pengertian, Tujuan, dan Cara Menghitung

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui indeks harga bermanfaat sebagai tolak ukur untuk melihat perubahan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Terlebih jika menjelang hari raya, beberapa barang pokok mengalami kenaikan harga.
Indeks harga di Indonesia ditetapkan dari hasil pengumpulan data oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk para pengusaha, indeks harga sangat penting karena memengaruhi harga beli barang produksi yang berdampak pada kualitas dan harga barang diberikan untuk konsumen.
Oleh karena itu, indeks harga memiliki peran yang penting dalam ekonomi. Lantas, apa saja pengertian, tujuan, jenis-jenis, dan cara menghitung indeks harga? Berikut informasinya.
Pengertian Indeks Harga
Apa yang dimaksud dengan indeks harga? Menurut buku Indeks Harga Saham Bursa Efek Indonesia oleh Indonesia Stock Echange, indeks harga adalah angka yang diharapkan dapat dipakai untuk menunjukkan perubahan mengenai harga barang secara menyeluruh dalam suatu periode waktu.
Sebelumnya, indeks harga dan inflasi sangat berhubungan satu sama lainnya, karena pada dasarnya indeks harga adalah dasar untuk menghitung inflasi. Semakin tinggi indeks harga dari waktu ke waktu, laju inflasi pun semakin cepat.
Umumnya, ada beberapa macam metode perhitungan indeks harga. Metode tersebut adalah metode agregatif dan metode tertimbang. Mengutip buku Ekonomi dan Akuntansi: Membina Kompetensi Ekonomi yang disusun oleh Eeng Ahman, berikut pengertian dari masing-masing metode, yakni:
a. Metode agregatif
Metode indeks harga agregatif atau metode tidak tertimbang, artinya seluruh harga dalam tahun tertentu dinyatakan sebagai presentasi dari keseluruhan harga komoditas dalam satu tahun.
b. Metode tertimbang
Dalam hal ini, metode tertimbang memasukkan faktor penimbang atau bobot dari setiap jenis barang yang dihitung angka indeksnya. Metode tertimbang terdiri dari 3 metode, yakni:
Indeks harga menurut metode Laspeyres adalah metode dengan jumlah barang pada tahun dasar menjadi timbangan terhadap suatu harga.
Indeks harga menurut metode Paasche, metode ini memakai jumlah atau kuantitas barang pada tahun yang berjalan atau tahun yang dipakai sebagai timbangan terhadap harga.
Indeks harga menurut metode Marshall Edgeworth, metode ini menghitung dengan cara menggabungkan jumlah tahun dasar dengan jumlah tahun berjalan.
Fungsi dan Tujuan Perhitungan Indeks Harga
Salah satu tujuan perhitungan indeks harga adalah mengatur laju inflasi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, indeks harga dan inflasi memiliki keterkaitan satu sama lainnya.
Untuk lebih jelasnya, berikut tujuan perhitungan indeks harga:
Barometer dari kondisi ekonomi secara umum
Pedoman untuk berbagai kebijakan dan administrasi perusahaan
Indeks harga dijadikan sebagai deflator
Pedoman untuk pembelian berbagai jenis barang
Pedoman dalam mengatur gaji buruh atau untuk menyesuaikan kenaikan gaji buruh pada saat terjadinya inflasi
Ada pun kegunaan perhitungan indeks bagi konsumen adalah sebagai petunjuk atau indikator yang dapat digunakan dalam mengukur kegiatan ekonomi secara umum.
Untuk perhitungan indeks harga terdiri dari beberapa metode. Namun, apa kelemahan perhitungan indeks harga menggunakan metode sederhana?
Menghimpun buku Siswa Ekonomi Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial untuk Siswa karya Basuki Darsono, dkk, kelemahan perhitungan indeks harga adalah adanya penggabungan harga barang. Padahal, barang-barang yang dihitung memiliki karakteristik yang berbeda.
Rumus dan Cara Menghitung Indeks Harga
Untuk menghitung indeks harga terdapat beberapa metode, yakni metode agretatif dan tertimbang. Masing-masing dari metode tersebut memiliki rumus dan cara menghitung yang berbeda-beda.
Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari Buku Kantong Ekonomi SMA IPS karya M. Zamroni S.Pd.
