Instrumen untuk Menilai Adanya Gangguan Kognitif pada Lansia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Instrumen yang digunakan untuk menilai adanya gangguan kognitif ringan hingga berat pada lansia adalah MMSE. Dengan adanya alat ini maka gangguan kognitif pada seseorang, khususnya lansia dapat diketahui.
Gangguan kognitif yang merupakan penurunan fungsi otak kerap terjadi pada usia lansia. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, bahkan menjadi pelupa, dan bisa berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari.
Instrumen untuk Menilai Adanya Gangguan Kognitif Ringan Hingga Berat pada Lansia
Salah satu cara untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan kognitif pada lansia adalah dengan melakukan pengujian menggunakan instrumen khusus. Instrumen yang digunakan untuk menilai adanya gangguan kognitif ringan hingga berat pada lansia adalah MMSE.
Mini-Mental State Examination atau MMSE merupakan tes atau metode skrining singkat yang biasanya berlangsung selama 10 menit. Dikutip dari situs academicjournal.yarsi.ac.id, tes ini mencakup bahasa, memori, dan kalkulasi.
Mulai dari seperti kemampuan orientasi, fokus, ingatan, bahasa, praksis, serta kemampuan untuk mengikuti perintah sederhana akan dites melalui MMSE. Nantinya, hasil tes menunjukkan skor, mulai dari total terendah hingga tertinggi yang berada pada rentang 0-30.
Perlu diketahui bahwa penilaian MMSE dapat bervariasi di setiap negara. Namun, secara umum interpretasinya terdapat persamaan, yakni skor 25-30 tergolong sebagai kategori normal.
Apabila seseorang nilai MMSE di bawah 24, maka ada kemungkinan orang tersebut mengidap demensia atau mengalami penurunan fungsi kognitif, sebagaimana dikutip dari academicjournal.yarsi.ac.id. Meski demikian, tetap dibutuhkan tes lanjutan untuk mengetahui kondisi fungsi kognitif seseorang.
Namun, melalui MMSE dapat dilakukan pendeteksian dini, terutama pada lansia. Terlebih, MMSE memiliki sensitivitas hingga 85% dan spesifisitas 90% dalam mendeteksi penurunan fungsi kognitif pada lansia, terutama dalam mencegah demensia.
Oleh karena itu, MMSE dinilai cukup andal sebagai alat skrining awal sebelum dilakukan diagnosis lanjutan. Penggunaan MMSE sebagai alat tes juga telah diterapkan di berbagai negara dan menjadi standar dari skrining fungsi kognitif.
Adanya MMSE sebagai instrumen untuk menilai adanya gangguan kognitif pada lansia, maka adanya penurunan kognitif dapat diketahui lebih cepat. Dengan begitu, dapat diberikan penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya gangguan yang lebih serius. (Prima)
Baca juga: Upaya Memanfaatkan Potensi Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat
