Konten dari Pengguna

Inilah Perbedaan Etika dan Etiket beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Etiket Berbicara dengan Orang Tua. Foto : Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Etiket Berbicara dengan Orang Tua. Foto : Pixabay.com

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaan etika dan etiket dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang juga kita terbalik mengartikan dan menggunakan kata etika dan etiket saat berbicara.

Jurnal berjudul Etika vs Etiket (Suatu Telaah Tentang Tuntutan dan Tuntunan dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik) mencatat perbedaan kedua istilah tersebut. Menurut penulisnya, Imam Maulana Yusuf, konsepsi etika dalam kehidupan sosial dipandang sebagai pedoman atau petunjuk dalam bersikap, bertindak, dan berperilaku. Fungsinya, sebagai kumpulan dari seperangkat nilai-nilai yang danggap etis.

Hal tersebut tercermin dalam norma-norma sosial. Di dalamnya mengatur tentang sesuatu yang dianggap baik atau buruk. Etika sendiri berhubungan erat dengan standar penilaian perilaku atau tingkah laku. Itu juga mencerminkan tindakan apa yang harus sebaiknya dilakukan dan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Sementara etiket, merupakan turunan dari etika itu sendiri yang diwujudkan sebagai tata krama atau tata cara dalam membangun hubungan antara sesama manusia.

Etiket bersifat lebih relatif dan tergantung dari sudut pandang maupun kebiasaan suatu kelompok masyarakat. Misalnya, cara bicara yang sopan, cara duduk, menerima tamu, dan sopan santun lainnya.

Berikut perbedaan etika dan etiket dalam kehidupan sehari-hari yang perlu kamu ketahui.

Perbedaan antara Etika dan Etiket

Ilustrasi Etiket Bersalaman. Foto : Pixabay.com

Terdapat beberapa perbedaan etika dan etiket secara spesifik. Pertama, etiket selalu berhubungan dengan cara atau bagaimana suatu perbuatan harus kita lakukan. Biasanya ditentukan oleh suatu masyarakat atau budaya tertentu.

Sementara, etika tidak membatasi diri pada soal cara dan bagaimana suatu tindakan harus dilakukan. Sebab, etika yang memberi norma mengenai perbuatan tersebut.

Perbedaan selanjutnya, etiket hanya berlaku dalam pergaulan dan sangat bergantung pada kehadiran orang lain. Apabila tidak ada saksi atau orang lain, etiket tidak berlaku.

Lain halnya dengan etika, ada atau tidak ada orang lain, etika tetap berlaku dan tetap menjadi pedoman masyarakat.

Selain itu, etiket bersikap relatif atau tidak mutlak dan tidak permanen. Tata cara tersebut tidak bisa diterapkan di berbagai tempat. Sementara etika lebih bersifat absolut atau mutlak, yakni tanpa memandang tempat, waktu, dan situasi.

Contoh Perbedaan Etika dan Etiket

Etika

  • Selalu berlaku walaupun tidak ada saksi mata. Contoh: larangan untuk mencuri tetap ada, walaupun tidak ada yang melihat kita mencuri.

  • Bersifat jauh lebih absolut atau mutlak. Contoh: “Jangan mencuri” adalah prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

  • Memandang manusia dari segi dalam. Contoh: Walaupun bertutur kata baik, pencuri tetaplah pencuri. Orang yang berpegang teguh pada etika tidak mungkin munafik.

Etiket

  • Hanya berlaku dalam pergaulan. Etiket tidak berlaku saat tidak ada orang lain atau saksi mata yang melihat. Contoh: Sendawa di saat makan melakukan perilaku yang dianggap tidak sopan. Namun, hal itu tidak berlaku jika kita makan sendirian, kemudian sendawa dan tidak ada orang yang melihat sehingga tidak ada yang beranggapan bahwa kita tidak sopan.

  • Bersifat relatif. Contoh: Yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan, bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain.

  • Hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja. Contoh: Banyak penipu dengan maksud jahat berhasil mengelabui korbannya karena penampilan dan tutur kata mereka yang baik.

(FNS)