Konten dari Pengguna

Indikator Negara Bisa Dikatakan Demokratis yang Perlu Diketahui

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut Anda apakah indikator negara bisa dikatakan demokratis itu dengan adanya Pemilu, foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya: Unsplash/Element5 Digital
zoom-in-whitePerbesar
Menurut Anda apakah indikator negara bisa dikatakan demokratis itu dengan adanya Pemilu, foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya: Unsplash/Element5 Digital

Menurut Anda apakah indikator negara bisa dikatakan demokratis itu dengan adanya Pemilu atau masih ada indikator lainnya, menarik untuk diketahui. Terlebih, ada beberapa indikator yang menjadi standar bahwa suatu negara dapat disebut sebagai negara demokratis.

Dikutip dari buku Pancasila, Demokrasi & Pencegahan Korupsi, Achmad Ubaedillah, (2015:134), negara demokratis adalah negara yang berperan aktif dalam membangun demokrasi di masyarakat dan pelaksanaan konstitusi. Salah satu tandanya adalah adanya Pemilu.

5 Indikator Negara Bisa Dikatakan Demokratis

Ilustrasi menurut Anda apakah indikator negara bisa dikatakan demokratis itu dengan adanya Pemilu, foto bukan yang sebenarnya: Pexels/Tara Winstead

Hadirnya Pemilu menjadi bahasan menarik saat membicarakan tentang negara demokrasi. Menurut Anda apakah indikator negara bisa dikatakan demokratis itu dengan adanya Pemilu? Atau masih ada indikator lainnya?

Faktanya, suatu negara bisa disebut sebagai negara demokrasi tidak hanya jika negara tersebut melaksanakan Pemilu. Masih ada berbagai faktor lainnya yang menjadikan suatu negara dapat menjadi negara yang demokratis.

Negara demokratis memiliki indikator yang menggambarkan tata cara dan nilai dasar dari sistem pemerintahan tersebut. Adapun indikator negara demokrasi yang dirumuskan oleh Affan Gaffar adalah sebagai berikut, sesuai informasi dari situs repositori.kemdikbud.go.id.

1. Akuntabilitas

Setiap pemegang jabatan yang telah dipilih oleh rakyat harus dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah ditempuhnya, termasuk ucapan dan perilaku. Oleh karena itu, penting untuk adanya akuntabilitas dalam suatu negara demokrasi.

2. Rotasi Kekuasaan

Peluang adanya rotasi kekuasaan yang dilakukan secara teratur harus ada dalam demokrasi. Dengan adanya rotasi kekuasaan, maka tidak hanya ada satu orang yang selalu memegang jabatan dan menutup peluang untuk orang lain.

3. Rekrutmen Politik yang Terbuka

Agar dapat terjadi rotasi kekuasaan, maka diperlukan adanya sistem rekrutmen politik yang terbuka. Artinya, setiap orang yang memenuhi syarat untuk mengisi jabatan politik, memiliki peluang dalam melakukan kompetisi untuk mengisi jabatan tersebut dan dipilih oleh rakyat.

4. Pemilihan Umum

Pemilihan Umum atau Pemilu menjadi salah satu indikator penting dari sebuah negara yang demokratis. Pemilu menjadi sarana untuk melaksanakan rotasi kekuasaan dan rekruitmen politik.

Setiap warga negara yang telah dewasa memiliki hak untuk memilih dan dipilih dengan bebas sesuai kehendak hati nurani, tanpa ada paksaan. Pemilih juga bebas mengikuti berbagai aktivitas pemilihan, seperti kampanye maupun menyaksikan penghitungan suara.

5. Pemenuhan Hak-Hak Dasar

Indikator lainnya adalah pemenuhan hak-hak dasar bagi setiap warga negara. Hak ini termasuk dengan menyatakan pendapat, berkumpul dan berserikat, serta hak untuk menikmati pers yang bebas.

Itu dia sejumlah indikator negara bisa dikatakan demokratis yang bisa diketahui. Setelah mengetahui hal tersebut, maka dapat menambah wawasan seputar demokrasi di suatu negara. (Prima)

Baca juga: 5 Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Kondisi Geografis di Tiap Benua