Rumus dan cara menghitung indeks harga agregatif sederhana
Keterangan:
IA = indeks harga agregatif
Pn = harga-harga pada tahun ke-n (tahun yang akan dihitung)
Po = harga-harga pada tahun dasar
Rumus dan cara menghitung indeks harga tidak tertimbang
Keterangan:
I0.n = indeks harga ditimbang untuk tahun n dengan tahun dasar tahun 0
Pn = harga pada tahun ke-n
Po = harga pada tahun dasar
W = bobot (faktor penimbang)
Rumus dan cara menghitung indeks harga konsumen
Keterangan:
I = jenis komoditi
Po = harga pada tahun dasar
Pt = harga pada tahun tertentu
Rumus dan cara menghitung indeks harga dengan metode Laspeyres
Keterangan:
IL = indeks Laspeyres
Qo = kuantitas pada tahun dasar
Rumus dan cara menghitung indeks harga dengan metode Paasche
Keterangan:
IP = indeks Paasche
Qn = kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya
Jenis-Jenis Indeks Harga
Ada empat jenis indeks harga, yaitu indeks harga konsumen, indeks harga produsen, indeks harga diterima dan dibayar petani, indeks harga dalam ekonomi.
Menurut buku Pasti Bisa Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI yang diterbitkan oleh Tim Ganesha Operation, berikut jenis-jenis indeks harga:
a. Indeks harga konsumen
Indeks harga konsumen adalah suatu ukuran statistik yang dapat menunjukkan perubahan-perubahan pada harga komoditas dan jumlah barang yang dibeli konsumen dari waktu ke waktu.
Indeks harga konsumen disusun oleh Badan Pusat Statistik berdasarkan data yang berasal dari konsumen, produsen, lembaga-lembaga konsumen, dan sebagainya.
b. Indeks harga produsen
Indeks harga produsen merupakan angka indeks yang menunjukkan perubahan pada harga pembelian barang oleh para pedagang besar. Berbeda dengan indeks harga konsumen, indeks harga produsen ditetapkan dalam ukuran atau kuantitas borongan.
c. Indeks harga yang diterima dan dibayar petani
Indeks harga yang diterima petani adalah indeks yang berhubungan dengan penetapan harga dasar untuk barang-barang hasil pertanian. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani berhubungan dengan penetapan harga kebutuhan pertanian, misalnya pupuk, benih, dan obat pembasmi hama.
d. Indeks harga implisit
Indeks harga implisit adalah suatu metode untuk membandingkan pertumbuhan ekonomi nominal dengan pertumbuhan ekonomi riil.
Perhitungan cara ini melibatkan semua barang yang diproduksi. Selain itu, indeks harga implisit menjadi ukuran inflasi dari periode di mana harga dasar untuk perhitungan GNP riil.
Setelah mengetahui jenis-jenis indeks harga. Lantas, seperti apa ciri-ciri indeks harga? Berikut informasinya.
Penetapan indeks harga berdasarkan hasil pengumpulan data dari sumber yang relevan.
Indeks harga ditetapkan dalam bentuk persentase.
Indeks harga sebagai pedoman nilai standar untuk melakukan perbandingan harga dari waktu ke waktu.
Indeks harga ditetapkan tidak dari seluruh barang atau populasi barang, tetapi dari sampel.
Perhitungan indeks harga dilakukan dengan membagi harga pada tahun yang akan dihitung indeksnya dengan harga dasar, kemudian dikalikan 100%.
Penetapan indeks harga berdasarkan waktu normal atau kondisi ekonomi stabil yang berjauhan dengan waktu yang akan datang.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian indeks harga konsumen?

Apa pengertian indeks harga konsumen?
Indeks harga konsumen adalah suatu ukuran statistik yang dapat menunjukkan perubahan-perubahan pada harga komoditas dan jumlah barang yang dibeli konsumen dari waktu ke waktu.
Apa pengertian indeks harga produsen?

Apa pengertian indeks harga produsen?
Indeks harga produsen merupakan angka indeks yang menunjukkan perubahan pada harga pembelian barang oleh para pedagang besar.
Apa pengertian indeks harga implisit?

Apa pengertian indeks harga implisit?
Indeks harga implisit adalah suatu metode untuk membandingkan pertumbuhan ekonomi nominal dengan pertumbuhan ekonomi riil.
